Blog Pribadi Paulus Roi

Memperlengkapi Orang-orang Percaya dalam Kebenaran, Kasih, dan Pekerjaan Baik

Berlangganan Email

Ingin berlangganan artikel blog ini? Silahkan masukkan nama depan dan alamat email Anda pada form di bawah ini.

Nama depan:
Alamat email:

Tag: Ibadah Kristen

3 Karakteristik Ibadah yang Sejati

Bila Allah itu ada — dan Dia memang ada —, maka ibadah kepada-Nya merupakan suatu keharusan bagi semua makhluk. Setidaknya ada 2 alasan bagi pernyataan ini, antara lain:

  • Karena Allah adalah satu-satunya keberadaan yang sempurna, maka Dia adalah satu-satunya yang berhak dan layak menerima penyembahan dari semua makhluk.
  • Karena Allah adalah pencipta dan penguasa yang berdaulat mutlak atas seluruh ciptaan, maka seluruh ciptaan bertanggung jawab untuk menyembah dan tunduk kepada-Nya.

Karena itu, keengganan dan ketidakseriusan dalam ibadah pada dasarnya merupakan suatu bentuk penghinaan, penghujatan, dan bahkan penyangkalan terhadap keberadaan Allah. Itu merupakan bentuk kefasikan yang sangat dikecam oleh Allah di dalam Alkitab (bd. Rom 1:18-21).

Saling Memperhatikan dalam Pertemuan Ibadah

Gereja memiliki fungsi, peranan, dan tugas dalam penginjilan, pengajaran, persekutuan, pelayanan, dan ibadah. Pada dasarnya kelima hal itu tak dapat dipisahkan satu sama lain. Bila satu saja dari kelima hal itu tidak dikerjakan dengan baik, maka gereja akan berjalan pincang. Karena itu, kita harus senantiasa berusaha mengerjakan kelima hal itu sebaik mungkin secara seimbang. Walaupun demikian, pada artikel ini saya hanya akan membahas satu di antaranya, yaitu persekutuan di antara orang-orang percaya khususnya dalam konteks pertemuan ibadah.

“Apa tujuan Anda datang ke gereja setiap minggu?” Bila pertanyaan ini diajukan kepada orang-orang Kristen, maka jawaban paling umum yang akan kita dapatkan adalah: Untuk berdoa, memuji Tuhan, dan mendengarkan firman Tuhan. Semua jawaban itu tidaklah keliru. Namun, semua jawaban itu hanya menekankan satu aspek saja dari ibadah Kristen, yaitu aspek vertikal, sedangkan aspek horizontal dari ibadah seringkali diabaikan dan dilupakan. Padahal, selain aspek vertikal, Alkitab juga mengajarkan aspek horizontal dalam ibadah Kristen, yaitu persekutuan di antara orang percaya. Berkenaan dengan hal itu, marilah kita mempelajari Ibrani 10:24-25.

Pentingnya Komunitas Rohani

Ada sebagian orang yang merasa tidak memerlukan komunitas rohani. Mereka mengira mereka dapat bertumbuh sendiri. Lebih lagi, di zaman modern ini informasi dapat didapat dengan mudah. Bila mereka tak memahami suatu bagian Alkitab, mereka dapat mencari penjelasannya di Internet. Bila mereka ingin mendengar kotbah, mereka dapat menonton televisi atau mengakses Youtube. Bila mereka ingin memuji Tuhan, mereka dapat menyetel mp3 player. Singkatnya, mereka dapat mengikuti kebaktian dari mana saja dan kapan saja melalui kecanggihan teknologi.

Bila demikian, mengapa kita perlu memiliki suatu komunitas rohani? Mengapa kita perlu bersekutu dan membangun relasi yang baik dengan saudara-saudara seiman di dalam Kristus?

This blog is presented by Paulus Roi. Copyright © 2018 All right reserved.