Blog Pribadi Paulus Roi

Memperlengkapi Orang-orang Percaya dalam Kebenaran, Kasih, dan Pekerjaan Baik

Berlangganan Email

Ingin berlangganan artikel blog ini? Silahkan masukkan nama depan dan alamat email Anda pada form di bawah ini.

Nama depan:
Alamat email:

Penguasaan Diri: Apakah Artinya?

Allah tidak memanggil kita tanpa maksud. Sebaliknya, Dia memanggil kita dengan suatu maksud tertentu. Dia telah membentangkan suatu perlombaan di depan kita dan Dia menghendaki kita memenangkan perlombaan itu demi kemuliaan-Nya. Karena itu, sepatutnyalah kita berjuang sedemikian rupa dalam perlombaan itu dan menggenapi kehendak-Nya atas hidup kita (1Kor 9:24).

Namun, memenangkan perlombaan bukanlah perkara yang mudah, apalagi perlombaan yang sedang kita jalani adalah perlombaan kehidupan yang menuntut usaha dan perjuangan seumur hidup. Ada karakter-karakter tertentu yang harus kita miliki. Salah satunya adalah penguasaan diri (1Kor 9:25). Pertanyaannya, apakah yang dimaksud dengan “penguasaan diri”?

Doa Tahun Baru 2016

Bapa, kami mengucap syukur atas tahun-tahun yang telah kami lalui.
Bila hari ini kami dapat memasuki tahun yang baru, kami menyadari bahwa ini semua hanya karena anugerah-Mu semata.
Terima kasih atas penyertaan-Mu dalam hidup kami.

Bapa, berikanlah kepada kami hati yang senantiasa mengasihi-Mu dan ajarilah kami untuk senantiasa hidup takut akan Engkau.
Karuniakanlah hikmat-Mu kepada kami dan bimbinglah kami agar kami dapat bertumbuh dalam pengenalan yang benar akan Engkau.
Pakai dan jadikanlah kami alat bagi kemuliaan-Mu, sehingga nama-Mu semakin dimuliakan melalui kehidupan dan pekerjaan pelayanan kami.

Menggunakan Waktu dengan Bijaksana

Waktu adalah satu hal yang sangat paradoks. Kita selalu ada di dalam waktu, tetapi waktu tidak bisa kita lihat. Agustinus mengatakan:

Ketika tidak ada yang menanyakan: “Apakah waktu itu?”, saya merasa mengerti apa waktu itu. Tetapi ketika ada yang bertanya kepada saya: “Apakah waktu itu?”, saya baru menyadari bahwa saya tidak mengerti apakah waktu itu.

Sangat sulit bagi kita untuk mengerti tentang waktu. Pada saat-saat tertentu kita merasa waktu berlalu dengan sangat cepat, sedangkan pada saat-saat lain kita merasa waktu berjalan dengan sangat lambat. Lalu, apakah yang Tuhan katakan tentang waktu?

Makna Pengorbanan Kristus bagi Keselamatan Manusia

Dalam Roma 3:23 dikatakan bahwa semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah. Dosa telah merusak seluruh aspek kehidupan kita. Dosa telah memperbudak kita sedemikian rupa, sehingga kita tidak bisa lagi berbuat benar di hadapan Allah dan hanya bisa menuruti natur dosa kita. Karena dosa, kita juga teralienasi dari Allah. Dan akhirnya, dosa mendatangkan murka dan hukuman Allah atas kita.

Kita sama sekali tidak bisa mengatasi masalah dosa kita. Satu-satunya jalan adalah Yesus Kristus, Putra tunggal Allah, harus datang ke dunia dan menyerahkan nyawa-Nya dengan mati disalib untuk mengatasi dosa kita.

Namun, apakah dampak pengorbanan Kristus bagi kita?

Saling Memperhatikan dalam Pertemuan Ibadah

Gereja memiliki fungsi, peranan, dan tugas dalam penginjilan, pengajaran, persekutuan, pelayanan, dan ibadah. Pada dasarnya kelima hal itu tak dapat dipisahkan satu sama lain. Bila satu saja dari kelima hal itu tidak dikerjakan dengan baik, maka gereja akan berjalan pincang. Karena itu, kita harus senantiasa berusaha mengerjakan kelima hal itu sebaik mungkin secara seimbang. Walaupun demikian, pada artikel ini saya hanya akan membahas satu di antaranya, yaitu persekutuan di antara orang-orang percaya khususnya dalam konteks pertemuan ibadah.

