Blog Pribadi Paulus Roi

Berbagi hidup dan pemikiran bagi kemuliaan Allah

Kasih Karunia yang Mengherankan

Dalam suatu konferensi perbandingan agama yang diadakan di Inggris para ahli memperdebatkan pengajaran manakah yang membuat kekristenan unik, berbeda dari agama-agama lainnya. Berbagai kemungkinan pun diajukan. Inkarnasi? Tidak, ada agama lain yang juga mengisahkan dewa-dewa yang menjelma menjadi manusia. Kelahiran dari perawan? Tidak, ada agama lain yang juga memiliki kisah semacam itu. Kebangkitan? Juga tidak, ada agama lain yang juga memiliki kisah tentang kembalinya orang mati.

Perdebatan itu berlangsung cukup lama sampai C. S. Lewis masuk ke dalam ruangan itu. “Ribut-ribut soal apa ini?” tanyanya. Setelah ia mengetahui bahwa rekan-rekannya sedang mendiskusikan keunikan iman Kristen dari agama-agama lainnya, iapun menjawab: “Oh, itu mudah. Kasih karunia.” Kemudian, setelah mendiskusikannya kembali, semua peserta konferensi itupun setuju.

Makna Kasih KaruniaNamun pertanyaannya, apakah yang dimaksud dengan “kasih karunia”? Apakah yang segera timbul dalam benak anda ketika anda mendengar istilah itu?

Begitu sering kita mendengar dan mengucapkan istilah “kasih karunia” atau “anugerah” sampai-sampai kita begitu terbiasa terhadapnya. Kita mengira kita telah memahami dan mempercayainya. Namun, benarkah kita sudah memahami dan mempercayainya dengan benar?

Faktanya, banyak orang Kristen tidak sungguh-sungguh menyadari makna kasih karunia yang sesungguhnya sebagaimana digambarkan dalam Alkitab. Sekalipun secara teoretis mereka dapat menjawab dengan benar bahwa kasih karunia adalah pemberian bagi mereka yang tak layak menerimanya, tetapi mereka tak sungguh-sungguh menyadari apa maksud dari definisi tersebut. Begitu Injil kasih karunia diajarkan secara gamblang pada mereka, suatu ganjalan timbul dalam hati mereka dan membuat mereka sukar menerimanya. Kalau begitu, kasih karunia seperti apakah yang mereka pahami dan percayai selama ini?

Injil kasih karunia bukan hanya merupakan keunikan iman Kristen dibandingkan dengan agama-agama lain, tetapi lebih daripada itu, merupakan jantung dari iman Kristen. Tanpa pemahaman yang benar akan doktrin ini kita tak akan dapat menjadi orang Kristen sejati. Karena itu, penting bagi kita untuk sungguh-sungguh memahami dan menyadarinya secara benar.

Makna Kasih Karunia

Kasih Karunia yang Mengherankan“Kasih karunia” atau “anugerah” sering didefinisikan sebagai “pemberian bagi orang yang tak layak menerimanya”. Namun, apakah yang dimaksud dengan “tak layak menerimanya” itu? Apakah yang membuatnya “tak layak”? Untuk memperjelasnya, kita perlu membandingkan 3 jenis pemberian yang berbeda, yaitu upah, sedekah atau hadiah, dan anugerah (bd. Rom 4:4-5).

Kalau ada orang yang bekerja, upahnya tidak diperhitungkan sebagai hadiah, tetapi sebagai haknya. Tetapi kalau ada orang yang tidak bekerja, namun percaya kepada Dia yang membenarkan orang durhaka, imannya diperhitungkan menjadi kebenaran. (Rom 4:4-5)

  • Upah adalah sesuatu yang sepatutnya diberikan kepada seseorang sebagai ganjaran dari usaha, pekerjaan, atau jasa yang telah dilakukannya. Dalam hal ini berlaku prinsip keadilan, di mana si pekerja berhak menuntut upah sesuai dengan perjanjian kerja sebelumnya dan sang majikan berkewajiban memberikannya. Ketidakadilan terjadi bila si pekerja telah bekerja dengan baik, tetapi sang majikan tidak mau memberikan upahnya.
  • Sedekah atau hadiah adalah sesuatu yang diberikan secara Cuma-Cuma kepada seseorang yang tidak melakukan usaha, pekerjaan, atau jasa apapun. Pemberian itu tidak didasarkan pada usaha, pekerjaan, atau jasa si penerima, melainkan pada belas kasihan dan kemurahan hati sang pemberi. Dalam hal ini prinsip keadilan “tidak berlaku”. Si penerima mungkin dapat memohon kepada sang pemberi, tetapi ia tak memiliki hak apapun untuk menuntut sang pemberi memberikannya. Bila sang pemberi tak mau memberikannya, ia tak melakukan kesalahan apapun secara hukum.
  • Anugerah adalah sesuatu yang sangat berharga yang diberikan secara Cuma-Cuma kepada seseorang yang telah merugikan atau melakukan kejahatan kepada sang pemberi. Pemberian itu nampak sangat bertolak belakang dengan prinsip keadilan. Ganjaran yang layak diterima oleh pelaku kejahatan itu seharusnya adalah hukuman. Namun, yang diterimanya justru sebaliknya. Dia bukan hanya diampuni dan dibebaskan dari segala hukuman, tetapi lebih daripada itu, dia juga menerima pemberian yang sangat berharga secara Cuma-Cuma. Jangankan menuntut, memohon pemberian yang sangat berharga itu saja tak layak dilakukan oleh pelaku kejahatan itu!

