Blog Pribadi Paulus Roi

Memperlengkapi Orang-orang Percaya dalam Kebenaran, Kasih, dan Pekerjaan Baik

Berlangganan Email

Ingin berlangganan artikel blog ini? Silahkan masukkan nama depan dan alamat email Anda pada form di bawah ini.

Nama depan:
Alamat email:

Mengapa Beruang Tumbuh Besar?

Seekor beruang yang bertubuh besar sedang menunggu seharian dengan sabar di tepi sebuah sungai. Sejak pagi dia berdiri di sana sambil terus mencoba meraih ikan yang meloncat keluar air. Namun, tak satu pun ikan yang berhasil dia tangkap, karena waktu itu memang bukan musim ikan.

Setelah berkali-kali mencoba, akhirnya… hup… dia pun dapat menangkap seekor ikan kecil.

Ikan yang tertangkap itu menjerit-jerit ketakutan. Ikan kecil itu meratap pada sang beruang, “Wahai beruang, tolong lepaskan aku.”

“Mengapa aku harus melepaskanmu?” tanya sang beruang.

“Tidakkah kau lihat, aku ini terlalu kecil, bahkan bisa lolos lewat celah-celah gigimu,” rintih ikan kecil itu.

“Memangnya kenapa?” tanya beruang lagi.

“Begini saja, tolong kembalikan aku ke sungai. Setelah beberapa bulan aku pasti akan tumbuh menjadi ikan yang besar. Pada waktu itu kau dapat menangkapku lagi dan memakanku untuk memenuhi seleramu,” kata ikan.

“Wahai ikan, tahukah kau mengapa aku dapat tumbuh besar seperti ini?” tanya beruang.

“Mengapa?” ikan balas bertanya sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.

“Karena aku tak pernah menyerah dan tak pernah melepaskan keberuntungan yang telah aku genggam, tak peduli seberapa kecilnya keberuntungan itu!” jawab beruang sambil tersenyum mantap.

“Ooops!” teriak ikan kecil itu.

* * * * *

Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat. Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan. (Efesus 5:15-17)

Sesungguhnya, Allah telah memberi Anda banyak peluang dan kesempatan dalam hidup ini — dalam urusan iman dan pertumbuhan rohani, dalam urusan keluarga dan persahabatan, dalam urusan pendidikan dan pekerjaan, dan sebagainya. Persoalannya, apakah Anda mau membuka mata Anda dan mempergunakan setiap kesempatan itu dengan baik?

Bila Anda tidak mau membuka mata Anda, bila Anda menganggap sepele setiap kesempatan yang ada, dan bila Anda tidak mau mempergunakan setiap kesempatan itu dengan baik, maka kesempatan itu akan berlalu dan hilang begitu saja. Pada akhirnya hal itu hanya akan mendatangkan penyesalan yang tak berguna dalam hati Anda. Anda mungkin akan berkata: “Oh, seandainya saja aku tidak menyia-nyiakan kesempatan itu…. Seandainya saja aku mempergunakan kesempatan itu dengan baik….” Namun, semuanya sudah terlambat dan tak ada apapun yang dapat Anda lakukan untuk memperoleh kesempatan itu lagi.

Karena itu, bukalah mata Anda lebar-lebar. Perhatikan dan sadarilah setiap kesempatan yang telah Allah karuniakan kepada Anda. Hargailah setiap kesempatan, tak peduli seberapa kecilnya itu. Pergunakanlah setiap kesempatan dengan baik dan berlakulah bijaksana seturut kehendak Allah.

Ingatlah, kesempatan besar sering tersamar dalam kesempatan-kesempatan kecil. Atau lebih tepatnya, kesempatan-kesempatan besar terbentuk dari kesempatan-kesempatan kecil yang dipergunakan dengan baik. Mereka yang senantiasa menghargai dan mempergunakan setiap kesempatan kecil dengan baik, mereka sajalah yang akan mengenali datangnya kesempatan besar.

Kiranya Allah, oleh hikmat-Nya dalam Yesus Kristus, Tuhan kita, senantiasa membimbing dan menolong kita untuk menjalani hidup kita secara bijaksana. Amin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This blog is presented by Paulus Roi. Copyright © 2018 All right reserved.