Blog Pribadi Paulus Roi

Berbagi hidup dan pemikiran bagi kemuliaan Allah

Hidup Adalah Kristus

Hidup Adalah KristusDalam artikel sebelumnya kita telah mempelajari bagaimana rasul Paulus mewujudnyatakan kemuliaan Kristus melalui kematiannya, yaitu dengan memandang kematian sebagai keuntungan. Untuk melengkapi pembahasan kita mengenai kerinduan dan prinsip rasul Paulus, dalam artikel ini kita akan mempelajari bagaimana rasul Paulus mewujudnyatakan kemuliaan Kristus melalui kehidupannya.

Dalam Filipi 1:21 rasul Paulus berkata:

Karena bagiku hidup adalah Kristus ….

Kemuliaan Kristus dapat diwujudnyatakan melalui kehidupan rasul Paulus karena bagi rasul Paulus hidup adalah Kristus. Akan tetapi, apakah yang dimaksudkan oleh rasul Paulus ketika ia berkata bahwa baginya hidup adalah Kristus?

Dalam Filipi 1:22 rasul Paulus berkata:

Tetapi jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah.

Di sini kalimat “hidup adalah Kristus” yang terdapat dalam Filipi 1:21 digantikan dengan kalimat “hidup adalah bekerja memberi buah”. Dengan kata lain, kalimat “hidup adalah Kristus” sama artinya dengan “hidup adalah bekerja memberi buah”.

Penjelasan rasul Paulus tidak hanya berhenti di situ. Dalam Filipi 1:24 ia berkata:

Tetapi lebih perlu untuk tinggal di dunia ini karena kamu.

Perhatikanlah, rasul Paulus menganggap hidup di dunia ini lebih perlu bukan karena dirinya sendiri, melainkan karena jemaat yang dilayaninya. Dia hidup dan bekerja bukan untuk kepentingannya sendiri, melainkan untuk kepentingan jemaat.

Baginya kematian itu jauh lebih baik, karena dia dapat tinggal bersama-sama dengan Kristus di sorga (Flp 1:23). Akan tetapi, dia bukanlah rasul yang hanya memikirkan kepentingannya sendiri, tetapi juga memikirkan kepentingan jemaat. Kematian memang lebih baik baginya, tetapi kehidupannya akan lebih berguna bagi jemaat. Itulah sebabnya dia memilih untuk tetap hidup agar dengan demikian dia dapat bekerja memberi buah bagi banyak jemaat yang dilayaninya.

Sampai di sini kita dapat mengartikan kalimat “hidup adalah Kristus” dalam Filipi 1:21 sebagai “hidup adalah bekerja memberi buah bagi kepentingan jemaat”.

Lebih lanjut, dalam Filipi 1:25 rasul Paulus menjelaskan apa yang dia maksudkan dengan “buah” itu. Ia berkata:

Aku akan tinggal dan akan bersama-sama lagi dengan kamu sekalian supaya kamu makin maju dan bersukacita dalam iman.

Rasul Paulus ingin hidup dan bekerja melayani jemaat agar mereka makin maju dan bersukacita dalam iman. Dengan kata lain, “buah” yang dimaksudkan oleh rasul Paulus dalam Filipi 1:22 adalah “kemajuan dan sukacita iman jemaat”.

Sekarang kita dapat melihat alur pemikiran rasul Paulus dengan lebih jelas. Pertama-tama ia mengatakan bahwa baginya hidup adalah Kristus. Kemudian ia mengatakan bahwa baginya hidup adalah bekerja menghasilkan buah dan itu dilakukannya demi kepentingan jemaat. Dan akhirnya ia mendefinisikan buah hasil pekerjaan itu sebagai kemajuan dan sukacita iman jemaat. Jadi, ketika Paulus mengatakan bahwa baginya hidup adalah Kristus, yang dimaksudkannya adalah bahwa baginya hidup berarti bekerja melayani jemaat demi kemajuan dan sukacita iman mereka.

Dalam pemikiran rasul Paulus Kristus dan jemaat memiliki hubungan yang sangat erat dan tak terpisahkan. Menganiaya jemaat berarti juga menganiaya Kristus. Sebaliknya, melayani jemaat berarti juga melayani Kristus. Karena itu, ketika ia memutuskan untuk mendedikasikan seluruh hidupnya bagi Kristus, yang ia lakukan adalah terus-menerus melayani jemaat, membangun iman mereka, dan membimbing mereka sampai mereka menemukan sukacita terbesar dan terindah di dalam Kristus. Dengan berbuat demikian ia berharap Kristus akan terus dimuliakan melalui hidupnya.

Adalah suatu kebohongan besar bila ada orang yang berkata bahwa ia rindu melayani dan menyenangkan Kristus melalui hidupnya, tetapi ia tidak pernah mau melayani dan membantu saudara-saudara seimannya yang kesusahan. Adalah suatu dusta besar bila ada orang yang berkata bahwa ia ingin memuliakan Kristus melalui hidupnya, tetapi ia tidak pernah mengajar saudara-saudara seimannya hidup dalam kebenaran. Adalah suatu kemunafikan besar bila ada orang yang berkata bahwa ia mau hidup bagi Kristus, tetapi ia lebih mengutamakan kepentingannya sendiri daripada kepentingan saudara-saudara seimannya. Ingatlah, hidup bagi Kristus berarti juga hidup bagi kemajuan dan sukacita iman jemaat.

Ketika jemaat yang kita layani bertumbuh makin dewasa dalam iman, mereka tentu akan hidup seturut kebenaran firman Allah dan hal itu tentu akan membawa kemuliaan bagi Kristus. Ketika jemaat yang kita layani mengalami sukacita dan kepuasan di dalam Kristus, tentu mereka akan mengucap syukur dan memuji-muji Allah atas segala sesuatu yang terjadi dalam hidup mereka. Singkatnya, perhatian, pelayanan, pengajaran, dan keteladanan yang kita berikan kepada jemaat akan membawa kemuliaan bagi Kristus. Karena itu, marilah kita menggunakan seluruh karunia dan talenta yang kita miliki untuk melayani jemaat Tuhan, memimpin mereka bertumbuh dalam kebenaran, dan membuat mereka bersukacita dalam iman.

Kiranya kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai kita senantiasa! Amin.

(Artikel ini telah dibaca 1164 kali)

Tinggalkan Balasan

Copyright © Blog Pribadi Paulus Roi. All rights reserved.