Blog Pribadi Paulus Roi

Memperlengkapi Orang-orang Percaya dalam Kebenaran, Kasih, dan Pekerjaan Baik

Berlangganan Email

Ingin berlangganan artikel blog ini? Silahkan masukkan nama depan dan alamat email Anda pada form di bawah ini.

Nama depan:
Alamat email:

Ingatlah Istri Lot!

Ingatlah akan isteri Lot! (Lukas 17:32)

Perkataan ini diucapkan Yesus Kristus ketika Dia sedang berbicara tentang kedatangan-Nya yang kedua kali, di mana kedatangan-Nya itu akan terjadi secara tiba-tiba dan tanpa diduga-duga. Lebih buruknya, kedatangan-Nya itu akan disertai dengan hukuman yang dahsyat atas penduduk bumi yang tidak siap menyambut-Nya, yaitu mereka yang mengasihi dunia dan tidak sungguh-sungguh merindukan kedatangan-Nya. Dalam konteks inilah Dia memperingatkan murid-murid-Nya — ya, murid-murid-Nya yang mengikuti-Nya, bukan orang-orang Farisi yang secara terang-terangan menentang-Nya —, supaya mereka mengingat istri Lot.

Apakah artinya itu? Artinya, Yesus mengetahui bahwa di antara orang-orang yang mengikuti-Nya, ada orang-orang yang tidak sungguh-sungguh mempercayai dan mengasihi-Nya. Mereka lebih mengasihi dunia daripada Dia. Mereka tidak siap menyambut kedatangan-Nya, sehingga mereka akan ditimpa hukuman yang dahsyat pada hari kedatangan-Nya. Karena itu, Dia memperingatkan mereka supaya mereka mengingat istri Lot dan menarik pelajaran darinya.

Secara garis besar ada 3 hal yang akan saya bahas dalam artikel ini sehubungan dengan istri Lot, yaitu:

  1. Potensi religius yang dimilikinya,
  2. Dosa yang diperbuatnya, dan
  3. Hukuman yang diterimanya.

Potensi Religius yang Dimilikinya

Pada zaman Abraham pengenalan yang benar akan Allah merupakan sesuatu yang sangat langka. Tidak ada Kitab Suci, tidak ada pendeta, dan tidak ada gereja. Kurang lebih 350 tahun Allah berdiam diri sejak peristiwa air bah. Karena itu, tak mengherankan bila seluruh penduduk dunia berada dalam kegelapan rohani, penyembahan berhala, takhayul, dan dosa. Hanya Abraham dan keluarganya saja yang beroleh kasih karunia dan mengenal Allah yang benar.

Namun, dibandingkan dengan seluruh penduduk dunia pada zamannya, istri Lot berada dalam keadaan yang jauh lebih baik. Setidaknya ada 3 hal yang memungkinkan dia mengenal dan mempercayai Allah yang benar, antara lain:

1. Dia bersuami orang beriman.

Kita tidak tahu siapa nama istri Lot, dari mana dia berasal, dan kapan Lot menikahinya. Namun, kita tahu bahwa dia telah menikah dan tinggal bersama Lot, seorang yang beriman kepada Allah (2Ptr 2:7-8), selama bertahun-tahun. Karena itu, dia tentu mengetahui iman Lot kepada Allah. Dia tentu telah mendengar doa-doa dan keluhan-keluhan Lot atas kebobrokan penduduk Sodom. Hal itu membuka kesempatan baginya untuk mengenal dan mempercayai Allah yang benar.

2. Dia telah mengalami pertolongan Allah.

Ketika Lot dan keluarganya ditawan oleh Kedorlaomer, Abraham datang, mengalahkan Kedorlaomer, dan menyelamatkan mereka hanya dengan 318 orang pasukan (Kej 14:12-16). Hal itu dapat terjadi semata-mata karena penyertaan dan pertolongan Allah atas Abraham. Itulah sebabnya Abraham memberikan sepersepuluh dari hasil jarahan perang kepada Allah (Kej 14:18-20). Istri Lot, yang juga ditawan bersama Lot, tentu melihat, mengetahui, dan menyadari semuanya itu. Lagi-lagi, hal itu membuka kesempatan baginya untuk memikirkan siapakah Allah Abraham yang begitu dahsyat itu dan menaruh kepercayaannya sepenuhnya kepada-Nya.

