Blog Pribadi Paulus Roi

Berbagi hidup dan pemikiran bagi kemuliaan Allah

Sebuah Awal Baru: Ketika Kerinduan Mengalahkan Keraguan

Awal BaruHari ini, 15 Februari 2015, akhirnya saya memutuskan untuk kembali memasuki dunia blogging. Bila anda telah mengenal saya sejak lama, anda tentu mengetahui bahwa saya telah beberapa kali membuat blog, tetapi kemudian kandas di tengah jalan karena lemahnya ketahanan saya dalam mendisiplin diri. Sejujurnya, kegagalan itu membuat saya ragu untuk memulai lagi.

Namun, menjelang akhir tahun 2014 lalu kerinduan untuk meningkatkan kemampuan menulis dan memasuki dunia blogging kembali merambati hati saya. Saya menyadari bahwa aktivitas menulis dan blogging memiliki banyak manfaat, baik bagi diri saya sendiri, orang lain, maupun pekerjaan Tuhan. Selain itu, beberapa sahabat dan kenalan juga mendorong saya untuk kembali menulis. Itulah sebabnya saya mempertimbangkan untuk kembali membuat blog.

Sejujurnya, saat saya menulis artikel ini pun, ada keraguan dan kekuatiran yang berkecamuk dalam hati saya. Pengalaman masa lalu membuat saya bertanya-tanya: Apakah saya akan dapat bertahan? Apakah saya akan dapat secara konsisten mengelola blog ini? Apakah saya akan dapat mendisiplin diri menulis?

Namun, akhirnya saya memutuskan untuk mengambil resiko kegagalan itu. Saya memutuskan untuk mencoba lagi. Dan, Inilah blog pribadi saya, tempat saya berbagi pengalaman dan pemikiran.

Ada beberapa motivasi yang mendorong saya membuat blog ini, antara lain:

Manfaat MenulisPertama, saya ingin melatih dan mendisiplin diri saya sendiri dalam menulis. Pada dasarnya saya tidak berbakat menulis. Semasa saya sekolah dulu, dari SD sampai SMU, saya hampir selalu mendapat nilai 6 dalam mengarang. Namun, saya gemar membaca dan kegemaran membaca itulah yang menimbulkan keinginan dalam diri saya untuk belajar menulis.

Selain itu, saya menyadari bahwa menulis memiliki banyak manfaat bagi diri saya sendiri, antara lain:

  • Untuk membangkitkan gairah belajar. Saya tak mungkin dapat menulis bila saya tak memiliki sesuatu untuk dituliskan. Agar saya dapat menulis dan membagikan hal-hal “baru”, saya pun harus terus belajar. Karena itu, mendisiplin diri menulis berarti juga mendisiplin diri belajar. Menulis mendorong saya belajar dan belajar mendorong saya menulis.
  • Untuk memperjelas dan mempertajam pemikiran. Sebagai seorang yang gemar membaca, pikiran saya dipenuhi dengan berbagai ide, pengetahuan, dan konsep. Namun, sebagian besar berada dalam keadaan yang relatif kabur dan berantakan. Bahkan, tanpa saya sadari, ada kalanya ada pemikiran saya yang saling berkontradiksi satu sama lain. Nah, ketika saya menulis, saya dituntut untuk merenungkan dan menata ulang semua ide, pengetahuan, dan konsep itu. Hal itu sangat bermanfaat untuk memperjelas dan mempertajam pemikiran saya sendiri.
  • Untuk mengendalikan dan menyalurkan emosi. Saya percaya bahwa kedewasaan emosi bukanlah soal kemampuan menahan emosi, melainkan soal kemampuan mengendalikan dan menyalurkan emosi secara benar dan tepat. Dan, sebagaimana pendapat para pakar Psikologi, saya percaya bahwa menulis dapat menjadi salah satu sarana yang baik untuk membantu mengendalikan dan menyalurkan emosi.

Karena itu, saya berharap blog ini dapat menjadi sarana untuk melatih dan mendisiplin diri saya sendiri dalam menulis. Untuk itu, saya memerlukan dukungan anda. Bila anda mendapati diri saya tidak memposting artikel baru pada blog ini dalam waktu lama, mohon ingatkan dan tegurlah saya. 🙂

Kedua, saya ingin berbagi pengalaman dan pemikiran serta memberi manfaat kepada lebih banyak orang. Sebagaimana telah saya singgung di atas, saya gemar membaca dan belajar banyak hal. Namun, apa gunanya semua gagasan, pengetahuan, dan konsep itu bila hanya terpenjara dalam pikiran saya sendiri? Apa gunanya semua itu bila saya tak dapat membagikannya kepada orang lain? Pada akhirnya semuanya akan terkubur bersama dengan kematian saya.

Sebagai pembicara dan pengkotbah saya memang memiliki kesempatan untuk membagikan pengalaman dan pemikiran yang saya miliki. Namun, dalam kenyataannya kesempatan itu memiliki banyak keterbatasan.

