Blog Pribadi Paulus Roi

Berbagi hidup dan pemikiran bagi kemuliaan Allah

Yesus Kristus, Siapakah Dia? (Bagian 1)

Kesaksian Alkitab Mengenai Yesus KristusYesus Kristus adalah tokoh yang sangat terkenal dan kontroversial. Banyak orang menyukai dan mengagumi-Nya, tetapi tidak sedikit pula yang membenci dan menentang-Nya. Pada satu kesempatan Dia disambut dan dielu-elukan sebagai raja, tetapi pada kesempatan berikutnya Dia telah dihujat dan digantung di atas kayu salib. Itulah Yesus Kristus.

Ada banyak pendapat yang dikemukakan orang mengenai Yesus Kristus. Akan tetapi, bila kita ingin mengenal-Nya dengan baik, kita harus mendengar kesaksian dari orang-orang yang mengenal-Nya atau setidaknya pernah bertemu dan berhubungan dengan-Nya. Kita harus mendengar kesaksian dari orang-orang yang menyukai-Nya maupun dari orang-orang yang membenci-Nya. Dengan demikian kita dapat memperoleh kesaksian yang obyektif mengenai siapa Yesus Kristus sebenarnya.

Karena itu, dalam artikel ini kita akan mempelajari kesaksian dari orang-orang yang membenci dan melawan Yesus Kristus terlebih dahulu. Kemudian pada artikel berikutnya kita akan mempelajari kesaksian dari orang-orang yang menyukai dan mengikuti-Nya.

Pertama-tama, marilah kita mendengar kesaksian dari ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi. Bukankah mereka sangat membenci dan menentang Yesus? Apa yang membuat mereka membenci dan menentang Yesus? Apa pendapat mereka mengenai Yesus Kristus?

Ia menerima orang-orang berdosa dan makan bersama-sama dengan mereka. (Luk 15:2)

Itukah alasan mereka membenci dan menentang Yesus? Akan tetapi, bukankah itu adalah sesuatu yang indah? Justru hal itulah yang membuat kita mengasihi Dia. Seandainya Dia tidak mau menerima orang-orang berdosa, apakah yang akan terjadi pada kita? Kita yang adalah orang-orang berdosa pastilah binasa. Karena Dia mengasihi orang berdosa, maka kita yang adalah orang berdosa beroleh selamat. Itulah kemuliaan Injil!

Orang lain Ia selamatkan, tetapi diri-Nya sendiri tidak dapat Ia selamatkan! (Mat 27:42)

Itukah olok-olok yang mereka berikan kepada Yesus? Akan tetapi, bukankah Yesus memang bermaksud mengorbankan diri-Nya untuk menyelamatkan orang lain, yaitu kita yang adalah orang berdosa? Tidak tahukah para ahli Taurat akan hal itu? Yesus memang bermaksud menyerahkan diri-Nya menjadi korban tebusan bagi banyak orang (Mrk 10:45). Dia mati untuk menyelamatkan kita, orang-orang berdosa, dari murka dan hukuman Allah. Sungguh luar biasa kasih-Nya pada kita!

Mari kita lanjutkan dengan kesaksian dari Pontius Pilatus. Dia adalah wali negeri Yudea. Dialah yang memeriksa perkara Yesus. Dia telah berbicara dengan Yesus berhadapan muka. Bagaimana pendapatnya mengenai Yesus?

Aku tidak mendapati kesalahan apapun pada-Nya. (Yoh 19:4)

Itulah kesaksian dari orang yang telah memeriksa Yesus. Selain itu, ketika Pilatus sedang duduk di kursi pengadilan, dia mendapat pesan dari isterinya. Isi pesan itu sangat berhubungan dengan Yesus. Apakah isi pesan itu?

Jangan engkau mencampuri perkara orang benar itu, sebab karena Dia aku sangat menderita dalam mimpi tadi malam. (Mat 27:19)

Ternyata isteri Pilatus juga mengakui bahwa Yesus adalah orang benar. Baik Pilatus maupun isterinya, keduanya mengakui bahwa Yesus adalah orang benar dan tak ada kesalahan pada-Nya.

