Blog Pribadi Paulus Roi

Memperlengkapi Orang-orang Percaya dalam Kebenaran, Kasih, dan Pekerjaan Baik

Berlangganan Email

Ingin berlangganan artikel blog ini? Silahkan masukkan nama depan dan alamat email Anda pada form di bawah ini.

Nama depan:
Alamat email:

Tag: Karakteristik Kasih

3 Karakteristik Kasih Gayus

Seperti halnya dalam suratnya yang kedua, dalam suratnya yang ketiga Rasul Yohanes juga menyebut dirinya dengan sebutan “penatua”. Namun, berbeda dengan surat 2 Yohanes yang nampaknya ditujukan pada sebuah gereja lokal, surat 3 Yohanes ditujukan pada seorang individu yang bernama Gayus. Selain apa yang dikemukakan dalam surat ini, tidak banyak yang dapat kita ketahui tentang hal ikhwalnya. Apakah dia adalah seorang penatua, diaken, atau anggota jemaat biasa, kita pun tidak dapat mengetahuinya secara pasti. Walaupun demikian, dia memiliki reputasi yang baik di antara orang-orang percaya karena kasih dan kebaikannya.

Setidaknya ada 3 hal yang dapat kita pelajari berkenaan dengan kasih Gayus, antara lain:

Karakteristik dan Wujud Kasih Sang Penatua dalam surat 2 dan 3 Yohanes

Dalam suratnya yang kedua dan ketiga Rasul Yohanes memperkenalkan dirinya dengan sebutan “penatua”. Sebutan itu dapat merujuk pada 2 hal berkenaan dengan dirinya:

  • Itu dapat merujuk pada usianya yang sudah sangat tua pada waktu itu.
  • Itu dapat merujuk pada jabatan gerejani yang disandangnya. Namun, berbeda dengan jabatan penatua pada umumnya yang wewenangnya terbatas pada satu gereja lokal saja, jabatan penatua yang disandangnya adalah jabatan istimewa, di mana wewenangnya meluas ke gereja-gereja lain, karena dia adalah rasul Yesus Kristus.

Ditinjau dari kedua hal itu, baik dari segi usia maupun dari segi jabatan, jelaslah bahwa Rasul Yohanes mempunyai kedudukan dan wewenang yang lebih tinggi daripada semua penatua dan anggota jemaat yang ada. Walaupun demikian, hal itu tidak membuatnya lupa diri dan berlaku sewenang-wenang terhadap mereka. Sebaliknya, dengan menyebut dirinya “penatua” dia memposisikan dirinya sebagai bapa dan sahabat yang mengasihi mereka.

Selain itu, berdasarkan apa yang dikemukakannya dalam suratnya yang kedua dan ketiga, kita dapat melihat karakteristik dan wujud kasih sang penatua, yaitu Rasul Yohanes, kepada gereja.

This blog is presented by Paulus Roi. Copyright © 2018 All right reserved.