Blog Pribadi Paulus Roi

Memperlengkapi Orang-orang Percaya dalam Kebenaran, Kasih, dan Pekerjaan Baik

Berlangganan Email

Ingin berlangganan artikel blog ini? Silahkan masukkan nama depan dan alamat email Anda pada form di bawah ini.

Nama depan:
Alamat email:

Tag: Kebijaksanaan Hidup

Mengejar Hikmat

Hikmat merupakan sesuatu yang sangat kita perlukan untuk dapat menjalani kehidupan di dunia ini. Bila kita tidak memiliki hikmat, kita akan mudah diombang-ambingkan oleh berbagai konsep, pengajaran, dan gaya hidup dunia yang menyesatkan. Karena itu, penting bagi kita untuk senantiasa mengejar hikmat.

Ketika Salomo mendapat kesempatan untuk meminta sesuatu kepada Allah, ia menggunakan kesempatan itu untuk meminta hikmat. Ia tidak meminta umur panjang, kekayaan, atau kuasa, melainkan hikmat. Ia menyadari bahwa hikmat jauh lebih berharga daripada semuanya itu. Allah pun memujinya karena permintaannya itu (1Raj 3:5-14).

Kesia-siaan Segala Sesuatu

“Segala sesuatu adalah sia-sia.” Itulah kesimpulan Pengkhotbah setelah ia mengeksplorasi berbagai cara yang ditempuh manusia untuk memuaskan hatinya dan menemukan makna hidupnya di dunia ini. Perkataan Pengkhotbah itu terdapat pada awal dan akhir kitab Pengkhotbah, yaitu pada 1:2 dan 12:8. Selain itu, dalam kitab ini kata “sia-sia” dan “kesia-siaan” muncul berulang kali. Hal itu menunjukkan maksud utama penulisan kitab ini, di mana Pengkotbah hendak menekankan kesementaraan dan ketidakberartian segala sesuatu yang ada di dunia ini.

Banyak orang berusaha mencari kepuasan dan makna hidupnya dengan kesenangan. Pengkotbah pun ingin mengetahui apakah hal itu dapat memuaskan hatinya. Ia pun melakukan segala hal yang oleh banyak orang dipandang sebagai kesenangan, seperti minum anggur, membangun rumah-rumah dan taman-taman, membeli banyak budak dan ternak, mengumpulkan segala harta benda yang indah, serta memiliki banyak gundik (Pkh 2:3-10). Namun, benarkah semua itu dapat memuaskan hatinya?

This blog is presented by Paulus Roi. Copyright © 2018 All right reserved.