Blog Pribadi Paulus Roi

Memperlengkapi Orang-orang Percaya dalam Kebenaran, Kasih, dan Pekerjaan Baik

Berlangganan Email

Ingin berlangganan artikel blog ini? Silahkan masukkan nama depan dan alamat email Anda pada form di bawah ini.

Nama depan:
Alamat email:

Kategori: Doktrin Kristen

Bukan untuk Kita, Melainkan untuk Allah

Banyak orang senang memperhatikan penggalan-penggalan karya penciptaan tanpa pernah mau mempelajari keseluruhan karya itu. Akibatnya, banyak dari mereka memiliki cara pandang yang keliru mengenai tujuan penciptaan alam semesta ini. Mereka pikir segala sesuatu ada dan diciptakan untuk kepentingan manusia belaka. Ketika mereka ditanya: “Untuk siapakah Allah menciptakan seluruh alam semesta ini?”, mereka pun akan menjawab dengan penuh keyakinan: “Untuk manusia.”

Kehinaan dan Kemuliaan Manusia

Ada sebagian orang yang menilai diri mereka begitu tinggi. Mereka memposisikan diri mereka sebagai “allah”. Mereka merasa berkuasa atas diri mereka sendiri dan orang lain. Mereka bersikap seolah-olah mereka tidak membutuhkan Allah.

Di sisi lain, ada sebagian orang yang menilai diri mereka begitu rendah. Mereka merasa kecil, hina, tak berharga, dan tak berguna. Mereka bersikap seolah-olah mereka tidak memiliki kelebihan apapun.

Manakah di antara kedua sikap itu yang seharusnya kita miliki? Bagaimanakah pandangan Alkitab tentang manusia?

Menjangkau Dunia dengan Kasih Allah

Yesus pernah mengatakan bahwa kita, umat kepunyaan-Nya, bukanlah bagian dari dunia ini (Yoh 17:16). Sekalipun demikian, kita masih tinggal di dalam dunia ini. Mengapa? Karena Dia mengutus kita ke dalam dunia ini untuk mengerjakan suatu tugas, yaitu menyatakan kebesaran kasih Allah dan menjangkau dunia yang terhilang bagi-Nya.

Pertanyaannya, bagaimana kita dapat memenuhi panggilan dan tanggung jawab kita itu? Bagaimana kita dapat memeluk dunia dengan kasih Allah?

Kasih Karunia yang Mengherankan

Dalam suatu konferensi perbandingan agama yang diadakan di Inggris para ahli memperdebatkan pengajaran manakah yang membuat kekristenan unik, berbeda dari agama-agama lainnya. Berbagai kemungkinan pun diajukan. Inkarnasi? Tidak, ada agama lain yang juga mengisahkan dewa-dewa yang menjelma menjadi manusia. Kelahiran dari perawan? Tidak, ada agama lain yang juga memiliki kisah semacam itu. Kebangkitan? Juga tidak, ada agama lain yang juga memiliki kisah tentang kembalinya orang mati.

Perdebatan itu berlangsung cukup lama sampai C. S. Lewis masuk ke dalam ruangan itu. “Ribut-ribut soal apa ini?” tanyanya. Setelah ia mengetahui bahwa rekan-rekannya sedang mendiskusikan keunikan iman Kristen dari agama-agama lainnya, iapun menjawab: “Oh, itu mudah. Kasih karunia.” Kemudian, setelah mendiskusikannya kembali, semua peserta konferensi itupun setuju.

Yesus Kristus, Siapakah Dia? (Bagian 2)

Dalam artikel sebelumnya kita telah mempelajari kesaksian orang-orang yang membenci dan melawan Yesus Kristus. Walaupun mereka membenci dan melawan Yesus, mereka mengakui bahwa Yesus adalah orang yang penuh kasih, orang yang benar, dan bahkan Anak Allah. Untuk melengkapi penyelidikan kita, dalam artikel ini kita akan mempelajari kesaksian orang-orang yang mengasihi dan mengikuti Yesus.

Pertama-tama, marilah kita mendengar kesaksian Yohanes pembaptis. Dia adalah pengkotbah padang gurun yang datang mendahului Yesus dan mempersiapkan jalan bagi Yesus. Dia adalah nabi terakhir dalam era Perjanjian Lama. Apa katanya mengenai Yesus?

Yesus Kristus, Siapakah Dia? (Bagian 1)

Yesus Kristus adalah tokoh yang sangat terkenal dan kontroversial. Banyak orang menyukai dan mengagumi-Nya, tetapi tidak sedikit pula yang membenci dan menentang-Nya. Pada satu kesempatan Dia disambut dan dielu-elukan sebagai raja, tetapi pada kesempatan berikutnya Dia telah dihujat dan digantung di atas kayu salib. Itulah Yesus Kristus.

Ada banyak pendapat yang dikemukakan orang mengenai Yesus Kristus. Akan tetapi, bila kita ingin mengenal-Nya dengan baik, kita harus mendengar kesaksian dari orang-orang yang mengenal-Nya atau setidaknya pernah bertemu dan berhubungan dengan-Nya. Kita harus mendengar kesaksian dari orang-orang yang menyukai-Nya maupun dari orang-orang yang membenci-Nya. Dengan demikian kita dapat memperoleh kesaksian yang obyektif mengenai siapa Yesus Kristus sebenarnya.

This blog is presented by Paulus Roi. Copyright © 2018 All right reserved.