Blog Pribadi Paulus Roi

Berbagi hidup dan pemikiran bagi kemuliaan Allah

Surat Terbuka Kepada Korban Gagal Aborsi

Kau mengetahui bahwa dahulu engkau hendak diaborsi oleh orangtuamu? Kau merasa sedih dan kecewa? Kau merasa sebagai anak yang tak diinginkan dan tertolak? Dan kau katakan bahwa aku tak akan pernah dapat mengerti perasaanmu karena aku bukanlah seorang anak yang pernah hendak diaborsi?

Ya, kau benar, aku memang tak dapat mengerti perasaanmu. Namun, itu bukan karena aku tak pernah hendak diaborsi, melainkan karena jalan pikiranku berbeda dengan jalan pikiranmu, sehingga perasaan yang timbul dalam batinku berbeda dengan perasaan yang timbul dalam batinmu.

Tahukah kau, aku pun pernah hendak diaborsi oleh orangtuaku. Namun, mengetahui kenyataan itu tak pernah sedikitpun membuatku sedih dan kecewa. Aku tak pernah menganggap diriku sebagai anak yang tak diinginkan. Sebaliknya, kenyataan itu justru menegaskan bahwa Allah sangat menginginkan kelahiranku di dunia ini. Karena Allah menghendaki aku lahir ke dalam dunia ini, maka percobaan aborsi itu tak berhasil.

Bukan, bukan karena aku hebat atau istimewa sehingga kelahiranku diinginkan. Kenyataannya, aku tak berbeda dengan orang-orang lainnya, penuh dengan dosa dan kebobrokan. Bahkan, cacat fisik membuat keadaanku lebih buruk daripada kebanyakan orang. Namun, Allah memiliki suatu rencana atas hidupku. Dan, sebagai orang percaya, aku yakin bahwa itu adalah rencana yang indah. Buktinya, Dia telah menarikku untuk datang dan percaya kepada Yesus Kristus, penebus hidupku, serta menerima pengampunan atas segala dosaku. Apa gunanya semua itu bila Dia bermaksud membinasakanku? Jelaslah bahwa Dia memiliki rencana dan tujuan yang baik atas hidupku. Sekali lagi, semua itu menegaskan bahwa kelahiranku ke dunia ini bukanlah suatu kebetulan yang sia-sia tanpa makna dan tujuan.

Karena itu, aku tak dapat memahami kesedihan dan kekecewaanmu itu. Izinkanlah aku menanyakan satu hal kepadamu: Sudahkah kau percaya dan menerima Yesus Kristus sebagai penebus hidupmu?

Bila belum, tak heran bila kau mengalami kesedihan, kekecewaan, dan merasakan hidup yang tak bermakna seperti itu. Apa gunanya hidup bila harus berakhir dalam kebinasaan? Lebih baik tak dilahirkan daripada harus binasa di bawah murka dan hukuman Allah yang kekal. Namun, kabar baiknya, kau dapat datang dan percaya kepada Yesus Kristus sekarang. Percayalah kepada-Nya dan terimalah Dia sebagai Tuhan dan penyelamatmu, maka segala dosamu akan diampuni dan hidupmu akan dijadikannya bermakna. Darah-Nya yang tercurah jauh lebih daripada cukup untuk menghapuskan segala dosamu dan membebaskanmu dari hidup yang sia-sia.

Bila kau, saudaraku, telah percaya kepada Kristus, mengapa kau masih merasa sedih dan kecewa? Ubahlah pola pikirmu yang keliru itu. Manusia mungkin tak menginginkan kelahiranmu, tetapi Allah menginginkannya, sehingga usaha manusia untuk melenyapkanmu digagalkan-Nya. Bukankah kasih dan penerimaan Allah jauh lebih penting daripada kasih dan penerimaan manusia? Sama seperti halnya diriku, Allah pun memiliki rencana yang indah atas hidupmu. Dia tak ingin hidupmu berakhir dengan aborsi. Dia ingin kau menggenapi rencana-Nya yang indah, sehingga kau dapat memuliakan Dia dalam seluruh hidupmu.

Akhirnya, camkanlah selalu perkataan Daud ini di dalam hatimu: “Sekalipun ayahku dan ibuku meninggalkan aku, namun TUHAN menyambut aku.” (Mzm 27:10) Kiranya kebesaran kasih karunia Allah menguasai hatimu sebagaimana kasih karunia-Nya telah menguasai hatiku. 🙂

Dalam Kristus,
Paulus Roi

(Artikel ini telah dibaca 560 kali)

Tinggalkan Balasan

Copyright © Blog Pribadi Paulus Roi. All rights reserved.