Blog Pribadi Paulus Roi

Memperlengkapi Orang-orang Percaya dalam Kebenaran, Kasih, dan Pekerjaan Baik

Berlangganan Email

Ingin berlangganan artikel blog ini? Silahkan masukkan nama depan dan alamat email Anda pada form di bawah ini.

Nama depan:
Alamat email:

3K untuk Menggenapi Panggilan Allah atas Hidup Anda

Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang. Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi. Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu. Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga. (Matius 5:13-16)

Dalam Matius 5:13-16 Yesus dengan sangat jelas menyatakan bahwa kita, anak-anak Allah, adalah garam dan terang dunia. Seperti halnya garam yang mengasini dan cahaya yang menerangi, kita semua dipanggil untuk membawa pengaruh positif dan menyatakan kemuliaan Allah di tengah-tengah dunia ini. Bila kita gagal menggenapi panggilan Allah itu, kita akan menjadi orang-orang yang tidak berguna, disingkirkan, dan diinjak-injak orang. Karena itu, penting bagi kita untuk berjuang semaksimal mungkin dan melakukan yang terbaik guna menggenapi panggilan Allah atas hidup kita.

Pertanyaannya, bagaimana kita dapat menggenapi panggilan Allah itu? Apa saja yang harus kita perhatikan dan kerjakan supaya kita dapat membawa pengaruh positif dan menyatakan kemuliaan Allah di tengah-tengah dunia ini?

Setidaknya ada 3 hal yang harus kita perhatikan dan kerjakan dalam perjuangan itu, antara lain:

1. Karakter

Anda mungkin sudah sering mendengar hal ini, merasa bosan, lalu meremehkannya. Namun percayalah, ini adalah hal yang sangat penting dan sangat mendasar bagi keberhasilan hidup Anda. Tanpa karakter yang baik dan kokoh, Anda tidak akan dapat menggenapi panggilan Allah dan menggapai keberhasilan hidup yang sejati. Anda mungkin dapat menggapai “kesuksesan” dengan kecurangan dan kejahatan, tetapi “kesuksesan” itu tidak akan bertahan lama. Anda mungkin dapat “mempengaruhi” orang lain dengan intimidasi dan manipulasi, tetapi Anda tak akan dapat memperoleh penghargaan dan penghormatan yang tulus dari mereka. Dan, yang jauh lebih penting daripada semuanya itu, Allah tidak akan berkenan atas hidup Anda! Karena itu, bangunlah karakter yang baik dalam hidup Anda sekokoh mungkin.

Pertama, bertanggung jawablah atas hidup Anda. Milikilah kedisiplinan dan ketekunan dalam mengerjakan tanggung jawab Anda. Jadilah pemimpin bagi diri Anda sendiri. Ingatlah, bila Anda tak dapat menjadi pemimpin yang bertanggung jawab atas diri Anda sendiri, Anda juga tak akan dapat menjadi pemimpin bagi orang lain.

Kedua, berlakulah jujur dan milikilah integritas dalam segala hal. Setiap orang pernah gagal dan pernah melakukan kesalahan. Anda tak perlu menutupi semua itu. Akuilah kegagalan dan kesalahan Anda, tetapi tunjukkanlah bahwa Anda sedang berusaha memperbaiki semua itu sebaik mungkin. Jadilah orang yang dapat dipercaya, baik dalam perkataan maupun dalam perbuatan.

Ketiga, Milikilah kasih, ketulusan, dan kepedulian kepada orang lain. Tak ada seorangpun yang mau diperalat. Semua orang mau dikasihi, diperhatikan, dan dihargai secara tulus. Bila Anda hanya mementingkan diri sendiri tanpa peduli pada kepentingan orang lain, orang-orang akan menjauhi Anda.

2. Kompetensi

Karakter itu sangat penting dan sangat mendasar, tetapi kompetensi juga sangat penting dan tak boleh diabaikan begitu saja. Di tengah-tengah dunia yang penuh dengan persaingan, di mana semakin hari tingkat persaingan semakin ketat, Anda perlu memiliki kompetensi yang mumpuni untuk dapat membawa pengaruh kepada banyak orang. Bila Anda tidak memiliki kompetensi yang mumpuni, orang tak akan memperhatikan dan mendengarkan Anda. Namun, bila Anda, dengan karakter yang baik, dapat menunjukkan kompetensi yang mumpuni, orang akan lebih memperhatikan dan mendengarkan Anda. Dengan demikian terbuka lebar kesempatan bagi Anda untuk memberitakan Injil dan menyatakan kebenaran firman Allah kepada mereka. Karena itu, sembari menjaga karakter Anda, berjuanglah untuk meningkatkan kompetensi Anda terus-menerus!

