Blog Pribadi Paulus Roi

Berbagi hidup dan pemikiran bagi kemuliaan Allah

Menjangkau Dunia dengan Kasih Allah

Menjangkau Dunia dengan Kasih AllahYesus pernah mengatakan bahwa kita, umat kepunyaan-Nya, bukanlah bagian dari dunia ini (Yoh 17:16). Sekalipun demikian, kita masih tinggal di dalam dunia ini. Mengapa? Karena Dia mengutus kita ke dalam dunia ini untuk mengerjakan suatu tugas, yaitu menyatakan kebesaran kasih Allah dan menjangkau dunia yang terhilang bagi-Nya.

Pertanyaannya, bagaimana kita dapat memenuhi panggilan dan tanggung jawab kita itu? Bagaimana kita dapat memeluk dunia dengan kasih Allah?

Pertama, kita harus memahami dan menyadari problem apakah yang sesungguhnya sedang dihadapi oleh dunia ini. 1 Yohanes 2:17a menyatakan bahwa dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya. Dunia ini jelas memiliki problem yang sangat gawat dan memerlukan pertolongan secepatnya. Karena itu, bila kita ingin menolongnya, kita harus sungguh-sungguh memahami akar permasalahan dunia ini, bukan sekedar gejala-gejala luarnya saja (seperti kemiskinan, kelaparan, sakit-penyakit, peperangan, dan sebagainya).

Setidaknya ada 4 problem utama yang sedang dihadapi dunia ini:

  • Dunia ini telah kehilangan makna dan tujuan hidupnya. Sejak kejatuhan dalam dosa, kemuliaan Allah dalam diri manusia pun rusak (Rom 3:23). Hal ini mengakibatkan manusia tidak lagi menyadari makna dan tujuan hidupnya yang sesungguhnya. Selain itu, berbagai masalah dan penderitaan akibat dosa pun semakin menyimpangkan perhatian manusia dari makna dan tujuan hidup mereka yang sesungguhnya. Bukannya mengejar kemuliaan sorgawi yang telah Allah sediakan, mereka justru mengejar segala bentuk kesenangan duniawi yang bersifat semu. Bukannya mengejar kemuliaan Allah yang kekal, mereka justru mengejar kehormatan diri mereka sendiri yang bersifat fana.
  • Dunia ini telah ditaklukkan di bawah kuasa dosa dan Iblis (Rom 3:9). Dosa telah meresap sedemikian rupa dalam kehidupan dan kebudayaan umat manusia. Kesombongan, kekerasan, kecemaran, keserakahan, kemunafikan, dan berbagai karakter berdosa lainnya semakin hari semakin berkembang. Bahkan, jauh lebih radikal daripada itu, dosa telah merasuk dalam diri tiap individu. Dosa sedemikian menguasai hati manusia, sehingga tidak mungkin bagi manusia untuk hidup benar di hadapan Allah. Sebaliknya, Iblislah yang terus-menerus memperbudak dan mendorong mereka untuk memberontak kepada Allah dan menentang kebenaran.
  • Dunia ini sedang berseteru dengan Allah. Dosa telah memisahkan manusia dari Allah. Manusia berdosa tak mungkin dapat menghampiri Allah yang mahakudus. Relasi antara Allah dan manusia pun menjadi rusak. Bahkan, lebih buruk lagi, manusia telah menjadi seteru Allah! Bila demikian, bagaimana mungkin manusia dapat mengalami kebahagiaan yang sejati? Bagaimana manusia dapat memiliki pengharapan dalam segala problem hidup yang dihadapinya? Tidak mungkin!
  • Dunia ini sedang berjalan menuju kebinasaan kekal. Segala dosa dan pemberontakan manusia itu bukan hanya memisahkan manusia dari Allah, tetapi juga telah membangkitkan murka Allah (Rom 1:18). Keadilan Allah harus menghukum manusia berdosa dengan siksaan kekal dalam neraka (Rom 6:23a).

