Blog Pribadi Paulus Roi

Memperlengkapi Orang-orang Percaya dalam Kebenaran, Kasih, dan Pekerjaan Baik

Berlangganan Email

Silahkan masukkan nama depan dan alamat email Anda pada form di bawah ini untuk berlangganan artikel blog ini melalui email.

Nama depan:
Alamat email:

Kategori: Doktrin Kristen

Makna Pengorbanan Kristus bagi Keselamatan Manusia

Dalam Roma 3:23 dikatakan bahwa semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah. Dosa telah merusak seluruh aspek kehidupan kita. Dosa telah memperbudak kita sedemikian rupa, sehingga kita tidak bisa lagi berbuat benar di hadapan Allah dan hanya bisa menuruti natur dosa kita. Karena dosa, kita juga teralienasi dari Allah. Dan akhirnya, dosa mendatangkan murka dan hukuman Allah atas kita.

Kita sama sekali tidak bisa mengatasi masalah dosa kita. Satu-satunya jalan adalah Yesus Kristus, Putra tunggal Allah, harus datang ke dunia dan menyerahkan nyawa-Nya dengan mati disalib untuk mengatasi dosa kita.

Namun, apakah dampak pengorbanan Kristus bagi kita?

Kedaulatan Allah atas Segala Sesuatu

Banyak hal, entah baik atau buruk, terjadi di dunia ini. Bagaimanakah hal-hal itu terjadi? Apakah segala sesuatu yang terjadi di dunia ini telah diatur sebelumnya? Bila ya, siapakah yang mengaturnya? Bila tidak, apakah itu berarti bahwa segala sesuatu yang terjadi di dunia ini hanyalah serangkaian kejadian yang tidak beraturan dan terjadi secara kebetulan saja? Apa kata Alkitab mengenai hal ini?

Mengenal Kasih Allah

Dalam 1 Yohanes 4:8 dikatakan bahwa Allah adalah kasih. Artinya, kasih merupakan salah satu atribut Allah yang sangat penting, yang menggambarkan siapa Allah. Karena itu, penting bagi kita untuk mengenal kasih Allah.

Secara umum kasih Allah dinyatakan melalui pemeliharaan-Nya atas seluruh alam semesta dan segala makhluk hidup yang diciptakan-Nya. Dia tidak hanya menciptakan dunia beserta segala isinya, tetapi juga berperan aktif dalam mengatur dan memelihara seluruh ciptaan-Nya. Dia mengasihi dunia ciptaan-Nya dan menyediakan kebutuhan makhluk ciptaan-Nya.

Mengenal Keadilan Allah

Di tengah-tengah dunia yang berdosa ini berbagai bentuk ketidakadilan seringkali terjadi. Dalam beberapa kesempatan mungkin Anda pernah merasa diperlakukan secara tidak adil, entah oleh pemimpin, orang tua, sahabat, atau oleh orang-orang lain di sekitar Anda. Saat itu mungkin Anda merasa marah, kecewa, dan berharap keadilan dinyatakan.

Dalam beberapa kasus tertentu mungkin Anda malah menuduh Allah telah berlaku tidak adil terhadap Anda. Anda mungkin merasa telah hidup seturut kehendak Allah, tetapi berbagai hal buruk justru menimpa Anda. Anda pun merasa kecewa dan marah kepada Allah. Anda mulai meragukan dan mempertanyakan keadilan Allah. Benarkah Allah itu adil?

Mengenal Kekudusan Allah

Kekudusan merupakan salah satu atribut Allah. Ada banyak bagian dalam Alkitab yang menekankan kekudusan Allah. Salah satunya terdapat dalam Yesaya 6:1-7. Dalam bagian itu nabi Yesaya melihat Allah duduk di atas takhta-Nya dan para Serafim berseru: “Kudus, kudus, kuduslah TUHAN semesta alam, seluruh bumi penuh kemuliaan-Nya!” (Yes 6:3)

Kekudusan Allah dinyatakan dengan berbagai cara, antara lain:

Kehendak Allah dan Tragedi Manusia

Allah rindu bersekutu dengan umat-Nya. Dia ingin umat-Nya mengenal-Nya. Itulah sebabnya Ia memperkenalkan dan menyatakan diri-Nya kepada mereka.

Sayangnya, banyak umat Allah tidak mau peduli terhadap Allah. Mereka bersikap seolah-olah Allah tidak pernah menyatakan diri-Nya kepada mereka. Mereka membuat alasan dengan berkata: “Allah itu terlalu besar bagi kami. Tak mungkin kami dapat mengenal-Nya. Karena itu, untuk apa kami berusaha mengenal-Nya?”

Bukan untuk Kita, Melainkan untuk Allah

Banyak orang senang memperhatikan penggalan-penggalan karya penciptaan tanpa pernah mau mempelajari keseluruhan karya itu. Akibatnya, banyak dari mereka memiliki cara pandang yang keliru mengenai tujuan penciptaan alam semesta ini. Mereka pikir segala sesuatu ada dan diciptakan untuk kepentingan manusia belaka. Ketika mereka ditanya: “Untuk siapakah Allah menciptakan seluruh alam semesta ini?”, mereka pun akan menjawab dengan penuh keyakinan: “Untuk manusia.”

Kehinaan dan Kemuliaan Manusia

Ada sebagian orang yang menilai diri mereka begitu tinggi. Mereka memposisikan diri mereka sebagai “allah”. Mereka merasa berkuasa atas diri mereka sendiri dan orang lain. Mereka bersikap seolah-olah mereka tidak membutuhkan Allah.

Di sisi lain, ada sebagian orang yang menilai diri mereka begitu rendah. Mereka merasa kecil, hina, tak berharga, dan tak berguna. Mereka bersikap seolah-olah mereka tidak memiliki kelebihan apapun.

Manakah di antara kedua sikap itu yang seharusnya kita miliki? Bagaimanakah pandangan Alkitab tentang manusia?

This blog is presented by Paulus Roi. © 2018 All right reserved.