Blog Pribadi Paulus Roi

Berbagi hidup dan pemikiran bagi kemuliaan Allah

Mengapa, Ya Tuhan?

Aku membenci-Mu, ya Tuhan!
Aku benci kekudusan-Mu, kebenaran-Mu, keadilan-Mu, dan….
Aku benci kesempurnaan-Mu!
Aku ingin menjadi pribadi yang hebat, berharga, agung, berkuasa, dan mulia.
Namun, segala kesempurnaan-Mu justru menunjukkan betapa busuk, najis, lemah, dan hinanya diriku, seorang yang berdosa!

Aku ingin pergi, jauh dari hadapan-Mu.
Aku ingin bersembunyi dari tatapan mata-Mu.
Biarlah aku tenggelam dalam kekelaman yang terdalam.
Biarlah aku binasa dalam segala keputusasaan!

Namun….
Laksana seekor anjing pemburu Kau mengejarku.
Kau ikuti jejak langkahku ke mana pun aku pergi.
Laksana seorang pemulung Kau mencariku.
Kau pungut sampah hina ini dari lembah kekelaman.
Ah, mengapa Kau lakukan semuanya itu, ya Tuhan?

* * * * *

Oh, betapa bodohnya dirimu!
Kau mencari cinta kasih dan penerimaan?
Kau mengejar penghargaan dan kemuliaan?
Siapakah yang akan memberikan semuanya itu kepadamu?

Tak tahukah kau bahwa tanpa diri-Ku kau sama sekali bukan apa-apa?
Bahkan kau terlalu hina untuk dikasihi dan dihargai!
Jadi, siapakah yang dapat kau harapkan dan andalkan?
Hanya Aku, ya, hanya Aku!

Aku berharap kau datang kepadaku.
Namun, kau terlalu bodoh untuk mencari-Ku!
Aku pun mencari dan mengejarmu.
Ke dalam kehinaan dan kekelaman Kuceburkan diri-Ku.

Dari puing-puing kehancuran Aku memungutmu.
Kujadikan kau kepunyaan-Ku sendiri.
Kubentuk dirimu menjadi alat kemuliaan-Ku.
Kau pun menikmati kepuasan di dalam-Ku.
Tidakkah kau menyadari semuanya itu, duhai kekasih?

(Artikel ini telah dibaca 525 kali)

Tinggalkan Balasan

Copyright © Blog Pribadi Paulus Roi. All rights reserved.