Blog Pribadi Paulus Roi

Memperlengkapi Orang-orang Percaya dalam Kebenaran, Kasih, dan Pekerjaan Baik

Berlangganan Email

Ingin berlangganan artikel blog ini? Silahkan masukkan nama depan dan alamat email Anda pada form di bawah ini.

Nama depan:
Alamat email:

Tag: Eksposisi Injil Lukas

Ingatlah Istri Lot!

Ingatlah akan isteri Lot! (Lukas 17:32)

Perkataan ini diucapkan Yesus Kristus ketika Dia sedang berbicara tentang kedatangan-Nya yang kedua kali, di mana kedatangan-Nya itu akan terjadi secara tiba-tiba dan tanpa diduga-duga. Lebih buruknya, kedatangan-Nya itu akan disertai dengan hukuman yang dahsyat atas penduduk bumi yang tidak siap menyambut-Nya, yaitu mereka yang mengasihi dunia dan tidak sungguh-sungguh merindukan kedatangan-Nya. Dalam konteks inilah Dia memperingatkan murid-murid-Nya — ya, murid-murid-Nya yang mengikuti-Nya, bukan orang-orang Farisi yang secara terang-terangan menentang-Nya —, supaya mereka mengingat istri Lot.

Apakah artinya itu? Artinya, Yesus mengetahui bahwa di antara orang-orang yang mengikuti-Nya, ada orang-orang yang tidak sungguh-sungguh mempercayai dan mengasihi-Nya. Mereka lebih mengasihi dunia daripada Dia. Mereka tidak siap menyambut kedatangan-Nya, sehingga mereka akan ditimpa hukuman yang dahsyat pada hari kedatangan-Nya. Karena itu, Dia memperingatkan mereka supaya mereka mengingat istri Lot dan menarik pelajaran darinya.

Murid Sejati: Pertimbangkan Keputusan Anda Baik-Baik!

Dalam Lukas 14:28-32 Yesus menyisipkan dua perumpamaan berikut di antara ketiga syarat yang Dia ajukan:

Sebab siapakah di antara kamu yang kalau mau mendirikan sebuah menara tidak duduk dahulu membuat anggaran biayanya, kalau-kalau cukup uangnya untuk menyelesaikan pekerjaan itu? Supaya jikalau ia sudah meletakkan dasarnya dan tidak dapat menyelesaikannya, jangan-jangan semua orang yang melihatnya, mengejek dia, sambil berkata: Orang itu mulai mendirikan, tetapi ia tidak sanggup menyelesaikannya. Atau, raja manakah yang kalau mau pergi berperang melawan raja lain tidak duduk dahulu untuk mempertimbangkan, apakah dengan sepuluh ribu orang ia sanggup menghadapi lawan yang mendatanginya dengan dua puluh ribu orang? Jikalau tidak, ia akan mengirim utusan selama musuh itu masih jauh untuk menanyakan syarat-syarat perdamaian.

Mengapa Yesus menyisipkan kedua perumpamaan itu di antara ketiga syarat menjadi murid-Nya? Apa maksud dari kedua perumpamaan itu?

Murid Sejati: Melepaskan Segala Sesuatu

Dalam Lukas 14:33 Yesus berkata:

Demikian pulalah tiap-tiap orang di antara kamu, yang tidak melepaskan dirinya dari segala miliknya, tidak dapat menjadi murid-Ku.

Untuk menjadi murid Kristus, kita harus melepaskan segala sesuatu yang kita miliki dan menyerahkannya kepada Kristus. Kita harus menyerahkan seluruh hak kepemilikan yang kita punyai kepada-Nya. Inilah syarat ketiga menjadi Murid Kristus.

Murid Sejati: Mengasihi Yesus Lebih Dari Apapun

Dalam Lukas 14:26 Yesus berkata:

Jikalau seorang datang kepada-Ku dan ia tidak membenci bapanya, ibunya, isterinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi murid-Ku.

Akan tetapi, bukankah Yesus mengajarkan bahwa kita harus mengasihi sesama kita seperti mengasihi diri kita sendiri? Mengapa dalam nas ini Dia justru mengatakan bahwa untuk menjadi murid-Nya seseorang harus membenci orang-orang yang dikasihinya dan bahkan dirinya sendiri? Apakah yang Dia maksudkan dengan kata “membenci” dalam nas ini?

Murid Sejati: Tujuan Penginjilan Yesus

Dewasa ini ada banyak pengajaran yang seolah-olah menyatakan bahwa kehidupan Kristen adalah kehidupan yang mudah dan menyenangkan. Berbagai hal menarik ditawarkan dalam pemberitaan Injil, seperti penyelesaian masalah, kenyamanan hidup, kelimpahan materi, kesembuhan dari penyakit, dan sebagainya. Cara mendapatkannya pun mudah. Seseorang cukup mengucapkan doa orang berdosa dan mengaku percaya kepada Yesus untuk mendapatkan semua itu. Akan tetapi, benarkah itu yang diajarkan dan ditawarkan oleh Yesus bagi orang yang hendak mengikut Dia?

This blog is presented by Paulus Roi. Copyright © 2018 All right reserved.