Itulah yang dimaksud dengan kasih karunia. Kasih karunia itu sungguh-sungguh merupakan pemberian yang tidak sepatutnya (undeserved gift) karena 3 alasan:

  • Pelaku kejahatan itu seharusnya menerima hukuman, tetapi dia justru menerima hadiah!
  • Korban kejahatan itu seharusnya menerima ganti rugi, tetapi justru dia yang membayar ganti rugi!
  • Pemberian yang sangat berharga itu seharusnya dibayar dengan harga yang sangat mahal, tetapi pemberian itu justru diberikan secara Cuma-Cuma!

Sungguh, kasih karunia itu nampak tak masuk akal. Tak mengherankan bila banyak orang sukar menerimanya. Namun, justru yang nampak tak masuk akal itulah yang dikerjakan Allah bagi kita.

Injil Kasih Karunia

Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri. (Ef 2:8-9)

Efesus 2:8-9 dengan sangat gamblang menyatakan bahwa keselamatan bukanlah hasil usaha atau hasil pekerjaan kita, melainkan kasih karunia Allah semata. Keselamatan itu sungguh-sungguh merupakan pemberian Allah yang tak sepatutnya kita terima. Kita akan meninjaunya dari 3 sisi.

  1. Ketidaklayakan Kita

Kita sama sekali tak layak menerima keselamatan itu bukan hanya karena kita tak melakukan kebajikan apapun, tetapi lebih daripada itu, kita telah berdosa di hadapan Allah. Bahkan, kita telah melakukan dosa yang begitu banyak!

  • Kita semua telah berbuat dosa (Rom 3:23). Kita telah memberontak dan mendurhaka terhadap Allah. Kita telah merendahkan dan menginjak-injak kemuliaan Allah yang kekal dengan segala dosa yang kita perbuat.
  • Kita tak melakukan apapun yang baik di hadapan Allah. Segala perbuatan kita telah dicemari oleh dosa, sehingga segala kesalehan kita pun nampak seperti kain kotor di hadapan Allah (Yes 64:6). Hal itu sama sekali tak menyenangkan Allah! Sebaliknya, hal itu sangatlah menjijikkan bagi-Nya! Semua ini membuat kita tak mungkin dapat memperoleh keselamatan dengan usaha kita sendiri.

Satu-satunya hal yang layak kita terima berdasarkan prinsip keadilan adalah hukuman kekal dalam neraka (Rom 6:23). Namun, bukan itu yang kita terima. Sebaliknya, kita justru menerima berkat hidup kekal di dalam sorga! Itulah kasih karunia!

Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita. (Rom 6:23)

  1. Pengorbanan Allah Tritunggal

Injil Kasih KaruniaAllah adalah korban dari segala kejahatan kita. Dialah yang seharusnya menerima ganti rugi atas segala kejahatan yang telah kita perbuat. Namun, yang terjadi justru sebaliknya.

  • Bapa rela menyerahkan Putra-Nya yang tunggal, yang sangat dikasihi-Nya, bagi penebusan dosa kita (Yoh 3:16).
  • Yesus Kristus rela melepaskan kemuliaan sorgawi yang dimiliki-Nya, turun ke dunia, hidup menderita sebagai manusia hina, dan mati terkutuk di atas kayu salib demi menanggung hukuman dosa kita (Flp 2:6-8). Keselamatan kita harus dibayar-Nya dengan harga yang sangat mahal, yaitu dengan darah-Nya sendiri (1Ptr 1:18-19), agar kita dapat menerimanya dengan Cuma-Cuma (Rom 3:24).
  • Roh Kudus tinggal dalam hati kita untuk menerapkan berkat-berkat keselamatan pada kita dan menjadi jaminan bagi kita bahwa kita pasti akan menerima kepenuhan berkat keselamatan itu kelak (Ef 1:13-14). Dia memberikan kesaksian dalam hati kita bahwa kita adalah anak-anak Allah (Rom 8:16). Selain itu, Dia juga membantu kita dalam segala kelemahan kita serta berdoa syafaat bagi kita dengan keluhan-keluhan yang tak terucapkan (Rom 8:26-27).

