Blog Pribadi Paulus Roi

Memperlengkapi Orang-orang Percaya dalam Kebenaran, Kasih, dan Pekerjaan Baik

Berlangganan Email

Ingin berlangganan artikel blog ini? Silahkan masukkan nama depan dan alamat email Anda pada form di bawah ini.

Nama depan:
Alamat email:

Jaminan Keselamatan Domba Kristus

“Apakah orang percaya sejati dapat meninggalkan imannya, kehilangan keselamatannya, dan akhirnya mengalami kebinasaan kekal?” Pertanyaan ini telah membingungkan banyak orang Kristen dan menimbulkan pertentangan di sepanjang sejarah kekristenan. Sebagian orang berpendapat bahwa orang percaya sejati, oleh kebebasannya, dapat meninggalkan imannya dan kehilangan keselamatannya. Namun, sebagian yang lain berpentapat bahwa orang percaya sejati, oleh pemeliharaan Allah, tidak mungkin meninggalkan imannya dan kehilangan keselamatannya. Pertanyaannya, pandangan manakah yang lebih dapat dipertanggungjawabkan berdasarkan Alkitab?

Setelah mempelajari berbagai argumentasi yang diajukan oleh masing-masing pihak, saya berpendapat bahwa pandangan kedua, bahwa orang percaya sejati tidak mungkin meninggalkan imannya dan kehilangan keselamatannya, lebih dapat dipertanggungjawabkan berdasarkan Alkitab. Tentu saja, dibutuhkan suatu pembahasan yang sangat panjang untuk menjawab dan menguraikan semua argumentasi itu secara komprehensif. Walaupun demikian, tanpa bermaksud mengabaikan argumentasi-argumentasi lainnya, pada artikel ini saya akan meninjau persoalan itu berdasarkan perkataan Yesus dalam Yohanes 10:27-30 dan menunjukkan bahwa pandangan kedua lebih dapat dipertanggungjawabkan.

Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku, dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku. Bapa-Ku, yang memberikan mereka kepada-Ku, lebih besar dari pada siapapun, dan seorangpun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa. Aku dan Bapa adalah satu. (Yohanes 10:27-30)

Berdasarkan perkataan Yesus itu, saya akan meninjau kedua pandangan di atas dari 3 hal, yaitu:

  1. Karakteristik domba-domba Kristus,
  2. Karakteristik hidup yang Kristus karuniakan kepada mereka, dan
  3. Karakteristik Gembala yang memelihara mereka.

Karakteristik Domba-domba Kristus

Dalam Yohanes 10 Yesus menyebut umat-Nya, yaitu orang-orang percaya sejati, sebagai “domba-domba-Ku”. Mereka adalah orang-orang yang secara khusus diberikan Bapa kepada-Nya (ay. 29a) dan yang ditebus dengan nyawa-Nya sendiri (ay. 11, 15). Mereka memiliki karakteristik-karakteristik tertentu yang membedakannya dari orang-orang tak percaya, baik yang tak percaya secara terang-terangan maupun yang tak percaya secara tersembunyi. Dalam Yohanes 10:27 Yesus menyebutkan karakteristik-karakteristik mereka sebagai berikut:

  1. Mereka mendengarkan suara-Nya.

“Mendengarkan” yang Yesus maksudkan di sini bukan sekedar mendengarkan dengan telinga jasmani, tetapi lebih daripada itu, “mendengarkan” yang Dia maksudkan adalah mendengarkan dengan penuh kerinduan, perhatian, pemahaman, kepercayaan, dan ketundukan. Mereka yang tidak termasuk dalam kawanan domba Kristus mungkin mendengarkan suara-Nya dengan telinga jasmani mereka, tetapi mereka tidak akan mendengarkannya dengan sikap yang demikian. Mereka mungkin mendengarkan perkataan-Nya, tetapi mereka tidak akan memahami dan mempercayai perkataan-Nya itu dengan sungguh-sungguh di dalam hati mereka. Itulah yang terjadi pada orang-orang Yahudi yang sedang bercakap-cakap dengan Yesus (bd. Ay. 24-26).