Ingatlah, apa yang terbaik pada masa lalu belum tentu yang terbaik pada masa kini dan apa yang terbaik pada masa kini belum tentu yang terbaik pada masa mendatang. Misalnya, Nokia adalah handphone terbaik pada sepuluh tahun yang lalu. Namun, apakah dia tetap menjadi handphone terbaik pada masa kini? Tidak, dia telah tertinggal dan digantikan oleh Iphone dan Samsung. Apakah Iphone dan Samsung akan tetap menjadi yang terbaik pada sepuluh tahun mendatang? Belum tentu. Bila Iphone dan Samsung merasa puas dengan keberhasilannya pada masa kini dan berhenti meningkatkan kompetensinya, mereka pun akan tertinggal pada masa mendatang.

Demikian pula, bila hari ini Anda berhasil menjadi yang terbaik, itu tidak menjamin bahwa Anda akan tetap menjadi yang terbaik pada masa mendatang. Bila Anda merasa puas dengan keadaan Anda sekarang dan berhenti meningkatkan kompetensi Anda, Anda akan tertinggal dan gagal. Hal ini juga berlaku bagi Anda yang hari ini gagal dan tertinggal. Gagal dan tertinggal hari ini tidak berarti harus terus-menerus gagal dan tertinggal pada masa mendatang. Karena itu, bila hari ini Anda berhasil, jangan sombong! Bila hari ini Anda gagal, jangan putus asa! Tetap tingkatkan kompetensi Anda dan nyatakanlah kemuliaan Allah!!

3. Kerja Sama

Allah tidak merancang kita menjadi makhluk individualistis yang dapat hidup seorang diri. Sebaliknya, Dia merancang kita menjadi makhluk sosial yang saling membutuhkan dan saling melengkapi satu sama lain. Karena itu, jangan bersikap egois dengan mementingkan diri sendiri saja. Berbagilah dan jalinlah kerja sama dengan orang lain sebanyak mungkin.

Namun ingatlah, kerja sama harus selalu dibangun di atas prinsip kebenaran dan karakter yang baik. Jangan pernah korbankan integritas Anda demi suatu relasi dan kerja sama dengan siapapun juga. Relasi dan kerja sama yang dibangun di atas dasar ketidakbenaran dan ketidakjujuran adalah relasi dan kerja sama yang rapuh. Relasi dan kerja sama semacam itu justru akan menghancurkan Anda di kemudian hari. Karena itu, berbagilah dan jalinlah kerja sama dengan orang lain, tetapi lakukanlah hal itu dengan cara yang benar sesuai dengan prinsip kebenaran dan kejujuran.

Mungkin Anda bertanya: “Bagaimana bila kemudian sahabat saya justru menjadi lebih berhasil daripada saya?” Namun, apakah masalahnya dengan hal itu? Bila sahabat Anda menjadi berhasil berkat pertolongan Anda, bukankah hal itu seharusnya membuat Anda senang dan bangga? Bukankah keberhasilan sahabat Anda adalah keberhasilan Anda juga? Jangan pernah takut sahabat Anda menjadi lebih pandai, lebih populer, atau lebih berhasil daripada Anda. Bila dia adalah sahabat yang baik, dia akan selalu mengingat bahwa Anda mempunyai andil dalam keberhasilannya. Bila tidak, percayalah bahwa Allah tetap mengingat dan memperhatikan Anda, bahwa Anda telah membawa dampak positif dalam hidup orang lain seturut panggilan-Nya atas hidup Anda.

Sekali lagi ingatlah, jangan bersikap egois dalam setiap relasi dan kerja sama yang Anda jalin. Selalu upayakan kesuksesan bersama, bukan hanya kesuksesan Anda sendiri. Percayalah, kesuksesan bersama akan selalu lebih indah dan menyenangkan daripada kesuksesan seorang diri. Bila Anda sukses seorang diri, akan ada banyak orang yang iri terhadap Anda, sehingga Anda tak akan dapat menikmati kesuksesan Anda. Sebaliknya, bila Anda sukses bersama-sama dengan sahabat-sahabat Anda, Anda pun akan dapat merayakannya bersama mereka. Ketika ada orang yang iri terhadap Anda, akan selalu ada sahabat-sahabat yang mendukung Anda. Karena itu, jalinlah kerja sama dan upayakanlah kesuksesan bersama.

Akhirnya, perhatikan dan camkanlah hal ini: Hidup ini adalah anugerah Allah dan hidup ini sangatlah berharga. Walaupun demikian, hidup ini singkat dan terbatas. Karena itu, jangan pernah sia-siakan hidup ini. Bangunlah karakter yang kokoh, tingkatkan kompetensi semaksimal mungkin, jalinlah kerjasama dengan sebanyak mungkin orang, dan genapilah panggilan Allah atas hidup Anda!

Kiranya kemuliaan Allah di dalam Yesus Kristus, Tuhan kita, semakin nyata melalui hidup kita semua. Amin.

Pertanyaan: Selain 3 hal di atas, apa lagi yang perlu kita perhatikan dan kerjakan untuk menggenapi panggilan Allah atas hidup kita? Silahkan bagikan pemikiran Anda melalui kolom komentar di bawah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This blog is presented by Paulus Roi. Copyright © 2018 All right reserved.