“Apa tujuan Anda datang ke gereja setiap minggu?” Bila pertanyaan ini diajukan kepada orang-orang Kristen, maka jawaban paling umum yang akan kita dapatkan adalah: Untuk berdoa, memuji Tuhan, dan mendengarkan firman Tuhan. Semua jawaban itu tidaklah keliru. Namun, semua jawaban itu hanya menekankan satu aspek saja dari ibadah Kristen, yaitu aspek vertikal, sedangkan aspek horizontal dari ibadah seringkali diabaikan dan dilupakan. Padahal, selain aspek vertikal, Alkitab juga mengajarkan aspek horizontal dalam ibadah Kristen, yaitu persekutuan di antara orang percaya. Berkenaan dengan hal itu, marilah kita mempelajari Ibrani 10:24-25.

Kebenaran Injil dan Peraturan Persepuluhan

Bila saya dapat meyakinkan Anda bahwa peraturan persepuluhan sudah tidak berlaku lagi pada era Perjanjian Baru, apakah yang akan Anda perbuat dengan uang Anda? Apakah Anda akan tetap mendukung pekerjaan Tuhan dengan memberikan persembahan yang terbaik? Atau Anda akan mempergunakannya sesuka hati Anda tanpa peduli pada pekerjaan Tuhan?

Bila Anda akan tetap memberikan persembahan yang terbaik bagi pekerjaan Tuhan, bukankah itu berarti bahwa berlaku atau tidak berlakunya peraturan persepuluhan tidak lagi menjadi persoalan yang signifikan bagi anda? Namun, bila ketidakberlakuan persepuluhan membuat Anda mempergunakan uang Anda sesuka hati tanpa mempedulikan pekerjaan Tuhan, bagaimana mungkin Anda dapat mengaku sebagai orang Kristen sejati yang telah mengenal kebenaran Injil dan mengalami kebesaran anugerah Allah dalam hidup anda? Bagaimana mungkin Anda dapat mengaku bahwa Anda telah bertobat dan menjadi murid Kristus bila Anda masih sedemikian terikat pada harta duniawi? Tidak tahukah Anda bahwa untuk menjadi murid Kristus, Anda harus melepaskan diri dari segala milik Anda (Luk 14:33)?

Mengejar Hikmat

Hikmat merupakan sesuatu yang sangat kita perlukan untuk dapat menjalani kehidupan di dunia ini. Bila kita tidak memiliki hikmat, kita akan mudah diombang-ambingkan oleh berbagai konsep, pengajaran, dan gaya hidup dunia yang menyesatkan. Karena itu, penting bagi kita untuk senantiasa mengejar hikmat.

Ketika Salomo mendapat kesempatan untuk meminta sesuatu kepada Allah, ia menggunakan kesempatan itu untuk meminta hikmat. Ia tidak meminta umur panjang, kekayaan, atau kuasa, melainkan hikmat. Ia menyadari bahwa hikmat jauh lebih berharga daripada semuanya itu. Allah pun memujinya karena permintaannya itu (1Raj 3:5-14).

Panggilan dan Tujuan Pelayanan Rasul Paulus (Bagian 3)

Jumlah jemaat, penyelesaian masalah hidup, dan keselamatan manusia dari kebinasaan kekal bukanlah tujuan akhir pelayanan Rasul Paulus. Dalam Roma 1:5 dia mengatakan bahwa tujuan pelayanannya yang terutama adalah “untuk menuntun semua bangsa, supaya mereka percaya dan taat kepada nama-Nya” atau lebih tepatnya “untuk menghasilkan ketaatan iman di antara segala bangsa demi nama-Nya”. Dengan kata lain, tujuan pelayanan Rasul Paulus yang terutama adalah ketaatan iman segala bangsa demi kemuliaan Allah.

Ketaatan iman manusia dan kemuliaan Allah merupakan hal paling utama yang Allah kehendaki dari pelayanan kita dan itu pulalah yang seharusnya menjadi tujuan akhir pelayanan kita. Karena itu, dalam artikel ini kita akan membahas kedua tujuan itu secara lebih seksama.

This blog is presented by Paulus Roi. Copyright © 2018 All right reserved.