Blog Pribadi Paulus Roi

Memperlengkapi Orang-orang Percaya dalam Kebenaran, Kasih, dan Pekerjaan Baik

Berlangganan Email

Ingin berlangganan artikel blog ini? Silahkan masukkan nama depan dan alamat email Anda pada form di bawah ini.

Nama depan:
Alamat email:

Tag: Mengenal Allah

Mengenal Kasih Allah

Dalam 1 Yohanes 4:8 dikatakan bahwa Allah adalah kasih. Artinya, kasih merupakan salah satu atribut Allah yang sangat penting, yang menggambarkan siapa Allah. Karena itu, penting bagi kita untuk mengenal kasih Allah.

Secara umum kasih Allah dinyatakan melalui pemeliharaan-Nya atas seluruh alam semesta dan segala makhluk hidup yang diciptakan-Nya. Dia tidak hanya menciptakan dunia beserta segala isinya, tetapi juga berperan aktif dalam mengatur dan memelihara seluruh ciptaan-Nya. Dia mengasihi dunia ciptaan-Nya dan menyediakan kebutuhan makhluk ciptaan-Nya.

Mengenal Keadilan Allah

Di tengah-tengah dunia yang berdosa ini berbagai bentuk ketidakadilan seringkali terjadi. Dalam beberapa kesempatan mungkin Anda pernah merasa diperlakukan secara tidak adil, entah oleh pemimpin, orang tua, sahabat, atau oleh orang-orang lain di sekitar Anda. Saat itu mungkin Anda merasa marah, kecewa, dan berharap keadilan dinyatakan.

Dalam beberapa kasus tertentu mungkin Anda malah menuduh Allah telah berlaku tidak adil terhadap Anda. Anda mungkin merasa telah hidup seturut kehendak Allah, tetapi berbagai hal buruk justru menimpa Anda. Anda pun merasa kecewa dan marah kepada Allah. Anda mulai meragukan dan mempertanyakan keadilan Allah. Benarkah Allah itu adil?

Mengenal Kekudusan Allah

Kekudusan merupakan salah satu atribut Allah. Ada banyak bagian dalam Alkitab yang menekankan kekudusan Allah. Salah satunya terdapat dalam Yesaya 6:1-7. Dalam bagian itu nabi Yesaya melihat Allah duduk di atas takhta-Nya dan para Serafim berseru: “Kudus, kudus, kuduslah TUHAN semesta alam, seluruh bumi penuh kemuliaan-Nya!” (Yes 6:3)

Kekudusan Allah dinyatakan dengan berbagai cara, antara lain:

Kehendak Allah dan Tragedi Manusia

Allah rindu bersekutu dengan umat-Nya. Dia ingin umat-Nya mengenal-Nya. Itulah sebabnya Ia memperkenalkan dan menyatakan diri-Nya kepada mereka.

Sayangnya, banyak umat Allah tidak mau peduli terhadap Allah. Mereka bersikap seolah-olah Allah tidak pernah menyatakan diri-Nya kepada mereka. Mereka membuat alasan dengan berkata: “Allah itu terlalu besar bagi kami. Tak mungkin kami dapat mengenal-Nya. Karena itu, untuk apa kami berusaha mengenal-Nya?”

This blog is presented by Paulus Roi. Copyright © 2018 All right reserved.