Blog Pribadi Paulus Roi

Memperlengkapi Orang-orang Percaya dalam Kebenaran, Kasih, dan Pekerjaan Baik

Berlangganan Email

Ingin berlangganan artikel blog ini? Silahkan masukkan nama depan dan alamat email Anda pada form di bawah ini.

Nama depan:
Alamat email:

Tag: Formasi Spiritualitas

3 Karakteristik Ibadah yang Sejati

Bila Allah itu ada — dan Dia memang ada —, maka ibadah kepada-Nya merupakan suatu keharusan bagi semua makhluk. Setidaknya ada 2 alasan bagi pernyataan ini, antara lain:

  • Karena Allah adalah satu-satunya keberadaan yang sempurna, maka Dia adalah satu-satunya yang berhak dan layak menerima penyembahan dari semua makhluk.
  • Karena Allah adalah pencipta dan penguasa yang berdaulat mutlak atas seluruh ciptaan, maka seluruh ciptaan bertanggung jawab untuk menyembah dan tunduk kepada-Nya.

Karena itu, keengganan dan ketidakseriusan dalam ibadah pada dasarnya merupakan suatu bentuk penghinaan, penghujatan, dan bahkan penyangkalan terhadap keberadaan Allah. Itu merupakan bentuk kefasikan yang sangat dikecam oleh Allah di dalam Alkitab (bd. Rom 1:18-21).

11 Aspek Kehidupan Kristen yang Sehat

“Kehidupan seperti apakah yang Allah kehendaki untuk Anda jalani di dunia ini?” Ini adalah pertanyaan yang sangat penting dan mendesak. Bila Anda tidak mengetahui jawaban atas pertanyaan ini, Anda tidak akan dapat membangun kehidupan Kristen yang sehat seturut kehendak Allah. Anda mungkin sangat sibuk dengan segala rutinitas Anda. Namun, bila Anda tidak mengetahui tujuan hidup Anda secara jelas, Anda hanya akan berputar-putar di tempat tanpa mengalami kemajuan sedikitpun. Anda mungkin mengira bahwa Anda telah bekerja bagi Allah, tetapi sesungguhnya Anda sedang menyia-nyiakan hidup Anda. Karena itu, bila Anda ingin menggenapi kehendak Allah atas hidup Anda, Anda harus sungguh-sungguh memahami apa maksud dan rencana Allah atas hidup Anda.

Penguasaan Diri: Bagaimana Caranya?

Sebagaimana telah saya bahas pada artikel sebelumnya, penguasaan diri merupakan salah satu karakter yang harus kita miliki bila kita mau memenangkan perlombaan hidup ini seturut kehendak Allah. Saya telah membahas pengertian penguasaan diri pada artikel sebelumnya. Namun, memahami pengertian penguasaan diri saja tak akan membuat kita memenangkan perlombaan hidup ini. Kita harus berjuang untuk bertumbuh dalam penguasaan diri setiap hari. Bagaimana caranya?

Penguasaan Diri: Apakah Artinya?

Allah tidak memanggil kita tanpa maksud. Sebaliknya, Dia memanggil kita dengan suatu maksud tertentu. Dia telah membentangkan suatu perlombaan di depan kita dan Dia menghendaki kita memenangkan perlombaan itu demi kemuliaan-Nya. Karena itu, sepatutnyalah kita berjuang sedemikian rupa dalam perlombaan itu dan menggenapi kehendak-Nya atas hidup kita (1Kor 9:24).

Namun, memenangkan perlombaan bukanlah perkara yang mudah, apalagi perlombaan yang sedang kita jalani adalah perlombaan kehidupan yang menuntut usaha dan perjuangan seumur hidup. Ada karakter-karakter tertentu yang harus kita miliki. Salah satunya adalah penguasaan diri (1Kor 9:25). Pertanyaannya, apakah yang dimaksud dengan “penguasaan diri”?

Menggunakan Waktu dengan Bijaksana

Waktu adalah satu hal yang sangat paradoks. Kita selalu ada di dalam waktu, tetapi waktu tidak bisa kita lihat. Agustinus mengatakan:

Ketika tidak ada yang menanyakan: “Apakah waktu itu?”, saya merasa mengerti apa waktu itu. Tetapi ketika ada yang bertanya kepada saya: “Apakah waktu itu?”, saya baru menyadari bahwa saya tidak mengerti apakah waktu itu.

Sangat sulit bagi kita untuk mengerti tentang waktu. Pada saat-saat tertentu kita merasa waktu berlalu dengan sangat cepat, sedangkan pada saat-saat lain kita merasa waktu berjalan dengan sangat lambat. Lalu, apakah yang Tuhan katakan tentang waktu?

Manfaat Membaca Alkitab

Alkitab adalah salah satu buku yang paling banyak diproduksi, paling banyak diterjemahkan ke berbagai bahasa, dan paling banyak dibeli. Kita mungkin memiliki lebih dari satu Alkitab dengan beberapa versi terjemahan yang berbeda-beda. Akan tetapi, seberapa banyak Alkitab yang terjual dan seberapa banyak Alkitab yang kita miliki sebenarnya bukanlah hal yang penting. Hal yang jauh lebih penting dari pada itu adalah seberapa tekun kita mempelajarinya dan seberapa dalam kita memahami kebenaran yang tertulis di dalamnya.

This blog is presented by Paulus Roi. Copyright © 2018 All right reserved.