Blog Pribadi Paulus Roi

Memperlengkapi Orang-orang Percaya dalam Kebenaran, Kasih, dan Pekerjaan Baik

Berlangganan Email

Silahkan masukkan nama depan dan alamat email Anda pada form di bawah ini untuk berlangganan artikel blog ini melalui email.

Nama depan:
Alamat email:

Tag: Kesaksian Hidup

Bayang-Bayang Berbentuk Salib

Pada tahun 1967 ketika mengikuti pelajaran di kelas fotografi Universitas Cincinnati, aku berkenalan dengan seorang pemuda bernama Charles Murray, siswa pada sekolah yang sama, yang sedang dilatih untuk persiapan Olimpiade musim panas tahun 1968 sebagai seorang pelompat indah papan kolam renang. Charles sangat sabar terhadapku ketika aku berbicara selama berjam-jam dengannya tentang Yesus Kristus dan bagaimana Ia telah menyelamatkanku.

Charles tidak dibesarkan di dalam keluarga yang berbakti di gereja manapun. Karena itu, semua yang kuceritakan kepadanya mempesonakannya. Ia bahkan mulai mengajukan pertanyaan-pertanyaan tentang pengampunan dosa. Akhirnya tibalah harinya di mana aku mengajukan sebuah pertanyaan kepadanya. Aku bertanya apakah ia menyadari kebutuhan dirinya akan seorang penebus dan apakah ia siap untuk mempercayai Kristus sebagai juruselamat pribadinya. Aku melihat wajahnya berubah dan perasaan bersalah tergambar di situ. Namun jawabannya tegas sekali “Tidak”.

Alkitab Pemberian Utusan Tuhan

Ketika Yun berusia 16 tahun, ayahnya sakit keras dan dokter berkata bahwa sudah tidak ada harapan lagi. Suatu malam ibu Yun mendengar suara Tuhan yang lembut berkata, “Yesus mengasihimu.” Ia segera bangun dari tempat tidurnya dan berdoa, meminta ampun karena dia telah meninggalkan Tuhan di masa-masa sulit. Sekali lagi ia bertobat dan mengakui dosa-dosanya dan menyerahkan hidupnya kepada Tuhan. Keesokan harinya secara ajaib ayah Yun sembuh dari sakitnya. Yun tahu hal ini dan ia menerima Yesus serta memutuskan untuk melayani Tuhan.

Kerinduan Yun begitu besar untuk melihat Alkitab. Ia berusaha mencari dikalangan orang-orang yang sudah percaya Tuhan. Dalam pencariannya ia bertemu dengan seorang penginjil dan ia disarankan untuk berdoa dan berpuasa. Dua bulan Yun berdoa dan berpuasa, tetapi ia belum memperoleh Alkitab. Kemudian ia kembali menemui penginjil itu lagi. Penginjil itu berkata, “Bila engkau meminta Alkitab kepada Allah, janganlah hanya berlutut dan berdoa. Engkau juga harus menangis dengan sungguh-sungguh di hadapan Allah. Semakin engkau sungguh-sungguh, semakin cepat engkau mendapat Alkitabmu.”

This blog is presented by Paulus Roi. © 2018 All right reserved.