Blog Pribadi Paulus Roi

Berbagi hidup dan pemikiran bagi kemuliaan Allah

Doa Syafaat bagi Pemerintah

Pertama-tama aku menasihatkan: Naikkanlah permohonan, doa syafaat dan ucapan syukur untuk semua orang, untuk raja-raja dan untuk semua pembesar, agar kita dapat hidup tenang dan tenteram dalam segala kesalehan dan kehormatan. Itulah yang baik dan yang berkenan kepada Allah, Juruselamat kita, yang menghendaki supaya semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran. (1Tim 2:1-4)

Doa Syafaat bagi PemerintahKetika rasul Paulus menulis surat kepada Timotius, pemerintahan Romawi berada di tangan Nero, kaisar yang terkenal karena kekejaman dan kebengisannya. Pada masa itu banyak pengikut Kristus dibantai, dibakar, atau dijadikan mangsa binatang buas. Lebih daripada itu, Nero juga memfitnah dan mengkambinghitamkan mereka sebagai pelaku kebakaran kota Roma yang sebenarnya dilakukannya sendiri. Hal itu membuat jemaat Tuhan semakin dibenci dan dimusuhi oleh masyarakat di sekitarnya. Namun, justru dalam keadaan seperti itulah rasul Paulus menasihatkan agar umat Tuhan berdoa bagi keselamatan raja dan semua pembesar yang ada.

Seandainya anda menjadi jemaat Tuhan pada saat itu, bagaimana perasaan dan tanggapan anda terhadap nasihat rasul Paulus itu? Akankah anda menaati nasihat rasul Paulus itu dan berdoa dengan penuh kesungguhan bagi keselamatan pemerintah yang mungkin telah menganiaya dan menghabisi orang-orang yang anda kasihi? Atau sebaliknya, anda merasa berat dan terpaksa melakukan nasihat itu dan bahkan menolak melakukannya? Akankah anda menjadi seperti nabi Yunus yang menolak melakukan perintah Tuhan karena tak ingin orang-orang Niniwe yang kejam dan bengis itu beroleh selamat?

Seringkali kita tidak konsisten dalam menjalani hidup kekristenan kita. Ketika pemerintah mengeluarkan undang-undang yang membatasi dan melarang kita beribadah dalam nama Tuhan Yesus Kristus, kita mati-matian menolak undang-undang itu dan memperjuangkan hak kita untuk melakukan kehendak Allah tersebut. Namun, di saat yang sama, kehendak Allah yang sederhana, yang menghendaki kita berdoa bagi pertobatan dan keselamatan pemerintah kita, enggan kita lakukan. Bukankah dengan berbuat demikian sebenarnya kita sedang mengikuti kemunafikan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi yang dikecam Yesus? Ingatlah perkataan Yesus ini: “Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan.” (Mat 23:23) Kita harus berjuang mempertahankan iman kita di dalam Kristus, tetapi kita pun tak boleh lalai untuk berdoa bagi para pemerintah yang ada.

Berdoa syafaat bagi pemerintah merupakan salah satu tanggung jawab yang harus kita lakukan sebagai umat Allah. Namun, seringkali kita mengabaikan tanggung jawab ini. Kita menganggap hal ini kurang penting bila dibandingkan dengan tanggung jawab pelayanan lainnya. Padahal, perintah ini sangat penting dan sangat ditekankan oleh rasul Paulus dalam nas ini. Hal ini nampak dari frase “pertama-tama” (first of all – KJV) yang digunakannya. Frase ini tidak hanya mengacu pada urutannya, tetapi lebih daripada itu, mengacu pada kepentingannya di atas semua nasihat lainnya. Karena itu, kita tak seharusnya melalaikan perintah ini.

Setidaknya ada 3 alasan mengapa berdoa bagi pemerintah itu sangat penting dan harus kita lakukan.

Pertama, berdoa bagi pemerintah sangatlah penting bagi perjuangan iman kita.

Ada satu kata Yunani yang tidak muncul dalam Terjemahan Alkitab bahasa Indonesia, yaitu kata “oun” yang berarti “maka” (then) atau “karena itu” (therefore). Terjemahan yang lebih tepat seharusnya berbunyi: “Karena itu, pertama-tama aku menasihatkan….” Artinya, apa yang dikemukakan dalam nas ini merupakan implikasi dari apa yang telah dikemukakan rasul Paulus sebelumnya. Apakah itu?

Dalam 1 Timotius 1:18 rasul Paulus berkata: “Tugas ini kuberikan kepadamu, Timotius anakku, sesuai dengan apa yang telah dinubuatkan tentang dirimu, supaya dikuatkan oleh nubuat itu engkau memperjuangkan perjuangan yang baik dengan iman dan hati nurani yang murni.” Rasul Paulus mengingatkan Timotius akan panggilan dan tanggung jawabnya sebagai pemberita Injil. Ia mendorong Timotius agar tetap teguh dalam memperjuangkan kebenaran Injil dengan iman dan hati nurani yang murni.