3. Dia telah mendengar peringatan malaikat Tuhan.

Ketika malaikat-malaikat memberitahu Lot bahwa Tuhan akan segera memusnahkan kota Sodom beserta semua penduduknya (Kej 19:12-13), istri Lot tentu turut mendengarnya. Bersama-sama dengan Lot dan anak-anaknya, dia juga didesak dan dituntun oleh malaikat-malaikat itu ke luar kota Sodom. Dia juga mendengar malaikat-malaikat itu memerintahkan mereka berlari dan melarang mereka menoleh ke belakang (Kej 19:16-17). Ya, dia telah merasakan tangannya ditundun oleh malaikat dan mendengar perkataan malaikat-malaikat itu dengan telinganya sendiri. Hal itu lebih dari cukup untuk memperingatkannya bahwa bencana yang mengerikan akan segera menimpa Sodom.

Namun, apakah semua itu membuat istri Lot percaya kepada Allah dan memperhatikan peringatan yang diberikan-Nya? Tidak! Secara lahiriah dia mungkin mengikuti iman suaminya, tetapi hatinya tidak sungguh-sungguh percaya dan mengasihi Allah. Karena itu, dia meninggal tanpa iman, tanpa pertobatan, dan tanpa kasih karunia Allah.

Hal ini memberikan sebuah pelajaran bagi kita: Memiliki keluarga Kristen, memeluk agama Kristen, bergabung dengan gereja Kristen, mengikuti ibadah-ibadah Kristen, dan mengalami kuasa Allah yang luar biasa tidak serta-merta membuat seseorang menjadi orang Kristen sejati. Semua itu tidak menjamin keselamatan bagi siapapun! Tentu saja, semua itu adalah hal yang sangat penting dan sangat berharga, tetapi itu saja tidak akan dapat menyelamatkan kita. Kita harus memiliki iman dan kasih yang sungguh-sungguh kepada Allah di dalam hati kita. Kita harus mengalami kasih karunia Allah yang melahirbarukan kita!

Karena itu, jangan puas dan jangan sombong bila Anda memiliki dan mengalami segala bentuk agama lahiriah. Periksa dan pastikanlah bahwa Anda sungguh-sungguh telah memiliki iman, pertobatan, dan kasih kepada Allah di dalam hati Anda. Bila tidak, agama lahiriah yang Anda miliki justru akan menjadi dasar penghakiman Allah untuk membinasakan Anda!

Dosa yang Diperbuatnya

Malaikat Tuhan telah memerintahkan supaya keluarga Lot lari dari Sodom dan tidak menoleh ke belakang (Kej 19:17). Istri Lot mendengar perintah itu dengan telinganya sendiri. Namun, apa yang diperbuatnya? Ketika Tuhan menurunkan hujan belerang dan api untuk menunggangbalikkan Sodom dan Gomora, istri Lot justru menoleh ke belakang (Kej 19:24-26).

Banyak orang mungkin menganggap perbuatan istri Lot itu sebagai hal yang sangat sepele. Namun, Allah tidak menganggapnya demikian. Allah melihat jauh ke kedalaman hatinya dan Dia mengetahui apa yang tersembunyi di balik pandangan istri Lot itu.

1. Hal itu mengungkapkan ketidakpeduliannya kepada firman Allah.

Istri Lot tidak hanya mendengar perintah malaikat Tuhan itu dengan telinganya sendiri, tetapi dia pasti juga memahami perintah itu dengan sangat baik, karena perintah itu disampaikan dengan sangat jelas. Namun, istri Lot tetap melanggarnya. Pertanyaannya, mengapa dia berbuat demikian? Apakah karena dia melupakannya? Bagaimana dia dapat melupakan perintah sepenting dan setegas itu?

Saya kira jawabannya jelas: Karena dia tidak menganggap perintah itu sebagai perintah yang penting. Sebaliknya, dia menganggapnya sebagai perintah yang sepele, yang dapat dilupakannya begitu saja. Ya, dia tidak sungguh-sungguh mempedulikan perintah itu! Itulah yang menyebabkan dia melanggarnya begitu saja.