  • Dari segi waktu. Umumnya waktu yang disediakan berkisar 45-60 menit saja. Padahal, ada kalanya suatu topik memerlukan penjelasan relatif panjang untuk mendapatkan gambaran dan detail keseluruhannya.
  • Dari segi jumlah pendengar. Saya jelas bukan pembicara hebat yang banyak diundang ke sana-sini dan memiliki banyak pendengar. Seandainyapun saya pembicara terkenal seperti itu, saya tetap harus mengulang-ulang materi yang sama agar materi tersebut diketahui banyak orang. Bila demikian, kapankah saya dapat membagikan seluruh pengalaman dan pengetahuan yang saya miliki? Tentu akan ada banyak hal yang tak pernah saya bagikan hingga saya meninggal dunia.
  • Dari segi konteks pendengar. Ketika saya berkotbah, tentunya saya harus memperhatikan siapa jemaat yang sedang mendengarkan saya. Saya tak mungkin berbicara mengenai pandangan teologi “tingkat tinggi” kepada mereka yang baru bertobat atau problem pengasuhan anak kepada mereka yang masih remaja. Akibatnya, ada banyak tema yang telah saya baca dan pelajari yang tak pernah sekalipun saya bagikan kepada orang lain.

Karena itu, saya berharap blog ini dapat menjadi sarana bagi saya untuk membagikan segala pengalaman dan pemikiran yang saya miliki. Lebih daripada itu, saya berharap semua itu dapat membangun, menginspirasi, dan memberi manfaat kepada lebih banyak orang.

Ketiga, saya ingin berkomunikasi, berinteraksi, dan berelasi dengan lebih banyak orang. Sekalipun blog ini adalah blog pribadi saya, saya harap komunikasi tak hanya berlangsung satu arah saja. Saya berharap saya juga dapat berkomunikasi dan berinteraksi dengan anda yang telah berkunjung dan membaca artikel-artikel yang saya posting pada blog ini. Bahkan, alangkah baiknya bila saya juga dapat berkenalan dan berelasi dengan anda.

Bila anda berkenan, anda dapat memberikan komentar atau umpan balik berkenaan dengan artikel yang telah anda baca melalui kolom komentar yang tersedia. Selain itu, anda juga dapat menyampaikan pertanyaan, kritik, dan saran kepada saya melalui contact form yang terdapat pada halaman Jalur Kontak. Dengan demikian blog ini dapat menjadi sarana komunikasi dan interaksi yang baik antara anda dan saya.

Keempat, saya ingin memberitakan kebenaran Injil dan menyebarluaskan pengajaran serta nilai-nilai kekristenan kepada lebih banyak orang demi kemuliaan Allah. Saya, yang adalah orang berdosa dan harus menerima hukuman kekal dalam siksaan neraka, telah beroleh keselamatan secara Cuma-Cuma melalui karya penebusan Yesus Kristus di atas kayu salib. Semua itu sama sekali bukan karena usaha atau perbuatan baik yang saya lakukan, karena pada hakikatnya seluruh hidup saya telah tercemar oleh dosa yang menjijikkan di hadapan Allah. Semua itu semata-mata merupakan kasih karunia Allah yang teramat sangat besar yang dilimpahkan-Nya dalam kehidupan saya. Karena itu, sebagai seorang Kristen yang telah menerima dan mengalami kebesaran anugerah Allah itu, saya dipanggil untuk bersaksi dan memberitakan Injil Yesus Kristus di tengah-tengah dunia ini.

Selain itu, saya menyadari bahwa seiring dengan berkembangnya dunia Internet, materi-materi sampah yang mengarah kepada dosa, kesesatan, dan kefasikan juga turut tersebar semakin luas. Saya jelas tak dapat mencegah hal itu. Namun, sebagai seorang Kristen saya juga tak sepatutnya berdiam diri begitu saja. Saya mengemban tanggung jawab untuk memberitakan dan mengajarkan kebenaran firman Tuhan di tengah-tengah dunia ini, termasuk di tengah-tengah dunia Internet. Allah telah mengaruniakan kemampuan untuk membuat dan mengelola blog kepada saya, maka menjadi tanggung jawab saya untuk mempergunakan kemampuan itu bagi kemuliaan-Nya. Sekalipun kontribusi yang dapat saya berikan teramat sangat kecil dan tak berarti, saya tetap bertanggung jawab memberikannya.

Karena itu, saya berharap blog ini juga dapat menjadi sarana pemberitaan Injil dan pengajaran firman Tuhan secara online. Saya berharap saya akan dapat menyediakan sumber daya materi yang dapat dipergunakan oleh siapa saja yang ingin mempelajari kebenaran firman Tuhan. Saya juga mengizinkan siapapun mempergunakan dan membagikan artikel-artikel yang saya posting pada blog ini dalam pekerjaan pelayanan dan pemberitaan firman Tuhan. Hanya saja, saya berharap anda berkenan mempergunakannya secara bijaksana dan bertanggung jawab.

Demikianlah, saya berharap keberadaan blog ini dapat bermanfaat baik bagi diri saya sendiri maupun bagi anda yang berkunjung ke blog ini. Dan, di atas segala-galanya, kiranya nama Tuhan dimuliakan melalui keberadaan blog ini. Amin.

(Artikel ini telah dibaca 807 kali)

Tinggalkan Balasan

Copyright © Blog Pribadi Paulus Roi. All rights reserved.