Sesungguhnya, kehidupan yang sia-sia, terikat oleh dosa, terpisah dari Allah, dan menuju kebinasaan itulah yang menjadi akar dari segala permasalahan dunia ini. Sebelum akar permasalahan ini diatasi, segala upaya penyelesaian problem lainnya tak akan berarti.

Pribadi Yesus KristusKedua, kita harus memahami bagaimanakah wujud kasih Allah yang menjadi solusi atas problem tersebut dan mengalaminya secara pribadi dalam kehidupan kita. Bagaimana mungkin kita dapat menolong dunia ini bila kita sendiri masih terjebak dalam problem itu dan tak mengetahui solusinya?

Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. (Yoh 3:16)

Yohanes 3:16 menyatakan bahwa sebagai wujud kasih-Nya kepada dunia ini Allah telah mengaruniakan Yesus Kristus, Putra-Nya yang tunggal, sebagai solusi bagi segala problem dunia ini. Dalam Yesaya 9:5 ada 4 gelar yang dikenakan pada Yesus. Keempat gelar itu menunjukkan pribadi dan karya Kristus yang menjadi solusi bagi 4 problem dunia di atas.

Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai. (Yes 9:5)

  • Yesus Kristus adalah Penasihat Ajaib. Sebagai Allah Dia adalah pribadi yang mahabijaksana. Lebih lagi, inkarnasi-Nya sebagai manusia menjadikan-Nya dapat turut merasakan segala permasalahan dan penderitaan hidup kita di dunia ini (Ibr 4:15). Karena itu, Dia sangat memahami apa yang sesungguhnya menjadi problem utama kita. Dia sanggup memberikan jawaban atas problem tersebut. Bahkan, Dia sendiri merupakan jawaban dari segala problem hidup kita. Hanya di dalam Dia sajalah kita dapat memiliki makna dan tujuan hidup yang sejati.
  • Yesus Kristus adalah Allah yang perkasa. Dia berkuasa menaklukkan kuasa dosa dan kuasa Iblis di bawah kaki-Nya. Dia berkuasa melepaskan kita dari belenggu dosa dan perbudakan Iblis. Kebangkitan-Nya dari antara orang mati menjadi tanda keperkasaan-Nya itu. Karena itu, barangsiapa ada di dalam Kristus, ia pun akan beroleh kemerdekaan yang sejati (Yoh 8:36).
  • Yesus Kristus adalah bapa dari kekekalan. Istilah “bapa” berarti “sumber”, “pemula”, “kepala”, atau “penguasa”. Dengan kata lain, Yesus Kristus adalah sumber dan penguasa atas kekekalan. Pengertian ini juga selaras dengan perkataan Yesus bahwa Dia adalah alfa dan omega, yang awal dan yang akhir (Why 21:6). Dia berkuasa mengaruniakan hidup yang kekal kepada setiap orang yang datang kepada-Nya. Dan hanya di dalam Dia sajalah terdapat hidup yang kekal.
  • Yesus Kristus adalah raja damai. Dia telah ditentukan oleh Allah untuk menjadi jalan pendamaian bagi manusia berdosa melalui darah-Nya (Rom 3:25), sehingga setiap orang yang percaya kepada-Nya dapat mengalami pemulihan hubungan dengan Allah. Karena itu, sekarang kita yang sungguh-sungguh percaya kepada-Nya dapat menghampiri tahta kasih karunia Allah dengan penuh keberanian berdasarkan pengorbanan Kristus. Dengan demikian kita pun dapat memiliki pengharapan yang pasti akan kebahagiaan yang sejati di dalam Dia.

Demikianlah, Yesus Kristus merupakan satu-satunya solusi bagi segala problem dunia ini. Kedatangan-Nya ke dunia merupakan wujud kasih Allah yang sedemikian besar terhadap dunia yang berdosa. Pertanyaannya, sudahkah anda sungguh-sungguh mempercayai dan menerima-Nya? Sudahkah anda mengalami kebesaran anugerah Allah di dalam Kristus?

