Blog Pribadi Paulus Roi

Memperlengkapi Orang-orang Percaya dalam Kebenaran, Kasih, dan Pekerjaan Baik

Berlangganan Email

Ingin berlangganan artikel blog ini? Silahkan masukkan nama depan dan alamat email Anda pada form di bawah ini.

Nama depan:
Alamat email:

Tag: Kasih Karunia Allah

Kuasa Kasih Karunia Allah dalam Kehidupan Rasul Paulus

Banyak orang memahami kasih karunia sebagai suatu obyek pemberian yang pasif, di mana efektivitas kasih karunia itu bergantung pada orang yang menerimanya. Bila orang itu mempergunakannya dengan baik, maka kasih karunia itu akan memberikan manfaat. Namun, bila orang itu tidak mempergunakannya dengan baik, maka kasih karunia itu tidak akan memberi manfaat apa-apa.

Adalah benar bahwa kasih karunia merupakan pemberian Allah. Namun, itu bukanlah suatu obyek pemberian yang pasif. Sebaliknya, kasih karunia itu bersifat aktif dan efektif. Dia bekerja dengan penuh kuasa di dalam diri orang yang menerimanya dan memberikan manfaat seturut kehendak Allah yang memberikannya. Dia tidak akan gagal dan menjadi sia-sia. Sebaliknya, dia akan mencapai tujuan Allah atasnya.

Pemahaman inilah yang dipegang dan disadari oleh Rasul Paulus. Karena itu, dalam 1 Korintus 15:10 dia sangat menekankan peranan kasih karunia di dalam hidup dan pelayanannya. Dia menegaskan bahwa sesungguhnya kasih karunia Allah itulah yang telah bekerja secara aktif dan efektif di dalam dirinya, sehingga dia dapat hidup dan melayani sebagaimana adanya sekarang.

Mengapa, Ya Tuhan?

Aku membenci-Mu, ya Tuhan!
Aku benci kekudusan-Mu, kebenaran-Mu, keadilan-Mu, dan….
Aku benci kesempurnaan-Mu!
Aku ingin menjadi pribadi yang hebat, berharga, agung, berkuasa, dan mulia.
Namun, segala kesempurnaan-Mu justru menunjukkan betapa busuk, najis, lemah, dan hinanya diriku, seorang yang berdosa!

Ayah yang Sakit Rindu

Seorang gadis muda tumbuh di perkebunan ceri tidak jauh dari Traverse City, Michigan. Orangtuanya, sedikit kolot, cenderung bereaksi berlebihan pada cincin di hidungnya, musik yang ia dengarkan, dan panjang roknya. Mereka menghukumnya beberapa kali, dan ia memendam kejengkelan di dalam hati. “Saya benci Ayah!” teriaknya ketika ayahnya mengetuk pintu kamarnya setelah sebuah pertengkaran, dan malam itu ia menjalankan rencana yang sudah ia pikirkan puluhan kali. Ia melarikan diri.

Ia baru sekali ke Detroit sebelumnya, dalam perjalanan dengan bis bersama kelompok remaja gerejanya untuk menyaksikan permainan tim Tigers. Karena surat kabar di Traverse City sering memberitakan tentang geng, obat terlarang, dan kekerasan di pusat kota Detroit dengan sangat rinci, ia menyimpulkan pasti orangtuanya tidak akan mencarinya ke sana. California mungkin, atau Florida, tapi tidak Detroit.

Perjamuan Babette (Babette’s Feast)

Karen Blixen, kelahiran Denmark, menikah dengan seorang baron dan dari tahun 1914 sampai 1931 menjalankan perkebunan kopi di Afrika Timur jajahan Inggris (Out of Africa – tulisannya menceritakan masa-masa ini). Setelah bercerai, ia kembali ke Denmark dan mulai menulis dalam bahasa Inggris dengan nama samaran Isak Dinesen. Salah satu ceritanya, “Babette’s Feast,” menjadi klasik setelah dijadikan film pada tahun 1980-an.

Dinesen menggunakan Norwegia sebagai tempat ceritanya, tetapi pembuat film Denmark mengubah lokasinya ke sebuah desa nelayan miskin di pantai Denmark, kota kecil dengan jalanan becek dan gubuk-gubuk beratap ilalang. Di daerah muram ini, seorang pendeta berjenggot putih memimpin sekelompok jemaat dalam aliran Lutheran yang keras dan kaku.

Tidak banyak kesenangan duniawi yang bisa menggoda seorang petani miskin di Norre Vosburg. Tapi itu pun dilarang oleh aliran tersebut. Semua harus memakai baju hitam. Makanan mereka terdiri dari ikan cod rebus dan bubur gandum yang dibuat dari roti yang direbus dalam air bercampur sedikit bir hitam. Pada hari Sabat, kelompok itu berkumpul untuk menyanyi tentang “Yerusalem, rumahku yang kurindukan, nama yang selalu kusayangi.” Mereka telah menetapkan bahwa tujuan hidup ada di Yerusalem Baru, dan hidup di dunia hanya ditolerir sebagai cara untuk sampai ke sana.

Rahasia Ibu yang Buruk Rupa

Di sebuah kota hiduplah seorang gadis remaja yang sangat cantik rupanya. Ia dijuluki “bunga mawar sekolah” oleh teman-temannya. Tentu saja ia sangat bangga akan keadaan dirinya itu.

Walaupun demikian, ada satu hal yang sangat merisaukan hatinya. Ia memiliki seorang ibu yang sangat buruk rupanya. Ia merasa sangat malu memiliki ibu yang demikian. Karena itu, ia tidak mau berjalan bersama ibunya. Ia juga tidak mau mengakuinya sebagai ibunya. Di hadapan teman-temannya ia mengatakan bahwa itu bukanlah ibunya, melainkan pembantu rumahnya.

Datanglah Sebagaimana Adanya Kamu

Aku menggeleng-gelengkan kepalaku dalam ketidakpercayaan. Tidak mungkin ini tempatnya. Tidak mungkin aku diterima di sini. Aku sudah diberi undangan beberapa kali oleh beberapa orang yang berbeda, dan baru memutuskan untuk melihat seperti apa tempatnya. Tapi, tidak mungkin ini tempatnya.

Sekali lagi kulihat undangan yang ada di genggamanku. Kuperiksa lagi kata-kata yang tertera di sana dengan teliti. “Datanglah sebagaimana adanya kamu. Tidak perlu ditutup-tutupi.” Di bawah kata-kata itu kutemukan alamatnya.

Kasih Karunia yang Mengherankan

Dalam suatu konferensi perbandingan agama yang diadakan di Inggris para ahli memperdebatkan pengajaran manakah yang membuat kekristenan unik, berbeda dari agama-agama lainnya. Berbagai kemungkinan pun diajukan. Inkarnasi? Tidak, ada agama lain yang juga mengisahkan dewa-dewa yang menjelma menjadi manusia. Kelahiran dari perawan? Tidak, ada agama lain yang juga memiliki kisah semacam itu. Kebangkitan? Juga tidak, ada agama lain yang juga memiliki kisah tentang kembalinya orang mati.

Perdebatan itu berlangsung cukup lama sampai C. S. Lewis masuk ke dalam ruangan itu. “Ribut-ribut soal apa ini?” tanyanya. Setelah ia mengetahui bahwa rekan-rekannya sedang mendiskusikan keunikan iman Kristen dari agama-agama lainnya, iapun menjawab: “Oh, itu mudah. Kasih karunia.” Kemudian, setelah mendiskusikannya kembali, semua peserta konferensi itupun setuju.

This blog is presented by Paulus Roi. Copyright © 2018 All right reserved.