Blog Pribadi Paulus Roi

Berbagi hidup dan pemikiran bagi kemuliaan Allah

Kematian Adalah Keuntungan

Kematian Adalah KeuntunganRasul Paulus rindu mewujudnyatakan kemuliaan Kristus melalui kematiannya (Flp 1:20). Akan tetapi, bagaimana kebesaran dan kemuliaan Kristus dapat diwujudnyatakan melalui kematiannya? Bagaimana mungkin ia dapat memuliakan Kristus bila ia mati?

Jawaban yang diberikan rasul Paulus sangat sederhana. Dalam Filipi 1:21 ia berkata:

Karena bagiku … mati adalah keuntungan.

Lebih lanjut, dalam Filipi 1:23 ia menjelaskan maksud perkataannya itu:

Aku didesak dari dua pihak: aku ingin pergi dan diam bersama-sama dengan Kristus–itu memang jauh lebih baik.

Pernyataan rasul Paulus itu sungguh luar biasa. Jauh lebih baik? Benarkah itu jauh lebih baik daripada bersahabat dengan banyak teman? Benarkah itu jauh lebih baik daripada beristerikan seorang wanita yang cakap? Benarkah itu jauh lebih baik daripada memiliki sebuah rumah mewah dengan segala perabotnya yang mahal? Benarkah itu jauh lebih baik daripada segala harta kekayaan dan kemuliaan dunia ini? Ya, jutaan kali lebih baik! Diam bersama-sama dengan Kristus di dalam sorga jauh lebih baik daripada segala sesuatu yang ada di dunia ini. Keyakinan itulah yang membuat rasul Paulus memandang kematian sebagai keuntungan.

Karena rasul Paulus memandang kematian sebagai keuntungan, maka ia tidak pernah takut terhadap ancaman kematian. Ia tidak pernah bersungut-sungut atas segala penderitaan dan penganiayaan yang dialaminya. Sebaliknya, ia menghadapi kematiannya dengan gagah berani. Ia menghadapi akhir hidupnya dengan penuh sukacita seperti mempelai wanita yang akan bertemu dengan mempelai pria. Keberaniannya dalam memberitakan Injil dan dalam menghadapi ancaman kematian telah menjadi kesaksian dan teladan yang luar biasa bagi banyak orang. Dengan demikian ia memuliakan Kristus melalui kematiannya.

Sebelum kita percaya bahwa persekutuan yang nyata dengan Kristus di dalam sorga jauh lebih berharga daripada segala sesuatu yang ada di dunia ini, kita tidak akan pernah dapat memandang kematian sebagai keuntungan. Dengan demikian kita juga tidak akan pernah dapat memuliakan Kristus melalui kematian kita.

Bila dalam hati kita ada seseorang atau sesuatu lain yang kita anggap lebih berharga daripada Kristus, kita akan merasa takut terhadap kematian, karena kematian akan memisahkan kita dari seseorang atau sesuatu yang kita kasihi itu. Akibatnya, bila ada ancaman kematian yang datang menghampiri kita, kita akan merasa bingung, resah, kuatir, dan tidak dapat memuliakan Kristus. Bahkan, ketika kita diperhadapkan pada sebuah pilihan, Kristus atau nyawa kita, kita mungkin akan menyangkali Kristus demi menyelamatkan nyawa kita. Itulah sebabnya Yesus pernah berkata dalam Matius 10:37:

Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku; dan barangsiapa mengasihi anaknya laki-laki atau perempuan lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku.

Sebaliknya, bila Kristus telah menjadi harta terbesar yang paling berharga dalam hidup kita, kita tidak akan pernah merasa takut menghadapi kematian, karena kematian itu tidak akan pernah dapat memisahkan kita dari Kristus. Bahkan, Kita akan merasa senang menghadapi kematian itu, karena kematian itu justru akan membawa kita masuk ke dalam persekutuan yang lebih dekat dan nyata dengan Kristus. Ketika berbagai pencobaan yang berat datang mengancam hidup kita, kita akan tetap kuat dan dapat menghadapinya dengan penuh keberanian. Dengan demikian kematian kita akan menjadi kesaksian bagi banyak orang dan Kristus akan dimuliakan melalui kematian kita.

Jadi, pandanglah kemuliaan Kristus, alamilah kebesaran serta keindahan-Nya, dan sadarilah bahwa persekutuan dengan-Nya jauh lebih berharga daripada segala sesuatu yang ada di dunia ini. Dengan demikian anda akan dapat memandang kematian sebagai keuntungan, menghadapi berbagai penganiayaan dan ancaman kematian dari musuh-musuh Injil dengan gagah berani, dan pada akhirnya memuliakan Kristus melalui kematian anda.

(Artikel ini telah dibaca 1227 kali)

Tinggalkan Balasan

Copyright © Blog Pribadi Paulus Roi. All rights reserved.