Yesus disalibkan bersama penjahat-penjahat. Penjahat-penjahat itu telah ikut memaki, mencela, dan menghina Yesus. Akan tetapi, salah seorang dari penjahat itu kemudian berpikir lebih baik dan mengubah pendapatnya mengenai Yesus. Apakah yang ia katakan mengenai Yesus?

Kita memang selayaknya dihukum, sebab kita menerima balasan yang setimpal dengan perbuatan kita, tetapi orang ini tidak berbuat sesuatu yang salah. …. Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja. (Luk 23:41-42)

Luar biasa! Penjahat itu juga mengakui bahwa kasus Yesus berbeda dengan kasusnya. Dia mengakui bahwa Yesus tak bersalah sama sekali dalam perkara-Nya. Lebih lanjut, dia mengakui bahwa Yesus akan datang sebagai raja. Sungguh mengejutkan! Orang yang semula memaki Yesus, lalu berubah pikiran memuji Yesus!

Bagaimana bila kita dengar juga kesaksian dari Yudas Iskariot. Bukankah dia adalah salah seorang dari kedua belas murid Yesus? Bukankah dia yang mengkhianati Yesus dan menjual-Nya dengan harga 30 keping uang perak? Bagaimana pendapatnya mengenai Yesus?

Aku telah berdosa karena menyerahkan darah orang yang tak bersalah. (Mat 27:4)

Yudas Iskariot juga mengakui bahwa Yesus tidak bersalah? Bila memang demikian, kita benar-benar harus menyimpulkan bahwa Yesus memang adalah orang benar, kudus, dan tak bercela. Dia sama sekali tak berbuat kesalahan. Sungguh luar biasa! Bahkan musuh-musuh-Nya pun mengakui hal itu!

Sekarang mari kita dengar kesaksian kepala pasukan Romawi. Dialah yang memimpin pelaksanaan penyaliban Yesus. Dia melihat dengan mata kepalanya sendiri bagaimana Yesus mati. Apa pendapatnya mengenai Yesus?

Sungguh, orang ini adalah Anak Allah! (Mrk 15:39)

Apa kata kepala pasukan itu? Anak Allah katanya? Hebat! Bahkan orang Romawi yang tidak mengenal Allah pun mengakui bahwa Yesus adalah Anak Allah!

Akhirnya, mari kita dengar kesaksian dari musuh Yesus yang terutama, yaitu Iblis. Apa kata Iblis mengenai Yesus?

Apa urusan-Mu dengan aku, hai Yesus, Anak Allah Yang Mahatinggi? Demi Allah, jangan siksa aku! (Mrk 5:7)

Iblis pun mengetahui dan mengakui bahwa Yesus adalah Anak Allah. Itulah sebabnya dia takut dan gemetar menghadapi Yesus. Fakta ini sungguh luar biasa!

Berdasarkan semua kesaksian di atas kita dapat menarik beberapa kesimpulan:

  1. Yesus Kristus adalah orang benar. Dia kudus dan tak bercela. Sama sekali tak ada kesalahan pada-Nya.
  2. Yesus Kristus bukanlah manusia biasa. Dia adalah Anak Allah.
  3. Yesus Kristus mengasihi dan menerima kita, orang-orang berdosa. Bahkan, Dia rela mati menjadi korban tebusan bagi kita agar kita terbebas dari murka dan hukuman Allah.

Pertanyaannya sekarang, sudahkah anda percaya dan menerima Dia sebagai Tuhan dan juruselamat anda? Bila belum, datanglah kepada-Nya sekarang dan percayalah! Tangan-Nya terbuka lebar untuk menyambut anda.

Biarlah segala pujian dan hormat dan kuasa dan kemuliaan bagi Dia selama-lamanya! Amin.

(Artikel ini telah dibaca 774 kali)

2 Komentar

Tambahkan komentar

Tinggalkan Balasan

Copyright © Blog Pribadi Paulus Roi. All rights reserved.