Selanjutnya, berkenaan dengan tanggung jawab tersebut, dalam 1 Timotius 2:1-2 rasul Paulus mendorong Timotius agar berdoa bagi pemerintah yang ada. Dengan kata lain, rasul Paulus hendak berkata: “Timotius, ingatlah tugas dan tanggung jawabmu. Tetaplah teguh dalam memperjuangkan kebenaran Injil yang kita percayai bersama. Dan berkenaan dengan hal itu, pertama-tama berdoalah bagi semua orang, khususnya para pemerintah yang ada.”

Pemerintah memiliki kuasa dan wewenang yang sangat besar atas bangsa yang dipimpinnya. Setiap keputusan yang dibuatnya akan mempengaruhi kelangsungan hidup bangsa itu, termasuk kelangsungan hidup umat Allah dan juga berita Injil. Pemerintah yang fasik tentu akan menghambat pemberitaan Injil. Sebaliknya, pemerintah yang bijaksana dapat membantu penyebarluasan berita Injil. Karena itu, bila kita hendak memberitakan Injil dan memperjuangkan iman kita, pertama-tama kita harus berdoa bagi pemerintah yang ada agar mereka beroleh anugerah Allah, bertobat, dan diselamatkan.

Kedua, berdoa bagi pemerintah sangatlah penting bagi kesejahteraan kita.

Rasul Paulus berkata: “Naikkanlah permohonan, doa syafaat dan ucapan syukur untuk semua orang, untuk raja-raja dan untuk semua pembesar, agar kita dapat hidup tenang dan tenteram dalam segala kesalehan dan kehormatan.” Sebagaimana telah dikemukakan sebelumnya, kelangsungan hidup suatu bangsa akan sangat dipengaruhi oleh keberadaan pemerintah yang memimpinnya. Bila pemerintahan bangsa itu dipegang oleh orang-orang yang fasik dan lalim, tentulah kelangsungan hidup bangsa itu akan kacau-balau. Kita sebagai umat Allah mungkin sekali mengalami berbagai aniaya dan penindasan dari pemerintah yang demikian. Sebaliknya, bila pemerintahan bangsa itu dipegang oleh orang-orang yang bijaksana, tentulah keamanan dan kesejahteraan akan terjadi di bangsa itu dan kita sebagai umat Allah pun akan dapat hidup dengan tenang.

Salah satu tugas pemerintah yang utama adalah mewujudkan keadilan. Mereka adalah alat Tuhan untuk menghukum orang-orang yang berbuat jahat dan melindungi orang-orang yang tertindas (bd. Rom 13:3-4). Karena itu, bila kita sungguh-sungguh hidup dalam kebenaran, kita tak perlu takut terhadap pemerintah. Namun, tentu saja hal ini hanya akan terjadi bila pemerintah itu adalah pemerintah yang hidup takut akan Allah. Itulah sebabnya penting bagi kita untuk berdoa bagi mereka agar mereka dapat mengenal kebenaran, bertobat, dan hidup takut akan Allah.

Ketiga, berdoa bagi pemerintah adalah tindakan yang baik dan berkenan di hadapan Allah.

Berkenaan dengan doa bagi pemerintah, rasul Paulus berkata: “Itulah yang baik dan yang berkenan kepada Allah, Juruselamat kita, yang menghendaki supaya semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran.” Allah rindu semua orang, termasuk pemerintah kita, diselamatkan dan mengenal kebenaran. Ketika kita berdoa bagi pertobatan dan keselamatan pemerintah kita, kita sedang melakukan sesuatu yang selaras dengan kehendak Allah tersebut. Itulah sebabnya Allah senang mendengar umat-Nya berdoa bagi pertobatan dan keselamatan pemerintah yang ada.

Kita mungkin sering berkata: “Tuhan, aku mau menyenangkan-Mu. Aku mau menyerahkan hidupku bagi kemuliaan-Mu.” Pertanyaannya, benarkah demikian? Apakah pernyataan itu sungguh-sungguh keluar dari kerinduan hati kita yang terdalam? Atau itu hanya ucapan bibir yang kosong saja? Kita mungkin ingin dipakai Tuhan untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan besar dan memenangkan banyak jiwa bagi Kristus. Namun, bagaimana mungkin hal itu dapat terjadi bila berdoa bagi pemerintah saja, suatu hal yang sederhana, enggan kita lakukan?

Sekarang, setelah kita mengetahui alasan-alasan mendasar di balik perintah untuk berdoa bagi pemerintah yang ada, janganlah kita enggan dan lalai dalam melaksanakannya. Marilah kita mengambil waktu setiap hari bagi pemerintah kita agar mereka dapat mengenal kebenaran, bertobat, dan diselamatkan. Biarlah nama Tuhan semakin dipermuliakan, berita Injil semakin tersebar luas, dan kita dapat hidup tenang dan tenteram dalam kebenaran di tengah-tengah bangsa ini. Amin.

(Artikel ini telah dibaca 1455 kali)

1 Komentar

Tambahkan komentar

Tinggalkan Balasan

Copyright © Blog Pribadi Paulus Roi. All rights reserved.