Blog Pribadi Paulus Roi

Memperlengkapi Orang-orang Percaya dalam Kebenaran, Kasih, dan Pekerjaan Baik

Berlangganan Email

Silahkan masukkan nama depan dan alamat email Anda pada form di bawah ini untuk berlangganan artikel blog ini melalui email.

Nama depan:
Alamat email:

Kategori: Kehidupan Kristen

3K untuk Menggenapi Panggilan Allah atas Hidup Anda

Dalam Matius 5:13-16 Yesus dengan sangat jelas menyatakan bahwa kita, anak-anak Allah, adalah garam dan terang dunia. Seperti halnya garam yang mengasini dan cahaya yang menerangi, kita semua dipanggil untuk membawa pengaruh positif dan menyatakan kemuliaan Allah di tengah-tengah dunia ini. Bila kita gagal menggenapi panggilan Allah itu, kita akan menjadi orang-orang yang tidak berguna, disingkirkan, dan diinjak-injak orang. Karena itu, penting bagi kita untuk berjuang semaksimal mungkin dan melakukan yang terbaik guna menggenapi panggilan Allah atas hidup kita.

Pertanyaannya, bagaimana kita dapat menggenapi panggilan Allah itu? Apa saja yang harus kita perhatikan dan kerjakan supaya kita dapat membawa pengaruh positif dan menyatakan kemuliaan Allah di tengah-tengah dunia ini?

Penguasaan Diri: Bagaimana Caranya?

Sebagaimana telah saya bahas pada artikel sebelumnya, penguasaan diri merupakan salah satu karakter yang harus kita miliki bila kita mau memenangkan perlombaan hidup ini seturut kehendak Allah. Saya telah membahas pengertian penguasaan diri pada artikel sebelumnya. Namun, memahami pengertian penguasaan diri saja tak akan membuat kita memenangkan perlombaan hidup ini. Kita harus berjuang untuk bertumbuh dalam penguasaan diri setiap hari. Bagaimana caranya?

Penguasaan Diri: Apakah Artinya?

Allah tidak memanggil kita tanpa maksud. Sebaliknya, Dia memanggil kita dengan suatu maksud tertentu. Dia telah membentangkan suatu perlombaan di depan kita dan Dia menghendaki kita memenangkan perlombaan itu demi kemuliaan-Nya. Karena itu, sepatutnyalah kita berjuang sedemikian rupa dalam perlombaan itu dan menggenapi kehendak-Nya atas hidup kita (1Kor 9:24).

Namun, memenangkan perlombaan bukanlah perkara yang mudah, apalagi perlombaan yang sedang kita jalani adalah perlombaan kehidupan yang menuntut usaha dan perjuangan seumur hidup. Ada karakter-karakter tertentu yang harus kita miliki. Salah satunya adalah penguasaan diri (1Kor 9:25). Pertanyaannya, apakah yang dimaksud dengan “penguasaan diri”?

Menggunakan Waktu dengan Bijaksana

Waktu adalah satu hal yang sangat paradoks. Kita selalu ada di dalam waktu, tetapi waktu tidak bisa kita lihat. Agustinus mengatakan:

Ketika tidak ada yang menanyakan: “Apakah waktu itu?”, saya merasa mengerti apa waktu itu. Tetapi ketika ada yang bertanya kepada saya: “Apakah waktu itu?”, saya baru menyadari bahwa saya tidak mengerti apakah waktu itu.

Sangat sulit bagi kita untuk mengerti tentang waktu. Pada saat-saat tertentu kita merasa waktu berlalu dengan sangat cepat, sedangkan pada saat-saat lain kita merasa waktu berjalan dengan sangat lambat. Lalu, apakah yang Tuhan katakan tentang waktu?

Kebenaran Injil dan Peraturan Persepuluhan

Bila saya dapat meyakinkan Anda bahwa peraturan persepuluhan sudah tidak berlaku lagi pada era Perjanjian Baru, apakah yang akan Anda perbuat dengan uang Anda? Apakah Anda akan tetap mendukung pekerjaan Tuhan dengan memberikan persembahan yang terbaik? Atau Anda akan mempergunakannya sesuka hati Anda tanpa peduli pada pekerjaan Tuhan?

