Blog Pribadi Paulus Roi

Memperlengkapi Orang-orang Percaya dalam Kebenaran, Kasih, dan Pekerjaan Baik

Berlangganan Email

Ingin berlangganan artikel blog ini? Silahkan masukkan nama depan dan alamat email Anda pada form di bawah ini.

Nama depan:
Alamat email:

Tag: Keluarga Kristen

Tanggung Jawab Suami Kristen: Mengasihi Istri

Pada artikel sebelumnya kita telah membahas tanggung jawab istri Kristen, di mana dia harus tunduk kepada suaminya. Sekarang, pada artikel ini, kita akan membahas tanggung jawab suami Kristen, di mana dia harus mengasihi istrinya. Ya, mengasihi istri adalah tanggung jawab yang harus diperhatikan oleh setiap suami.

Sayangnya, sebagaimana banyak istri lebih suka membacakan Kolose 3:19 kepada suaminya, demikian pula banyak suami lebih suka membacakan Kolose 3:18 kepada istrinya. Banyak suami senang menegaskan wewenangnya sebagai kepala dan pemimpin keluarga, tetapi mereka melupakan dan mengabaikan tanggung jawab mereka untuk mengasihi istri mereka. Mereka menuntut penghormatan dan pelayanan dari istri mereka, tetapi mereka tidak memberikan perhatian dan kasih-sayang yang dibutuhkan istri mereka. Karena itu, tak mengherankan bila relasi suami-istri menjadi relasi yang timpang dan hambar.

Rasul Paulus tidak ingin relasi suami-istri dalam keluartga Kristen menjadi relasi yang timpang dan hambar seperti itu. Karena itu, setelah dia menasihati para istri untuk tunduk kepada suami mereka, dia menasihati para suami untuk mengasihi istri mereka. Lebih jauh lagi, dia juga menasihati para suami supaya mereka tidak menjadi pahit terhadap istri mereka.

Sehubungan dengan nasihat Rasul Paulus itu, ada 3 pertanyaan yang akan saya bahas dalam artikel ini, antara lain:

  1. Mengapa seorang suami harus mengasihi istrinya?
  2. Apa yang dimaksud dengan “mengasihi istri”? Apa saja yang tercakup dalam tanggung jawab ini?
  3. Apa yang dimaksud dengan “tidak menjadi pahit terhadap istri”? Apa saja implikasi dari nasihat ini?

Tanggung Jawab Istri Kristen: Tunduk kepada Suami

Alkitab secara konsisten memerintahkan para istri untuk tunduk kepada suaminya (Ef 5:22-24; Kol 3:18; Tit 2:4-5; 1Ptr 3:1). Perintah itu sendiri nampaknya sangat ringkas dan sederhana. Namun, dalam praktiknya perintah itu tidak mudah untuk dilakukan dan sering disalahpahami. Lebih-lebih, pada era sekarang ini, di mana emansipasi wanita dan feminisme semakin berkembang, perintah ini menghadapi tantangan yang semakin besar.

Karena itu, pada artikel ini saya akan berfokus pada 2 persoalan berkenaan dengan perintah ini:

  1. Apakah perintah ini masih berlaku pada zaman sekarang? Apakah dasar dan alasannya?
  2. Apakah maksud perintah ini? Apakah perintah ini mengharuskan para istri menaati suaminya secara mutlak dalam segala sesuatu?
This blog is presented by Paulus Roi. Copyright © 2018 All right reserved.