Namun, tidak demikian halnya dengan domba-domba Kristus. Mereka tidak hanya mendengarkan suara-Nya secara sambil lalu, tetapi mereka mendengarkannya dengan penuh kerinduan dan perhatian. Mereka mengenal suara-Nya, memahami maksud-Nya, mempercayai janji-Nya, dan menuruti perintah-Nya (bd. Ay. 3-4). Lebih daripada itu, mereka dapat membedakan suara-Nya dari suara-suara asing yang mereka dengar. Ketika mereka mendengar suara asing, mereka tidak akan mau mengikutinya. Sebaliknya, mereka justru akan lari menjauhinya (bd. Ay. 5, 8). Namun, ketika mereka mendengar suara Kristus, mereka akan segera datang dan mengikuti-Nya.

  1. Mereka dikenal oleh-Nya.

Pengenalan yang dimaksudkan oleh Yesus di sini bukanlah pengenalan yang bersifat intelektual, melainkan pengenalan yang bersifat relasional. Secara intelektual Yesus tentu mengenal semua orang tanpa terkecuali, karena Dia adalah Allah yang mahatahu. Walaupun demikian, tidak semua orang memiliki relasi pribadi dengan Dia. Sebagian orang secara terang-terangan menolak dan memusuhi-Nya. Sebagian yang lain mungkin nampak dekat dengan-Nya dan menyerukan nama-Nya dengan bibir mereka, tetapi mereka tidak sungguh-sungguh memiliki persekutuan pribadi dengan-Nya. Karena itu, Yesus mengatakan bahwa Dia tidak mengenal mereka (Mat 7:22-23).

Namun, tidak demikian halnya dengan domba-domba Kristus. Mereka tidak hanya dekat dengan-Nya secara fisik dan menyerukan nama-Nya dengan bibir mereka, tetapi juga memiliki persekutuan dengan-Nya secara pribadi. Mereka mengasihi-Nya dan menikmati keberadaan-Nya. Karena itu, Yesus mengatakan bahwa Dia mengenal mereka, bukan hanya secara intelektual, tetapi juga secara relasional.

  1. Mereka mengikuti-Nya.

Domba-domba Kristus akan selalu mengikuti Kristus ke manapun Dia pergi. Mereka tidak peduli ke mana Kristus akan menuntun mereka, karena mereka telah menaruh kepercayaan mereka sepenuhnya kepada-Nya. Sekalipun ada kalanya mereka harus melewati lembah yang kelam, mereka tidak kuatir, karena mereka tahu dengan pasti bahwa Kristus tidak akan pernah menyesatkan dan membawa mereka kepada kebinasaan. Sebaliknya, Dia pasti menuntun mereka di jalan yang benar menuju hidup yang kekal.

Demikianlah, domba-domba Kristus, yaitu orang-orang percaya sejati, adalah mereka yang senantiasa memperhatikan perkataan Kristus, bersekutu dengan-Nya secara pribadi, dan mengikuti-Nya ke manapun Dia menuntun mereka. Bila demikian, bagaimana mereka dapat tersesat dan menjadi binasa? Tidak mungkin!

Namun, bagaimana dengan orang-orang percaya yang murtad dan binasa? Jawabannya jelas, sebagaimana dinyatakan oleh Rasul Yohanes dalam 1 Yohanes 2:19, mereka sesungguhnya bukanlah orang-orang percaya sejati. Mereka mungkin mengaku sebagai orang percaya, padahal sesungguhnya tidaklah demikian.

Karakteristik Hidup yang Kristus Karuniakan

Bila pembahasan saya berhenti sampai di sini, mungkin akan ada orang yang salah paham dan beranggapan bahwa ketekunan domba-domba Kristus itulah yang menjadi penyebab keselamatan mereka. Namun, saya tidak bermaksud mengajar demikian. Sesungguhnya, ketekunan domba-domba Kristus itu bukanlah penyebab keselamatan mereka, melainkan hasilnya. Penyebab sesungguhnya dari keselamatan mereka adalah hidup yang Kristus karuniakan kepada mereka. Tanpa hidup itu, mereka akan binasa. Jangankan bersekutu dan mengikuti Kristus dengan tekun, memahami dan mempercayai perkataan-Nya saja mereka tidak akan mampu.

Pertanyaannya, bagaimanakah karakteristik hidup yang Kristus berikan kepada domba-domba-Nya? Karena keselamatan domba-domba Kristus sangat bergantung pada hidup yang Kristus berikan kepada mereka, maka jawaban atas pertanyaan ini akan menentukan apakah mereka dapat kehilangan keselamatan mereka atau tidak.

