Blog Pribadi Paulus Roi

Memperlengkapi Orang-orang Percaya dalam Kebenaran, Kasih, dan Pekerjaan Baik

Berlangganan Email

Ingin berlangganan artikel blog ini? Silahkan masukkan nama depan dan alamat email Anda pada form di bawah ini.

Nama depan:
Alamat email:

Tag: Kematian Yesus Kristus

5 Hal yang Menunjukkan Pentingnya Kematian Yesus Kristus

Kematian adalah salah satu karya penting yang dikerjakan Yesus Kristus pada kedatangan-Nya yang pertama kali. Ya, kematian Yesus Kristus disebut “karya yang dikerjakan-Nya” karena 2 alasan:

  1. Karena kematian-Nya terjadi oleh kehendak dan keputusan-Nya sendiri.
  2. Karena kematian-Nya dilakukan untuk tujuan yang bermanfaat.

Karena kematian Yesus Kristus terjadi oleh kehendak dan keputusan-Nya untuk tujuan tertentu yang bermanfaat, maka tidak keliru bila teologi Kristen menyebut kematian Yesus Kristus sebagai “karya yang dikerjakan-Nya”. Namun, lebih daripada itu, kematian Yesus Kristus bukan hanya sebuah karya, tetapi itu adalah sebuah karya yang sangat luar biasa dan sangat penting di dalam teologi Kristen.

Berikut ini adalah 5 hal yang menunjukkan pentingnya kematian Yesus Kristus di dalam teologi Kristen:

Makna Pengorbanan Kristus bagi Keselamatan Manusia

Dalam Roma 3:23 dikatakan bahwa semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah. Dosa telah merusak seluruh aspek kehidupan kita. Dosa telah memperbudak kita sedemikian rupa, sehingga kita tidak bisa lagi berbuat benar di hadapan Allah dan hanya bisa menuruti natur dosa kita. Karena dosa, kita juga teralienasi dari Allah. Dan akhirnya, dosa mendatangkan murka dan hukuman Allah atas kita.

Kita sama sekali tidak bisa mengatasi masalah dosa kita. Satu-satunya jalan adalah Yesus Kristus, Putra tunggal Allah, harus datang ke dunia dan menyerahkan nyawa-Nya dengan mati disalib untuk mengatasi dosa kita.

Namun, apakah dampak pengorbanan Kristus bagi kita?

Rahasia Ibu yang Buruk Rupa

Di sebuah kota hiduplah seorang gadis remaja yang sangat cantik rupanya. Ia dijuluki “bunga mawar sekolah” oleh teman-temannya. Tentu saja ia sangat bangga akan keadaan dirinya itu.

Walaupun demikian, ada satu hal yang sangat merisaukan hatinya. Ia memiliki seorang ibu yang sangat buruk rupanya. Ia merasa sangat malu memiliki ibu yang demikian. Karena itu, ia tidak mau berjalan bersama ibunya. Ia juga tidak mau mengakuinya sebagai ibunya. Di hadapan teman-temannya ia mengatakan bahwa itu bukanlah ibunya, melainkan pembantu rumahnya.

This blog is presented by Paulus Roi. Copyright © 2018 All right reserved.