Pemberitaan InjilKetiga, kita harus bertindak dan melangkah keluar untuk memberitakan Injil kepada dunia yang terhilang. Kita telah mengetahui problem utama dunia ini. Kita juga telah mengetahui solusi dari problem tersebut. Maka menjadi tanggung jawab kita sekarang untuk memberitakan kabar baik itu kepada dunia. Itulah yang harus kita lakukan bila kita hendak menjangkau dunia ini dengan kasih Allah. Tanpa pemberitaan Injil tak akan ada orang yang mendengarnya, tak akan ada orang yang percaya, tak akan ada orang yang berseru kepada Tuhan, dan tak akan ada yang diselamatkan (Rom 10:13-15).

Sebab, barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan, akan diselamatkan. Tetapi bagaimana mereka dapat berseru kepada-Nya, jika mereka tidak percaya kepada Dia? Bagaimana mereka dapat percaya kepada Dia, jika mereka tidak mendengar tentang Dia. Bagaimana mereka mendengar tentang Dia, jika tidak ada yang memberitakan-Nya? Dan bagaimana mereka dapat memberitakan-Nya, jika mereka tidak diutus? Seperti ada tertulis: “Betapa indahnya kedatangan mereka yang membawa kabar baik!” (Rom 10:13-15)

Banyak orang Kristen enggan memberitakan Injil dengan berbagai alasan.

  • Ada yang menganggapnya tidak terlalu penting dan hanya akan menambah beban serta masalah. Bila anda termasuk dalam golongan ini, renungkanlah: Bagaimana seandainya Yesus Kristus juga menganggap keselamatan anda tak terlalu penting dan hanya akan menambah masalah saja? Namun tidak demikian yang terjadi. Yesus Kristus sangat peduli pada keselamatan kita, sehingga Dia rela bersusah-payah menjadi manusia dan menanggung segala beban yang seharusnya tak perlu ditanggung-Nya. Bila demikian, bagaimana mungkin kita yang mengaku diri sebagai orang Kristen, pengikut Kristus, memiliki sikap yang berkebalikan dengan-Nya?
  • Ada yang rindu memberitakan Injil, tetapi takut dihina, disalahpahami, dimusuhi, dan dianiaya. Bila anda termasuk dalam golongan ini, ingatlah bahwa Yesus Kristus telah mengalami semuanya itu bagi kita. Dia yang adalah Allah yang mahamulia rela merendahkan diri-Nya menjadi manusia hina, direndahkan, dimusuhi, dianiaya, dan bahkan disalibkan secara memalukan. Bila Dia yang adalah guru dan Tuhan kita saja rela mengalami semuanya itu, mengapa kita yang mengaku sebagai murid dan hamba-Nya tak mau mengalami semuanya itu?
  • Ada yang rindu memberitakan Injil, tetapi bingung dan tidak tahu bagaimana melakukannya. Bila anda termasuk dalam golongan ini, sadarilah bahwa Allah tak pernah mengutus hamba-hamba-Nya tanpa memperlengkapi mereka dengan segala sesuatu yang diperlukan. Dia telah memperlengkapi kita semua dengan talenta tertentu. Pergunakanlah itu sedemikian rupa sebagai sarana untuk memberitakan Injil.

Akhirnya, bertindak dan melangkahlah! Seringkali banyaknya pertimbangan justru membuat kita tak pernah bergerak maju. Kita menguatirkan segala sesuatu yang belum tentu terjadi. Karena itu, jangan tunda lagi. Mulailah sekarang dengan apa yang ada pada anda. Mulailah dari orang-orang terdekat anda, keluarga, sahabat, rekan kerja, dan tetangga anda. Juga libatkan diri anda dalam pekerjaan pelayanan di gereja. Dengan demikian anda akan semakin bertumbuh dan maju dalam pemberitaan Injil.

Kiranya kemuliaan kasih Allah semakin nyata di tengah-tengah dunia ini melalui pekerjaan pelayanan dan pemberitaan Injil yang kita lakukan! Amin.

(Artikel ini telah dibaca 1156 kali)

Tinggalkan Balasan

Copyright © Blog Pribadi Paulus Roi. All rights reserved.