Berdasarkan perkataan Yesus dalam Yohanes 10:28, kita dapat mengetahui karakteristik hidup itu sebagai berikut:

  1. Hidup itu terus-menerus ditopang oleh-Nya.

Yesus tidak berkata: “Aku akan memberi mereka” (dalam bentuk masa mendatang) atau “Aku telah memberi mereka” (dalam bentuk masa lampau), tetapi Dia berkata: “Aku memberi mereka” (dalam bentuk masa kini). Artinya, pemberian hidup itu bukan sekedar sebuah janji, melainkan sebuah tindakan yang dilaksanakan secara aktual. Lebih daripada itu, bentuk waktu masa kini yang digunakan itu menyiaratkan bahwa tindakan itu terus-menerus dilakukan secara berkesinambungan. Dengan kata lain, Yesus tidak hanya memberikan hidup itu, tetapi juga menopangnya secara terus-menerus. Dia laksana sebuah mata air yang terus-menerus mengalirkan air kehidupan di dalam jiwa domba-domba-Nya (Yoh 4:14). Selama Dia hidup, domba-domba-Nya pun akan tetap hidup.

  1. Hidup itu bersifat kekal.

Yesus tidak hanya mengatakan bahwa Dia terus-menerus memberikan hidup kepada domba-domba-Nya, tetapi Dia juga menegaskan bahwa hidup yang diberikan-Nya itu adalah hidup yang kekal. Artinya, hidup itu tidak hanya bertahan untuk sementara waktu, tetapi bertahan untuk selama-lamanya. Hidup itu tidak akan pernah berakhir. Karena itu, setiap orang yang memilikinya tidak akan pernah binasa sampai selama-lamanya.

Demikianlah, hidup yang Kristus berikan itu adalah hidup yang kekal, yang bertahan sampai selama-lamanya, dan terus-menerus ditopang oleh-Nya. Bila demikian, bagaimana domba-domba-Nya, yaitu orang-orang percaya sejati, yang menerima hidup kekal itu, dapat kehilangan keselamatan dan mengalami kebinasaan? Tidak mungkin, karena itu akan menjadi suatu kontradiksi di dalam dirinya sendiri!

Karakteristik Gembala yang Memelihara Domba-domba Itu

Selain didasarkan pada karakteristik hidup yang Kristus berikan kepada mereka, jaminan keselamatan domba-domba Kristus juga didasarkan pada karakteristik gembala yang memelihara mereka. Bila gembala itu jahat, dia mungkin akan meninggalkan dan membiarkan mereka binasa (ay. 12-13). Bila gembala itu lemah, dia tidak akan dapat melindungi mereka dari bahaya yang besar. Namun, domba-domba Kristus tidak dipelihara oleh gembala yang jahat atau gembala yang lemah. Sebaliknya, gembala mereka sangat mengasihi mereka dan sangat perkasa.

  1. Yesus Kristus sangat mengasihi mereka, sehingga Dia tidak akan membiarkan mereka terlepas dari tangan-Nya.

Yesus adalah gembala yang baik dan sangat mengasihi domba-domba-Nya (ay. 11). Kasih-Nya telah Dia tunjukkan melalui pengorbanan-Nya bagi mereka, di mana Dia telah menyerahkan nyawa-Nya demi keselamatan mereka. Bahkan, pengorbanan itu dilakukan-Nya pada saat mereka masih lemah, berdosa, dan mendurhaka terhadap-Nya (Rom 5:6, 8).

Bila demikian, masakan sekarang, setelah domba-domba itu mengikuti-Nya, Dia akan meninggalkan dan membiarkan mereka binasa begitu saja? Masakan Dia akan membiarkan pengorbanan-Nya menjadi sia-sia? Tidak mungkin! Bila dahulu Dia telah berkorban sedemikian rupa demi keselamatan mereka, lebih-lebih sekarang, Dia pasti akan memelihara mereka (Rom 5:9-10)! Karena itu, Yesus berkata: “Seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku.”

Iblis tentu akan berupaya merebut domba-domba itu dari tangan Kristus. Dia akan berusaha menyesatkan jalan domba-domba itu dengan segala tipuannya yang licik. Dia akan berusaha menjatuhkan mereka dengan segala cobaan yang berat. Dan, dalam kebodohan dan kelemahannya domba-domba itu mungkin saja tersesat dan jatuh. Namun, Kristus, gembala mereka, tidak akan pernah membiarkan mereka terlepas dari tangan-Nya. Dia tidak akan membiarkan mereka terhilang dan binasa. Dia pasti bertindak menyelamatkan mereka!