Bila Anda akan tetap memberikan persembahan yang terbaik bagi pekerjaan Tuhan, bukankah itu berarti bahwa berlaku atau tidak berlakunya peraturan persepuluhan tidak lagi menjadi persoalan yang signifikan bagi anda? Namun, bila ketidakberlakuan persepuluhan membuat Anda mempergunakan uang Anda sesuka hati tanpa mempedulikan pekerjaan Tuhan, bagaimana mungkin Anda dapat mengaku sebagai orang Kristen sejati yang telah mengenal kebenaran Injil dan mengalami kebesaran anugerah Allah dalam hidup anda? Bagaimana mungkin Anda dapat mengaku bahwa Anda telah bertobat dan menjadi murid Kristus bila Anda masih sedemikian terikat pada harta duniawi? Tidak tahukah Anda bahwa untuk menjadi murid Kristus, Anda harus melepaskan diri dari segala milik Anda (Luk 14:33)?

Mengejar Hikmat

Hikmat merupakan sesuatu yang sangat kita perlukan untuk dapat menjalani kehidupan di dunia ini. Bila kita tidak memiliki hikmat, kita akan mudah diombang-ambingkan oleh berbagai konsep, pengajaran, dan gaya hidup dunia yang menyesatkan. Karena itu, penting bagi kita untuk senantiasa mengejar hikmat.

Ketika Salomo mendapat kesempatan untuk meminta sesuatu kepada Allah, ia menggunakan kesempatan itu untuk meminta hikmat. Ia tidak meminta umur panjang, kekayaan, atau kuasa, melainkan hikmat. Ia menyadari bahwa hikmat jauh lebih berharga daripada semuanya itu. Allah pun memujinya karena permintaannya itu (1Raj 3:5-14).

Hidup bagi Kemuliaan Allah

Alam semesta merupakan benda mati. Karena itu, ia tidak dapat memilih untuk tidak memuliakan Allah. Akan tetapi, manusia adalah makhluk hidup yang diciptakan dan diperlengkapi dengan kehendak bebas. Manusia dapat memilih untuk hidup memuliakan Allah atau tidak. Sayangnya, Adam dan Hawa sebagai manusia pertama telah memilih untuk tidak taat kepada Allah dan dengan demikian juga tidak memuliakan Allah.

Namun sekarang, setelah kita mengenal Kristus dan diselamatkan, kita bebas dari dosa yang memperbudak kita. Karena itu, janganlah kita hidup seperti orang-orang yang tidak mengenal Allah. Marilah kita hidup seturut kehendak Allah dan memuliakan Dia.

Mengapa kita harus memuliakan Allah?

Manfaat Membaca Alkitab

Alkitab adalah salah satu buku yang paling banyak diproduksi, paling banyak diterjemahkan ke berbagai bahasa, dan paling banyak dibeli. Kita mungkin memiliki lebih dari satu Alkitab dengan beberapa versi terjemahan yang berbeda-beda. Akan tetapi, seberapa banyak Alkitab yang terjual dan seberapa banyak Alkitab yang kita miliki sebenarnya bukanlah hal yang penting. Hal yang jauh lebih penting dari pada itu adalah seberapa tekun kita mempelajarinya dan seberapa dalam kita memahami kebenaran yang tertulis di dalamnya.

Mandat Allah dalam Penciptaan Alam Semesta

Allah adalah Pencipta segala sesuatu. Ia menciptakan dunia beserta segala isinya untuk menyatakan kemuliaan-Nya. Mula-mula Ia menciptakan langit dan bumi (Kej 1:1). Lalu Ia menciptakan terang, cakrawala, tumbuh-tumbuhan, benda-benda penerang di langit, dan berbagai macam binatang (Kej 1:3-25). Sebagai puncak dari seluruh karya penciptaan itu, Ia menciptakan manusia menurut gambar dan rupa-Nya (Kej 1:26). Setelah itu Ia memberikan mandat kepada manusia untuk dikerjakan.

Pentingnya Komunitas Rohani

Ada sebagian orang yang merasa tidak memerlukan komunitas rohani. Mereka mengira mereka dapat bertumbuh sendiri. Lebih lagi, di zaman modern ini informasi dapat didapat dengan mudah. Bila mereka tak memahami suatu bagian Alkitab, mereka dapat mencari penjelasannya di Internet. Bila mereka ingin mendengar kotbah, mereka dapat menonton televisi atau mengakses Youtube. Bila mereka ingin memuji Tuhan, mereka dapat menyetel mp3 player. Singkatnya, mereka dapat mengikuti kebaktian dari mana saja dan kapan saja melalui kecanggihan teknologi.

Bila demikian, mengapa kita perlu memiliki suatu komunitas rohani? Mengapa kita perlu bersekutu dan membangun relasi yang baik dengan saudara-saudara seiman di dalam Kristus?

This blog is presented by Paulus Roi. © 2018 All right reserved.