Blog Pribadi Paulus Roi

Memperlengkapi Orang-orang Percaya dalam Kebenaran, Kasih, dan Pekerjaan Baik

Berlangganan Email

Ingin berlangganan artikel blog ini? Silahkan masukkan nama depan dan alamat email Anda pada form di bawah ini.

Nama depan:
Alamat email:

Kategori: Kehidupan Kristen

Hidup bagi Kemuliaan Allah

Alam semesta merupakan benda mati. Karena itu, ia tidak dapat memilih untuk tidak memuliakan Allah. Akan tetapi, manusia adalah makhluk hidup yang diciptakan dan diperlengkapi dengan kehendak bebas. Manusia dapat memilih untuk hidup memuliakan Allah atau tidak. Sayangnya, Adam dan Hawa sebagai manusia pertama telah memilih untuk tidak taat kepada Allah dan dengan demikian juga tidak memuliakan Allah.

Namun sekarang, setelah kita mengenal Kristus dan diselamatkan, kita bebas dari dosa yang memperbudak kita. Karena itu, janganlah kita hidup seperti orang-orang yang tidak mengenal Allah. Marilah kita hidup seturut kehendak Allah dan memuliakan Dia.

Mengapa kita harus memuliakan Allah?

Manfaat Membaca Alkitab

Alkitab adalah salah satu buku yang paling banyak diproduksi, paling banyak diterjemahkan ke berbagai bahasa, dan paling banyak dibeli. Kita mungkin memiliki lebih dari satu Alkitab dengan beberapa versi terjemahan yang berbeda-beda. Akan tetapi, seberapa banyak Alkitab yang terjual dan seberapa banyak Alkitab yang kita miliki sebenarnya bukanlah hal yang penting. Hal yang jauh lebih penting dari pada itu adalah seberapa tekun kita mempelajarinya dan seberapa dalam kita memahami kebenaran yang tertulis di dalamnya.

Mandat Allah dalam Penciptaan Alam Semesta

Allah adalah Pencipta segala sesuatu. Ia menciptakan dunia beserta segala isinya untuk menyatakan kemuliaan-Nya. Mula-mula Ia menciptakan langit dan bumi (Kej 1:1). Lalu Ia menciptakan terang, cakrawala, tumbuh-tumbuhan, benda-benda penerang di langit, dan berbagai macam binatang (Kej 1:3-25). Sebagai puncak dari seluruh karya penciptaan itu, Ia menciptakan manusia menurut gambar dan rupa-Nya (Kej 1:26). Setelah itu Ia memberikan mandat kepada manusia untuk dikerjakan.

Pentingnya Komunitas Rohani

Ada sebagian orang yang merasa tidak memerlukan komunitas rohani. Mereka mengira mereka dapat bertumbuh sendiri. Lebih lagi, di zaman modern ini informasi dapat didapat dengan mudah. Bila mereka tak memahami suatu bagian Alkitab, mereka dapat mencari penjelasannya di Internet. Bila mereka ingin mendengar kotbah, mereka dapat menonton televisi atau mengakses Youtube. Bila mereka ingin memuji Tuhan, mereka dapat menyetel mp3 player. Singkatnya, mereka dapat mengikuti kebaktian dari mana saja dan kapan saja melalui kecanggihan teknologi.

Bila demikian, mengapa kita perlu memiliki suatu komunitas rohani? Mengapa kita perlu bersekutu dan membangun relasi yang baik dengan saudara-saudara seiman di dalam Kristus?

Kekuatiran: Penyebab dan Cara Mengatasinya

Ada banyak hal dalam dunia ini yang dapat membuat kita merasa kuatir. Berbagai hal negatif, seperti bencana alam, wabah penyakit, krisis ekonomi berkepanjangan, dan tindakan-tindakan kriminal, semuanya berpotensi mengancam kenyamanan hidup kita. Kita menyadari semua itu dan mulai berusaha mengantisipasinya. Kita mengerahkan seluruh pikiran dan tenaga kita untuk mengupayakan kehidupan yang nyaman di dunia ini.

Akan tetapi, setelah segala upaya yang kita lakukan, apa yang terjadi? Kita tetap merasa kuatir! Bagaimanapun kita berupaya mengantisipasi hal-hal buruk itu, kekuatiran tetap muncul dalam hati kita. Kita mendapati bahwa semakin kita berusaha menyingkirkan kekuatiran itu, kekuatiran itu justru lebih dekat menghampiri kita.

This blog is presented by Paulus Roi. Copyright © 2018 All right reserved.