Bukankah banyak orang bersikap sama seperti istri Lot ketika mereka mendengarkan firman Tuhan? Telinga mereka mendengar, tetapi hati dan pikiran mereka mengembara ke segala tempat. Mereka tidak berusaha mencatat dan mengingat firman Tuhan yang mereka dengar. Mengapa? Karena pada dasarnya mereka tidak peduli pada firman Tuhan. Bagi mereka, firman Tuhan sama sekali tidak penting untuk dicatat dan diingat! Karena itu, tak mengherankan bila mereka melupakan firman Tuhan segera setelah firman Tuhan selesai disampaikan.

Bila Anda termasuk dalam golongan ini, bertobatlah sebelum Allah menghajar Anda!

2. Hal itu mengungkapkan ketidakpercayaannya kepada Allah.

Selain mengungkapkan ketidakpeduliannya pada firman Allah, ketidaktaatan istri Lot itu juga mengungkapkan ketidakpercayaannya kepada Allah. Dia mungkin mengingat pesan malaikat Tuhan itu, tetapi dia ragu-ragu dan bertanya: “Apakah Allah sungguh-sungguh akan menghancurkan Sodom sebagaimana dikatakan oleh malaikat Tuhan itu? Bagaimana bila ternyata tidak terjadi apa-apa di Sodom? Bukankah aku akan mengalami kerugian bila aku lari meninggalkan Sodom?” Karena itu, dia menoleh ke belakang untuk melihat apa yang sedang terjadi dan Allah menghukumnya atas ketidakpercayaannya itu.

Bukankah banyak orang bersikap sama seperti istri Lot ketika mereka mendengar berita Injil? Injil telah memperingatkan mereka bahwa Allah akan segera membinasakan dunia yang berdosa ini. Injil telah mendesak mereka untuk meninggalkan segala dosa mereka, mengarahkan perhatian kepada Yesus Kristus, dan berpegang teguh dalam iman kepada-Nya. Namun, sekalipun mereka mengaku sebagai orang Kristen, mereka tidak sungguh-sungguh percaya pada berita Injil. Sekalipun bibir mereka berkata “amin”, hati mereka bertanya dalam keragu-raguan: “Di manakah janji tentang kedatangan-Nya itu? Sebab sejak bapa-bapa leluhur kita meninggal, segala sesuatu tetap seperti semula, pada waktu dunia diciptakan.” (2Ptr 3:4)

Bila Anda termasuk dalam golongan ini, waspada dan ingatlah: Allah tidak berkenan atas ketidakpercayaan yang ditujukan kepada-Nya, sekecil apapun ketidakpercayaan itu!

3. Hal itu mengungkapkan kecintaannya pada dunia.

Kecintaan pada dunia, itulah akar dari ketidaktaatan istri Lot. Dia tidak dapat meninggalkan keluarga besarnya, sahabat-sahabatnya, kekayaannya, popularitasnya, dan segala sesuatu yang dimilikinya di Sodom begitu saja. Sekalipun tubuhnya berada di luar kota Sodom, hatinya tetap berada di sana. Itulah sebabnya dia menoleh ke belakang.

Sekali lagi, bukankah banyak orang bersikap sama seperti istri Lot berkenaan dengan kecintaannya pada dunia? Mereka ingin jiwa mereka diselamatkan, tetapi mereka enggan melepaskan segala kesenangan dunia ini. Secara lahiriah mereka beribadah kepada Allah, tetapi sesungguhnya hati mereka menyembah Mamon. Bagi mereka, Allah hanyalah alat untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan! Bila Allah tidak memberikan apa yang mereka inginkan, mereka tidak akan segan-segan menyingkirkan Allah dari hidup mereka! Sungguh celaka orang-orang yang demikian!

Bila Anda termasuk dalam golongan ini, sadarilah bahwa sesungguhnya Anda bukanlah sahabat Allah, melainkan musuh-Nya yang akan menerima murka-Nya (bd. Yak 4:4; 1Yoh 2:15). Karena itu, segeralah bertobat sebelum terlambat!