  1. Bapa lebih berkuasa daripada siapapun, sehingga tidak ada seorangpun yang dapat merebut mereka dari tangan-Nya.

Domba-domba itu tidak hanya dipelihara oleh Yesus yang sangat mengasihi mereka, tetapi juga oleh Bapa yang lebih berkuasa dari siapapun. Dia adalah pencipta dan penopang seluruh alam semesta. Dia adalah sumber dari segala kehidupan yang ada. Bila Dia memelihara domba-domba Kristus, siapakah yang dapat merebut mereka dari tangan-Nya? Tidak ada! Di dalam genggaman tangan-Nya kehidupan dan keselamatan mereka terjamin sepenuhnya!

  1. Yesus Kristus dan Bapa adalah satu.

Seandainya hanya Yesus yang mengasihi domba-domba-Nya, sedangkan Bapa tidak, seandainya hanya Bapa yang berkuasa melebihi siapapun, sedangkan Yesus tidak, dan seandainya Yesus dan Bapa saling bertentangan satu sama lain, maka ada kemungkinan bagi domba-domba Kristus untuk kehilangan keselamatannya dan mengalami kebinasaan. Namun, kenyataannya tidaklah demikian.

Sekalipun Yesus dan Bapa adalah dua pribadi yang berbeda, tetapi mereka berbagian dalam satu hakikat yang sama. Artinya, mereka juga berbagian dalam kasih dan kuasa yang sama. Bukan hanya Yesus yang mengasihi domba-domba-Nya, Bapa juga. Bukan hanya Bapa yang lebih berkuasa dari siapapun, Yesus juga. Lebih daripada itu, mereka juga memiliki hikmat, rencana, dan tujuan yang sama. Tidak ada konflik atau pertentangan di antara keduanya. Karena itu, keselamatan domba-domba Kristus sungguh terjamin di tangan Yesus dan Bapa yang memelihara mereka.

Jadi, ditinjau dari karakteristik domba-domba Kristus, dari karakteristik hidup yang Kristus berikan kepada mereka, dan dari karakteristik gembala yang memelihara mereka, jelaslah bahwa domba-domba Kristus, yaitu orang-orang percaya sejati, tidak mungkin kehilangan keselamatan dan mengalami kebinasaan kekal. Sebaliknya, keselamatan mereka sungguh-sungguh pasti dan terjamin. Kasih dan kuasa gembala mereka akan senantiasa memelihara dan menopang mereka, hidup baru yang mereka terima akan bertahan selama-lamanya, dan mereka akan setia mendengarkan, bersekutu, dan mengikuti gembala mereka sampai akhir.

Sesungguhnya, kebenaran ini merupakan suatu penghiburan dan pengharapan yang luar biasa bagi kita yang sungguh-sungguh percaya kepada Yesus Kristus. Ketika Iblis mendakwa kita atas segala dosa yang telah kita perbuat dan berusaha menjauhkan kita dari persekutuan dengan Allah, kita dapat berseru bersama Rasul Paulus:

Siapakah yang akan menggugat orang-orang pilihan Allah? Allah, yang membenarkan mereka? Siapakah yang akan menghukum mereka? Kristus Yesus, yang telah mati? Bahkan lebih lagi: yang telah bangkit, yang juga duduk di sebelah kanan Allah, yang malah menjadi Pembela bagi kita? (Roma 8:33-34)

Dan, ketika berbagai tekanan, kesukaran, dan penderitaan menerpa hidup kita, kita pun dapat berseru:

Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang? …. Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita. Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita. (Roma 8:35-39)

Dengan demikian tidak ada lagi keragu-raguan, ketakutan, dan keputusasaan. Sebaliknya, iman, pengharapan, dan kasih kita kepada Allah dapat bertumbuh semakin kokoh di dalam Yesus Kristus, Tuhan kita, dan Allah pun semakin dimuliakan melalui hidup kita.

Bagi Dia, yang berkuasa menjaga supaya jangan kamu tersandung dan yang membawa kamu dengan tak bernoda dan penuh kegembiraan di hadapan kemuliaan-Nya, Allah yang esa, Juruselamat kita oleh Yesus Kristus, Tuhan kita, bagi Dia adalah kemuliaan, kebesaran, kekuatan dan kuasa sebelum segala abad dan sekarang dan sampai selama-lamanya. Amin. (Yudas 24-25)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This blog is presented by Paulus Roi. Copyright © 2018 All right reserved.