Blog Pribadi Paulus Roi

Berbagi hidup dan pemikiran bagi kemuliaan Allah

Yesus Kristus, Siapakah Dia? (Bagian 2)

Kesaksian Alkitab mengenai Yesus KristusDalam artikel sebelumnya kita telah mempelajari kesaksian orang-orang yang membenci dan melawan Yesus Kristus. Walaupun mereka membenci dan melawan Yesus, mereka mengakui bahwa Yesus adalah orang yang penuh kasih, orang yang benar, dan bahkan Anak Allah. Untuk melengkapi penyelidikan kita, dalam artikel ini kita akan mempelajari kesaksian orang-orang yang mengasihi dan mengikuti Yesus.

Pertama-tama, marilah kita mendengar kesaksian Yohanes pembaptis. Dia adalah pengkotbah padang gurun yang datang mendahului Yesus dan mempersiapkan jalan bagi Yesus. Dia adalah nabi terakhir dalam era Perjanjian Lama. Apa katanya mengenai Yesus?

Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia. Dialah yang kumaksud ketika kukatakan: Kemudian dari padaku akan datang seorang, yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku. (Yoh 1:29-30)

Yohanes pembaptis menyebut Yesus dengan julukan “Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia”. Apakah maksudnya itu? Semua orang Yahudi yang mendengar perkataan Yohanes pembaptis pastilah mengerti apa maksudnya. Ya, julukan itu berarti bahwa Yesus adalah Mesias yang telah dijanjikan Allah sebelumnya dalam Perjanjian Lama. Dia adalah juruselamat dunia. Sungguh indah kesaksian Yohanes pembaptis ini! Kesaksiannya meneguhkan iman kita.

Akan tetapi, kesaksian Yohanes pembaptis ternyata tidak berhenti di situ. Dia mengatakan bahwa Yesus telah mendahului dia dan telah ada sebelum dia. Bagaimana mungkin hal itu terjadi? Bukankah Yohanes pembaptislah yang lahir lebih dulu daripada Yesus? Mengapa dia mengatakan bahwa Yesus telah ada sebelum dirinya?

Rupanya ada satu fakta luar biasa yang diketahui Yohanes pembaptis mengenai Yesus Kristus. Yohanes pembaptis tahu bahwa Yesus bukan sekedar manusia biasa, tetapi Dia adalah Allah yang kekal. Keberadaan-Nya tidak dimulai sejak kelahiran-Nya ke dunia, melainkan sejak kekekalan. Sungguh luar biasa kesaksian Yohanes pembaptis ini! Dia telah menyingkapkan suatu rahasia besar bahwa Yesus Kristus adalah Allah yang kekal.

Mari kita lanjutkan dengan kesaksian dari Petrus. Dia adalah salah satu murid Yesus yang sangat bersemangat. Dia telah mengikut Yesus sejak awal pelayanan-Nya di bumi. Dia bersama Yesus ketika Yesus dimuliakan di atas gunung. Dia pula yang telah menyangkal Yesus tiga kali. Apa katanya mengenai Yesus Kristus?

Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup! (Mat 16:18)

Jadi seluruh kaum Israel harus tahu dengan pasti, bahwa Allah telah membuat Yesus, yang kamu salibkan itu, menjadi Tuhan dan Kristus. (Kis 2:36)

Seperti halnya Yohanes pembaptis, Petrus juga mengakui bahwa Yesus adalah Mesias yang telah dijanjikan Allah sebelumnya. Dia juga mengakui keilahian Yesus dengan menyebut-Nya “Anak Allah”. Ya, Petrus mengakui bahwa Yesus adalah Tuhan dan Kristus!

Murid lain yang sangat dekat dengan Yesus adalah Yohanes. Dialah yang duduk di samping Yesus saat perjamuan malam terakhir. Dia tentu mengenal Yesus lebih banyak daripada murid-murid lainnya. Kesaksian-Nya mengenai Yesus dapat kita baca dalam kitab Injil yang ditulisnya. Perhatikanlah bagaimana ia memulai kitabnya itu.

Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan. (Yoh 1:1-3)

Matius hanya merunut silsilah Yesus sampai Abraham, Lukas merunut silsilah Yesus sampai Adam, tetapi Yohanes dengan satu goresan penanya langsung merunut asal-muasal Yesus sampai kekekalan. Yohanes mengetahui bahwa Yesus adalah Allah. Dia sudah ada sebelum segala sesuatu ada. Bersama Bapa, Dia turut dalam penciptaan seluruh alam semesta. Dengan demikian Yohanes meneguhkan keilahian Yesus.

Bagaimana bila kita dengar juga kesaksian dari murid Yesus yang lain, yaitu Tomas. Di antara kesebelas murid Yesus, dialah yang terakhir melihat Yesus yang bangkit. Sebelumnya dia meragukan kesaksian murid-murid lainnya. Dia mengatakan bahwa sebelum dia melihat bekas paku pada tangan Yesus dan mencucukkan jarinya pada bekas paku itu, dia tidak mau percaya. Akan tetapi, akhirnya Yesus pun menampakkan diri kepadanya. Apa katanya begitu dia melihat Yesus?

Ya Tuhanku dan Allahku! (Yoh 20:28)

Sungguh kesaksian yang sangat gamblang! Tomas mengakui bahwa Yesus adalah Tuhan dan Allah. Dia mengakui keilahian dan kedaulatan Yesus. Tak ada keraguan lagi mengenai kebenaran itu!

Satu orang lagi yang tak boleh kita abaikan, yaitu Paulus. Dahulu, sebelum berjumpa dengan Yesus, dia adalah orang Farisi yang sangat bersemangat menganiaya jemaat Tuhan. Akan tetapi, setelah dia berjumpa dengan Yesus, hidupnya berubah total. Dia menjadi orang yang paling bersemangat memberitakan Injil Yesus Kristus. Lebih dari separuh kitab Perjanjian Baru diisi oleh surat-suratnya. Bila kita membaca surat-suratnya itu, kita akan mendapati bahwa dia berulang kali menyebut Yesus sebagai Tuhan.

Sebab bukan diri kami yang kami beritakan, tetapi Yesus Kristus sebagai Tuhan, dan diri kami sebagai hambamu karena kehendak Yesus. (2 Kor 4:5)

Itulah kesaksian Paulus mengenai Yesus. Kesaksian itu bergema di setiap bagian suratnya.

Sekarang mari kita melangkah lebih jauh. Mari kita dengarkan kesaksian para malaikat mengenai Yesus. Mereka tidak mungkin berdusta atau memberi kesaksian palsu. Lebih daripada itu, mereka tentu lebih tahu siapa Yesus yang sebenarnya. Karena itu, mari kita dengarkan kesaksian mereka sungguh-sungguh.

Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa: Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud. (Luk 2:10-11)

Itulah kesaksian malaikat Tuhan segera setelah kelahiran Yesus. Kesaksiannya tidak berbeda dengan kesaksian para murid Yesus. Malaikat itu juga menyebut Yesus sebagai juruselamat, Kristus, dan Tuhan. Semua ini jelas membuktikan bahwa Yesus memanglah Mesias yang dijanjikan, juruselamat dunia, dan Tuhan yang berdaulat!

Demikianlah, berdasarkan semua kesaksian di atas kita dapat menyimpulkan:

  1. Yesus Kristus adalah Mesias dan juruselamat yang telah dijanjikan Allah sebelumnya dalam Perjanjian Lama. Seluruh karya-Nya, dari kelahiran, kematian, kebangkitan, kenaikan, hingga kedatangan-Nya kembali kelak merupakan penggenapan nubuat Perjanjian Lama mengenai Mesias.
  2. Yesus Kristus adalah Tuhan yang berdaulat dan berkuasa. Segala kuasa baik di sorga maupun di bumi ada dalam tangan-Nya.
  3. Yesus Kristus adalah Allah. Dia ada dari kekal hingga kekal.

Akhirnya, marilah kita sujud menyembah di hadapan-Nya, mengakui dan menerima-Nya sebagai Tuhan dan juruselamat kita, serta hidup dalam ketaatan penuh kepada-Nya. Segala pujian dan hormat dan kuasa dan kemuliaan bagi Dia selama-lamanya! Amin.

(Artikel ini telah dibaca 790 kali)

Tinggalkan Balasan

Copyright © Blog Pribadi Paulus Roi. All rights reserved.