Perhatikanlah, istri Lot bukan pembunuh, bukan pezinah, bukan pencuri, bukan pendusta. Sebaliknya, secara lahiriah dia nampak seperti orang beriman. Namun, Allah melihat hatinya yang mencintai dunia, yang meragukan Allah, dan yang meremehkan firman Allah, sehingga Allah membinasakannya.

Karena itu, berhati-hatilah terhadap iman yang setengah hati. Berhati-hatilah terhadap motivasi yang tidak murni dalam mengikut Kristus. Berhati-hatilah terhadap kecintaan pada dunia dan ingatlah perkataan Yesus: “Setiap orang yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah.” (Luk 9:62)

Hukuman yang Diterimanya

Sebagai hukuman atas ketidaktaatannya, Allah mengubah istri Lot menjadi tiang garam (Kej 19:26). Hukuman itu terjadi begitu saja, secara tiba-tiba, dan tanpa diduga-duga. Tak ada peringatan, tak ada teguran, dan tak ada kesempatan sedetik pun untuk bertobat. Lebih-lebih, hal itu terjadi oleh campur-tangan langsung dari Allah yang murka. Sungguh, itu merupakan akhir yang sangat mengerikan dan tanpa harapan!

Namun, mengapa Allah menjatuhkan hukuman yang begitu keras? Apa yang dapat kita ketahui tentang Allah dari hukuman-Nya atas istri Lot itu?

1. Hukuman itu menyatakan kebencian Allah terhadap dosa.

Allah adalah kasih. Karena kasih-Nya, Dia telah memberikan Yesus Kristus untuk mati bagi keselamatan setiap orang yang percaya kepada-Nya. Itu benar. Namun, ingatlah bahwa Dia juga adalah Allah yang kudus dan sangat membenci dosa. Dia tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan oleh orang-orang yang, sekalipun mengaku percaya, tetap mencintai dunia dan berkubang dalam dosa (Gal 6:7-8). Karena itu, jangan sesat! Ingatlah, tidak ada dosa yang sepele di hadapan Allah, karena setiap dosa merupakan penghinaan dan pemberontakan terhadap Allah. Dosa yang paling Anda sepelekan seringkali menjadi dosa yang paling berpotensi membinasakan Anda!

2. Hukuman itu menyatakan kekerasan Allah terhadap orang tak percaya.

Allah itu murah hati dan panjang sabar. Itu benar. Namun, ingatlah bahwa kemurahan dan kesabaran-Nya itu dimaksudkan untuk menuntun orang kepada pertobatan (Rom 2:4-5). Jangan menyalahgunakan kesabaran dan kemurahan-Nya itu untuk berkubang dalam dosa dan menunda-nunda pertobatan, atau Anda akan menerima kekerasan-Nya! Sebagaimana dikatakan oleh Augustinus: “Allah telah menjanjikan pengampunan bagi pertobatan anda, tetapi Dia tidak menjanjikan hari esok bagi penundaan anda.” Karena itu, perhatikanlah kekerasan Allah dan pastikanlah Anda tetap berada di dalam kemurahan-Nya (Rom 11:22)!

Akhirnya, ingatlah bahwa agama lahiriah tidak menjamin keselamatan jiwa Anda. Ingatlah bahwa kecintaan pada dunia, ketidakpercayaan pada Allah, dan ketidakpeduliaan pada firman-Nya akan mencelakakan jiwa Anda. Ingatlah bahwa Allah sangat benci terhadap dosa dan sangat keras terhadap orang-orang tak percaya. Karena itu, periksa dan pastikanlah bahwa Anda sungguh-sungguh telah percaya kepada Yesus Kristus, mengasihi dia di dalam jiwa Anda, dan jangan pernah menoleh ke belakang. Ingatlah istri Lot!

Kiranya Allah, oleh kasih karunia-Nya yang penuh kuasa di dalam Yesus Kristus, senantiasa menjaga kita di dalam jalan kebenaran-Nya. Amin.

Pertanyaan: Pelajaran apa lagi yang Anda tarik dari kehidupan istri Lot? Silahkan bagikan pendapat Anda melalui kolom komentar di bawah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This blog is presented by Paulus Roi. Copyright © 2018 All right reserved.