Blog Pribadi Paulus Roi

Berbagi hidup dan pemikiran bagi kemuliaan Allah

Terperangkap

TerperangkapTak pernah aku menginginkannya
Tak pernah aku mengharapkannya
Tak pernah aku mencarinya
Namun, mengapa aku memperolehnya?

Bukankah aku seorang yang bebal?
Bukankah aku seorang yang hina?
Bukankah aku seorang yang cemar?
Namun, mengapa aku dipilihnya?

Terperangkap….
Tak dapat aku menghindar
Tak dapat aku menolak
Tak dapat aku berpaling
Sungguh, aku telah terperangkap!

Dalam kasih-Nya aku tertangkap
Dalam anugerah-Nya aku terperangkap
Dalam kebaikan-Nya aku terjebak
Bagaimana aku harus bertindak?

Ah, sungguh tak dapat kupahami
Betapa panjang kesabaran-Nya terhadapku
Betapa dalam kemurahan-Nya kepadaku
Betapa limpah belas kasihan-Nya bagiku
Siapakah yang sanggup mengukurnya?

Tercenung aku dibuatnya
Termangu aku memikirkannya
Terkesima aku memandangnya
Adakah kata yang sanggup melukiskannya?

Hanya rasa syukur yang dapat kuungkapkan
Hanya pujian yang dapat kupanjatkan
Hanya pengabdian yang dapat kupersembahkan
Biarlah segala kemuliaan dan kejayaan hanya bagi Dia selama-lamanya!

Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah. Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita, bagi Dialah kemuliaan di dalam jemaat dan di dalam Kristus Yesus turun-temurun sampai selama-lamanya. Amin. (Ef 3:18-21)

(Artikel ini telah dibaca 712 kali)

Tinggalkan Balasan

Copyright © Blog Pribadi Paulus Roi. All rights reserved.