Blog Pribadi Paulus Roi

Berbagi hidup dan pemikiran bagi kemuliaan Allah

Hidup dan Mati bagi Kristus

Hidup dan Mati bagi KristusDalam Filipi 1:21 rasul Paulus memberikan sebuah pernyataan yang sangat ringkas dan padat mengenai prinsip hidupnya. Prinsip itu secara jelas menyatakan apa yang menjadi kerinduan dan harapannya. Prinsip itu pula yang melandasi segala sesuatu yang dikerjakannya. Dia berkata:

Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan.

Banyak orang memandang kehidupan dan kematian sebagai dua hal yang saling berlawanan. Kehidupan merupakan kesempatan untuk mencapai segala harapan dan cita-cita yang mereka miliki, sedangkan kematian merupakan ancaman bagi pencapaian cita-cita itu. Kematian dapat menggagalkan segala rencana yang telah mereka buat. Kematian juga dapat merampas segala sesuatu yang berharga dalam kehidupan mereka. Mungkin kenyataan inilah yang membuat kematian terasa menakutkan bagi banyak orang. Para pemuda takut mati karena mereka belum mendapatkan apa yang mereka inginkan, sedangkan para orang tua takut mati karena kuatir terhadap nasib anak-cucu mereka yang begitu mereka kasihi.

Akan tetapi, tidak demikian halnya dengan rasul Paulus. Dia tidak memandang kehidupan dan kematian sebagai dua hal yang saling berlawanan. Sebaliknya, dia memandang kehidupan dan kematian sebagai dua hal yang berjalan seirama. Mengapa demikian? Karena sebagaimana telah kita pelajari pada artikel sebelumnya, kerinduan rasul Paulus yang terutama adalah menyatakan kemuliaan Kristus baik melalui kehidupannya maupun melalui kematiannya (Flp 1:20). Entah hidup atau mati, baginya tak ada bedanya, karena kerinduannya akan tetap dapat tercapai dalam kedua kondisi itu.

Yang menjadi harta terbesar, pusat perhatian, dan tujuan utama rasul Paulus adalah Kristus. Seluruh kehidupannya diarahkan untuk mengejar Kristus, demikian pula dengan kematiannya. Ketika dia hidup, dia bekerja sedemikian rupa untuk menghasilkan buah demi kemuliaan Kristus. Ketika dia harus mati, dia berupaya agar melalui kematiannya Kristus dimuliakan. Baik kehidupan maupun kematian, tak ada yang dapat menggagalkan tujuan hidupnya. Keduanya merupakan kesempatan yang baik bagi pencapaian tujuan hidupnya yang terutama, yaitu mendapatkan Kristus sebagai harta terbesar dan terindah dalam hidupnya.

Sekarang renungkanlah sejenak: Apakah yang menjadi tujuan hidup anda? Apakah yang menjadi prinsip hidup anda? Bagaimana anda memandang kehidupan dan kematian?

Ingatlah, tujuan hidup anda akan menentukan pandangan anda mengenai kehidupan dan kematian. Bila yang menjadi tujuan hidup anda adalah sesuatu yang bersifat sementara, maka anda akan memandang kehidupan dan kematian sebagai dua hal yang saling berlawanan. Akan tetapi, bila yang menjadi tujuan hidup anda adalah sesuatu yang bersifat kekal, maka anda akan memandang kehidupan dan kematian sebagai dua hal yang berjalan seirama.

Karena itu, kejarlah segala sesuatu yang bersifat kekal. Dengan demikian kematian tak akan lagi menjadi ancaman yang menakutkan bagi anda. Kehidupan dan kematian akan nampak sejalan seirama dalam satu harmoni menuju kehidupan kekal yang indah dalam persekutuan dengan Kristus di dalam sorga.

(Artikel ini telah dibaca 1226 kali)

Tinggalkan Balasan

Copyright © Blog Pribadi Paulus Roi. All rights reserved.