Satu hal yang harus kita ingat di sini: Seluruh pengorbanan itu dikerjakan oleh Allah bukan setelah kita hidup suci, melainkan justru pada saat kita masih lemah, berdosa, dan durhaka (Rom 5:6-8). Seandainya segala pengorbanan itu dikerjakan setelah kita hidup suci, pengorbanan itu menjadi pemberian yang layak kita terima. Namun, karena pengorbanan itu diberikan ketika kita masih berdosa, maka itu menjadi anugerah yang sangat mengagumkan!

Karena waktu kita masih lemah, Kristus telah mati untuk kita orang-orang durhaka pada waktu yang ditentukan oleh Allah. Sebab tidak mudah seorang mau mati untuk orang yang benar — tetapi mungkin untuk orang yang baik ada orang yang berani mati –. Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa. (Rom 5:6-8)

  1. Kelimpahan Berkat Keselamatan Itu

Pengorbanan Allah Tritunggal yang membebaskan kita dari hukuman kekal itu saja sudah sangat menakjubkan. Namun, Allah tak hanya berhenti sampai di situ. Lebih jauh lagi, Dia berkenan memberikan segala berkat sorgawi yang luar biasa bagi kita.

  • Dia berkenan mempercayakan pekerjaan pelayanan dan pemberitaan Injil kepada kita (2Tim 1:14). Kita telah berlaku tidak setia kepada-Nya, tetapi Dia masih berkenan memberi kita kepercayaan.
  • Dia berkenan menjadikan kita sebagai sahabat-sahabat-Nya (Yoh 15:15). Kita telah menyakiti hati-Nya dengan segala dosa kita, tetapi Dia berkenan menerima kita sebagai sahabat-Nya dan bersekutu dengan kita, sehingga Dia dikenal dan diolok-olok sebagai sahabat orang berdosa.
  • Dia berkenan mengangkat kita menjadi anak-anak-Nya (Yoh 1:12). Kita telah memberontak dan mendurhaka terhadap-Nya, tetapi Dia berkenan mengangkat dan menjadikan kita anak-anak-Nya yang akan menerima warisan sorgawi daripada-Nya.
  • Dia berkenan mengaruniakan kemuliaan dan segala berkat sorgawi kepada kita (Yoh 17:22; Ef 1:3). Kita telah menginjak-injak kemuliaan-Nya dengan segala dosa kita, tetapi Dia berkenan memberikan kemuliaan dan segala berkat sorgawi kepada kita.

Singkatnya, Allah berkenan mengaruniakan segala sesuatu yang sangat berharga bagi kita. Adakah hal lain yang lebih menakjubkan dari kasih karunia Allah itu?

Tanggapan Terhadap Kasih Karunia

Setelah anda memahami dan menyadari betapa menakjubkannya kasih karunia Allah, bagaimanakah tanggapan anda? Jangan hanya merasa terkesan, tetapi percayalah!

  • Bila selama ini anda masih ragu-ragu dan bimbang dalam mengikut Kristus, maka sekaranglah saatnya untuk datang dan percaya kepada-Nya. Injil kasih karunia yang telah anda dengar ini merupakan undangan langsung kepada anda. Tak peduli betapa besar dan betapa banyak dosa yang telah anda perbuat, darah Kristus berkuasa menyucikannya (Yes 1:18; 1Yoh 1:9). Karena itu, datanglah, percayalah, dan terimalah Kristus sebagai Tuhan dan juruselamat anda!
  • Bila anda telah percaya dan menerima Kristus sebagai Tuhan dan juruselamat anda, biarlah berita Injil ini mengingatkan anda kembali akan kebesaran kasih karunia Allah yang telah dilimpahkan bagi anda. Karena itu, demi kemurahan Allah, perbaharui kembali komitmen anda dalam mengikut Dia. Persembahkanlah seluruh hidup anda bagi kemuliaan-Nya (Rom 12:1).

Kiranya kemuliaan kasih karunia Allah yang menakjubkan itu nyata dalam kehidupan kita semua, umat pilihan-Nya dalam Kristus Yesus. Amin.

(Artikel ini telah dibaca 1212 kali)

Tinggalkan Balasan

Copyright © Blog Pribadi Paulus Roi. All rights reserved.