Blog Pribadi Paulus Roi

Berbagi hidup dan pemikiran bagi kemuliaan Allah

Profil Pribadi

Paulus RoiNama saya Paulus Roi. Saya dilahirkan di Malang pada tanggal 1 Januari 1984 sebagai anak kedua dari tiga bersaudara. Semasa kanak-kanak saya tinggal dan dibesarkan di Malang, tepatnya di kelurahan Wonosari, Gunung Kawi. Kemudian, pada pertengahan tahun 1994 keluarga saya berpindah ke Surabaya. Demikianlah saya tinggal di Surabaya sampai sekarang.

Secara fisik saya adalah seorang tunanetra. Saya dilahirkan dengan suatu kelemahan pada indra penglihatan saya, di mana saya tidak dapat melihat suatu obyek dalam jarak jauh alias rabun jauh, sehingga saya harus menggunakan kacamata minus yang sangat tebal semasa kanak-kanak. Kemudian, ketika saya berusia 12 tahun, karena suatu benturan yang terjadi pada mata saya, penglihatan saya pun mengalami kemerosotan yang signifikan hingga mengalami kebutaan. Saat ini dapat dikatakan saya berada dalam kondisi hampir buta total. Karena itu, harap dimaklumi apabila blog ini sangat sederhana dan minim gambar. 🙂

Saya bertobat dan menyerahkan diri kepada Kristus pada usia 12 tahun, tepatnya pada tanggal 30 April 1996. Kedua mata saya baru saja mengalami kebutaan sekitar dua minggu sebelumnya dan malam itu saya sedang berada di tempat persemayaman ayah saya yang baru saja meninggal dunia. Namun, justru melalui peristiwa yang “buruk” dalam pandangan manusia itulah Allah berkarya secara luar biasa dalam kehidupan saya. Malam itu Roh Kudus berkarya menerangi hati dan pikiran saya. Dia mengingatkan saya akan segala kebenaran Injil yang pernah saya dengar sebelumnya. Dia menyadarkan saya akan keberdosaan saya yang sedemikian menjijikkan dan nasib yang akan saya alami setelah kematian sebagai ganjaran dari segala dosa itu. Kegentaran pun merambati hati saya malam itu. Namun, penghiburan dan pengharapan segera datang. Roh Kudus mengingatkan saya akan karya Yesus Kristus di atas kayu salib, di mana Dia telah mati untuk membayar lunas segala hutang dosa saya. Kebenaran Injil itu telah menyentuh hati saya malam itu dan membuat saya menangis dalam sukacita yang tak terkatakan. Malam itu juga saya menyerahkan diri saya untuk menjadi hamba Kristus seumur hidup saya. Dan, bila sampai saat ini saya dapat tetap mengikut Kristus, saya menyadari bahwa semua itu semata-mata karena anugerah Allah yang sedemikian melimpah dalam hidup saya. Terpujilah Allah sampai selama-lamanya! Amin.

Bila anda menjunjung tinggi gelar dan tingkat pendidikan formal, maka saya bukanlah orang yang dapat anda andalkan, karena saya tak memiliki gelar akademis apapun. Ketika saya masih tinggal di Gunung Kawi, saya bersekolah di SDK Yos Soedarso, Kepanjen, Malang. Setelah saya pindah ke Surabaya pada tahun 1994, saya bersekolah di SDK St. Theresia 1. Kemudian saya melanjutkan studi saya untuk jenjang SMP di sekolah luar biasa yang diselenggarakan oleh Yayasan Pendidikan Anak Buta (YPAB) Surabaya dan jenjang SMU di SMU Negeri 4 Surabaya. Selanjutnya, saya sempat menempuh studi teologi di STT Bethany Surabaya hingga tingkat akhir. Namun, saya memutuskan untuk tidak menyelesaikan skripsi dan mengundurkan diri dari perkuliahan tersebut. Ya, itu adalah salah satu kegagalan yang pernah saya alami. Dan sayangnya, itu adalah kegagalan yang tak ingin saya perbaiki, karena saya memutuskan untuk tidak menempuh pendidikan formal apapun setelah itu. 🙂

Paulus RoiNamun, hal itu tidak berarti saya berhenti belajar. Sebaliknya, sampai sekarang saya terus mendisiplin diri saya untuk membaca dan belajar. Bagi saya, membaca bukanlah sebuah beban, melainkan kesenangan, karena hal itu merupakan salah satu kegemaran saya sejak kecil. Saya mendapat jauh lebih banyak ilmu dan wawasan saat membaca buku daripada saat menghadiri perkuliahan. Itulah sebabnya saya mengatakan kepada sahabat-sahabat saya bahwa saya tak senang sekolah, tetapi saya senang belajar. Saya memutuskan untuk berhenti sekolah, tetapi saya akan terus melanjutkan pembelajaran saya hingga saya meninggal dunia. 🙂

Sebagaimana telah saya singgung di atas, saya bertobat dan menyerahkan diri kepada Kristus pada tahun 1996. Besarnya anugerah Allah yang telah saya terima itu telah membangkitkan kerinduan yang meluap-luap dalam hati saya untuk melibatkan diri dalam pekerjaan pelayanan, khususnya dalam pemberitaan firman Tuhan. Namun, bagaimana mungkin saya yang saat itu masih berusia 12 tahun dan buta dapat dipercaya untuk memberitakan firman Tuhan? Hal itu nampaknya tak mungkin. Akan tetapi, oleh providensia-Nya Allah telah membuka kesempatan itu bagi saya. Saya menyampaikan kerinduan saya kepada koordinator Sekolah Minggu tempat saya beribadah saat itu dan beliau mengizinkan saya terlibat dalam pelayanan tersebut. Selama kurang lebih 9 tahun saya terlibat dalam pelayanan Sekolah Minggu dan mengajarkan firman Tuhan kepada anak-anak. Pelayanan itu telah menjadi sarana Allah untuk mengajar dan membentuk diri saya serta mempertajam karunia-karunia yang Dia percayakan kepada saya.

Saat ini saya melayani sebagai pemberita Injil dan pengajar firman Tuhan. Saya rindu banyak orang dapat mendengar kebenaran Injil dan mengalami besarnya anugerah Allah dalam hidup mereka sebagaimana yang telah saya alami. Saya rindu banyak orang dapat mengenal Allah dan hidup seturut kehendak-Nya. Dan pada akhirnya, saya rindu kemuliaan Allah dinyatakan secara gilang-gemilang atas seluruh bumi.

Demikianlah gambaran singkat mengenai profil pribadi saya. Selanjutnya, anda akan dapat lebih mengenal saya melalui artikel-artikel yang saya posting pada blog ini. Selain itu, Bila ada hal-hal yang ingin anda sampaikan secara pribadi kepada saya, anda juga dapat menghubungi saya melalui email dengan memanfaatkan contact form yang terdapat pada halaman Jalur Kontak.

Akhirnya, saya ucapkan selamat datang di blog pribadi saya yang sederhana ini. Semoga artikel-artikel yang saya posting pada blog ini dapat bermanfaat bagi anda. Dan kiranya nama Tuhan semakin dimuliakan! Amin.

Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya! (Roma 11:36)

(Artikel ini telah dibaca 1498 kali)
Copyright © Blog Pribadi Paulus Roi. All rights reserved.