Blog Pribadi Paulus Roi

Memperlengkapi Orang-orang Percaya dalam Kebenaran, Kasih, dan Pekerjaan Baik

Berlangganan Email

Ingin berlangganan artikel blog ini? Silahkan masukkan nama depan dan alamat email Anda pada form di bawah ini.

Nama depan:
Alamat email:

Tag: Kebenaran Injil

Mempersiapkan Diri dalam Menghadapi Kematian

Kematian merupakan sebuah peristiwa yang tidak dapat kita hindari. Sebagian orang merasa takut dan kuatir menghadapi kenyataan ini dengan berbagai alasan. Namun, ketakutan dan kekuatiran itu tak akan dapat mengubah kenyataan ini. Mau atau tidak mau, cepat atau lambat, pada akhirnya kita semua pasti mengalami kematian. Karena itu, daripada menguatirkan kematian, lebih baik kita mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk menghadapi kematian.

Kebenaran Injil dan Peraturan Persepuluhan

Bila saya dapat meyakinkan Anda bahwa peraturan persepuluhan sudah tidak berlaku lagi pada era Perjanjian Baru, apakah yang akan Anda perbuat dengan uang Anda? Apakah Anda akan tetap mendukung pekerjaan Tuhan dengan memberikan persembahan yang terbaik? Atau Anda akan mempergunakannya sesuka hati Anda tanpa peduli pada pekerjaan Tuhan?

Bila Anda akan tetap memberikan persembahan yang terbaik bagi pekerjaan Tuhan, bukankah itu berarti bahwa berlaku atau tidak berlakunya peraturan persepuluhan tidak lagi menjadi persoalan yang signifikan bagi anda? Namun, bila ketidakberlakuan persepuluhan membuat Anda mempergunakan uang Anda sesuka hati tanpa mempedulikan pekerjaan Tuhan, bagaimana mungkin Anda dapat mengaku sebagai orang Kristen sejati yang telah mengenal kebenaran Injil dan mengalami kebesaran anugerah Allah dalam hidup anda? Bagaimana mungkin Anda dapat mengaku bahwa Anda telah bertobat dan menjadi murid Kristus bila Anda masih sedemikian terikat pada harta duniawi? Tidak tahukah Anda bahwa untuk menjadi murid Kristus, Anda harus melepaskan diri dari segala milik Anda (Luk 14:33)?

3 Tanda Orang Kristen Sejati

Hanya oleh anugerah Allah melalui iman kepada Yesus Kristus sajalah kita beroleh keselamatan. Dalam hal ini perlu dipahami bahwa keselamatan bukan hanya berbicara soal pengampunan dosa dan pembebasan dari murka dan hukuman Allah saja, tetapi juga berbicara soal pembaharuan hidup kita di hadapan Allah. Anugerah Allah itu mengampuni kita dari segala dosa kita, membebaskan kita dari murka dan hukuman Allah, dan juga mengubah serta memperbaharui hidup kita menjadi semakin serupa dengan Kristus.

Lalu, bagaimana kita dapat mengetahui bahwa kita telah beroleh keselamatan? Tanda-tanda apa sajakah yang seharusnya dimiliki oleh orang Kristen sejati?

Mengapa, Ya Tuhan?

Aku membenci-Mu, ya Tuhan!
Aku benci kekudusan-Mu, kebenaran-Mu, keadilan-Mu, dan….
Aku benci kesempurnaan-Mu!
Aku ingin menjadi pribadi yang hebat, berharga, agung, berkuasa, dan mulia.
Namun, segala kesempurnaan-Mu justru menunjukkan betapa busuk, najis, lemah, dan hinanya diriku, seorang yang berdosa!

Rahasia Ibu yang Buruk Rupa

Di sebuah kota hiduplah seorang gadis remaja yang sangat cantik rupanya. Ia dijuluki “bunga mawar sekolah” oleh teman-temannya. Tentu saja ia sangat bangga akan keadaan dirinya itu.

Walaupun demikian, ada satu hal yang sangat merisaukan hatinya. Ia memiliki seorang ibu yang sangat buruk rupanya. Ia merasa sangat malu memiliki ibu yang demikian. Karena itu, ia tidak mau berjalan bersama ibunya. Ia juga tidak mau mengakuinya sebagai ibunya. Di hadapan teman-temannya ia mengatakan bahwa itu bukanlah ibunya, melainkan pembantu rumahnya.

Datanglah Sebagaimana Adanya Kamu

Aku menggeleng-gelengkan kepalaku dalam ketidakpercayaan. Tidak mungkin ini tempatnya. Tidak mungkin aku diterima di sini. Aku sudah diberi undangan beberapa kali oleh beberapa orang yang berbeda, dan baru memutuskan untuk melihat seperti apa tempatnya. Tapi, tidak mungkin ini tempatnya.

Sekali lagi kulihat undangan yang ada di genggamanku. Kuperiksa lagi kata-kata yang tertera di sana dengan teliti. “Datanglah sebagaimana adanya kamu. Tidak perlu ditutup-tutupi.” Di bawah kata-kata itu kutemukan alamatnya.

Menjangkau Dunia dengan Kasih Allah

Yesus pernah mengatakan bahwa kita, umat kepunyaan-Nya, bukanlah bagian dari dunia ini (Yoh 17:16). Sekalipun demikian, kita masih tinggal di dalam dunia ini. Mengapa? Karena Dia mengutus kita ke dalam dunia ini untuk mengerjakan suatu tugas, yaitu menyatakan kebesaran kasih Allah dan menjangkau dunia yang terhilang bagi-Nya.

Pertanyaannya, bagaimana kita dapat memenuhi panggilan dan tanggung jawab kita itu? Bagaimana kita dapat memeluk dunia dengan kasih Allah?

Kasih Karunia yang Mengherankan

Dalam suatu konferensi perbandingan agama yang diadakan di Inggris para ahli memperdebatkan pengajaran manakah yang membuat kekristenan unik, berbeda dari agama-agama lainnya. Berbagai kemungkinan pun diajukan. Inkarnasi? Tidak, ada agama lain yang juga mengisahkan dewa-dewa yang menjelma menjadi manusia. Kelahiran dari perawan? Tidak, ada agama lain yang juga memiliki kisah semacam itu. Kebangkitan? Juga tidak, ada agama lain yang juga memiliki kisah tentang kembalinya orang mati.

Perdebatan itu berlangsung cukup lama sampai C. S. Lewis masuk ke dalam ruangan itu. “Ribut-ribut soal apa ini?” tanyanya. Setelah ia mengetahui bahwa rekan-rekannya sedang mendiskusikan keunikan iman Kristen dari agama-agama lainnya, iapun menjawab: “Oh, itu mudah. Kasih karunia.” Kemudian, setelah mendiskusikannya kembali, semua peserta konferensi itupun setuju.

This blog is presented by Paulus Roi. Copyright © 2018 All right reserved.